Kalo bicara skala prioritas jika membutuhkan dana sampai ratusan milyar membangun bandara ini dan terbatasnya dana APBD di kedua daerah maupun di propinsi serta "lobi-lobi APBN pusat" seperti biasa ada yang "tertinggal" baik bagi yang mengurus (makelar) maupun oknum otoritas dan kajian2 seberapa pentingnya dan memberikan dampak positif bandara tsb dalam kemajuan perekonomian kedua daerah terutama perkenomian masyarakat banyak disektor rill rasa2nya masih perlu dipertanyakan dan dikaji lebih dalam ℓągȋ̊ , sehingga kejadian bandara2 perintis seperti di pasaman dan di sipora mentawai tidak mubasir begitu saja.
Belum ℓągȋ̊ areal yang dicadangkan di Mungka tersebut masih hijau berhutan (statusnya masuk kawasan hutan/KBK) ini lebih rumit ℓągȋ̊ , tarik menarik kepentingan dan bisa ribut sana sini apakah nanti dalam bentuk pinjam pakai, apakah nanti "berani" menterinya melepaskan kawasan hutan tersebut menjadi KBNK atau Areal Penggunaan Lain, dalam proses ini saja luar biasa menguras energi, waktu dan biaya (kalo biaya seperti biasa lebih besar biaya "tak terduganya" dari biaya yang direncanakan :-( Jadi skala prioritasnya alangkah dua daerah itu lebih fokus jika dijadikan sentra penghasil dan pengembangan ternak dalam skala industri (hulu ke hilir) dengan segala produknya (peternkan terpadu) yang terkenal di Indonesia dan produksinya bernilai jual ekspor ke manca negara Itik, Ayam, Sapi, Kerbau dan Kuda belum ℓągȋ̊ produksi perikanan air tawarnya. Bandara bukan skala prioritas jika mengingat dan menimbang APBD yang sangat ketat dan harus "mengemis2 serta bermohonan" di pusat dan penuh kepentingan dalam pencairannya belum ℓągȋ̊ status kawasan tsb KBK/Hutan.. Lebih baik kedua daerah itu fokus menjadikan sebagai sentra peternakan yang berskala Industri (hulu ke hilir) serta mendirikan pusat penelitian di bidang peternakan yang mumpuni dan berkelas, ini lebih menyentuh dan sangat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat banyak (badarai) kedua daerah tersebut yang hidup dialam agraris yang subur tanah, air dan udaranya (Pertanian dalam arti yang luas) Sama-sama kita tunggu proses perjalanan pembangunan bandara ini, tahap awal bagaimana nanti "gonjang ganjing" seputar status kawasan tersebut..yakinkah anda ini akan seru dan ribut ? Wass-Jepe Powered by Telkomsel BlackBerry® -----Original Message----- From: [email protected] Sender: [email protected] Date: Wed, 17 Jul 2013 22:59:18 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Bls: [R@ntau-Net] DEMAM BANGUN BANDARA Aslm. Ambo tertarik dgn "frasa jarak antara BIM dan SSK II jauh sehingga kurang menguntungkan bagi kepentingan perekonomian, pariwisata dan transportasi udara bagi masyarakat kedua daerah." Frasa iko, seperti mereduksi grand design pembuatan jalan layang di Kelok 9, yang alasan pembangunannyo kurang lebih juo seperti iko.. Samantaro, yang ado di duo daerah ko (yang takato) baru Gambia... Pemasaran utamonyo pun ka India, bukan pku atau pdg.. Dalam hal iko, ambo lebih respect ka wako pyk periode sebelumnyo, yg fokus melobi Universitas Andalas utk membuka juo kampus baru di pyk itu. Iko lebih real dan lai membumi. Bandara? Seperti berpijak di awang awang kito raso e atau duo kapalo daerah ko, barencana manjadikan bandara ko monumen.. Imran, 37, tingga di pdg Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...! -----Original Message----- From: "Nofend St. Mudo" <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Thu, 18 Jul 2013 05:39:53 To: RantauNet<[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: [R@ntau-Net] DEMAM BANGUN BANDARA Ditulis oleh Teguh Kamis, 18 Juli 2013 02:21 Pemkab Limapuluh Kota dan Pemko Payakumbuh sepakat bekerja sama untuk mewujudkan rencana pembangunan bandara. Kesepakatan ini pun terus ditindaklanjuti ke pemerintahan yang lebih tinggi, seperti ke Pemprov Sumatera Barat dan pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan. Dulunya Pemkab Limapuluh Kota di bawah kepemimpinan Bupati Alis Marajo berniat membangun bandara di eks Bandara Piobang. Tetapi rencana itu terkendala oleh beberapa hal, seperti status kepemilikan lahan oleh Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI), jarak antara lokasi eks Bandara Piobang dengan Bandara Internasional Minangkabau (BIM) yang tidak lebih dari 100 km sebagai syarat pendirian yang tidak terpenuhi dan lainnya. Kesimpulannya, rencana pembangunan bandara di eks lahan Bandara Piobang tak bisa dilaksanakan oleh Pemkab Limapuluh Kota. Sedangkan Walikota Payakumbuh Riza Falepi, begitu dilantik menjadi Walikota Payakumbuh pada September 2012 lalu, langsung menyatakan secara terbuka tentang rencananya membangun bandara di Kota Payakumbuh. Lokasi yang dipilih Riza Falepi waktu itu, daerah Talawi dan Balai Betung, Kecamatan Payakumbuh Utara. Setelah dilakukan kajian, ternyata juga terkendala, seperti keterbatasan lahan, menghambat pengembangan kota dan lainnya. Kesimpulan di wilayah Kota Payakumbuh tidak bisa dibangun bandara baru. Meskipun rencana awal pembangunan bandara oleh Pemkab Limapuluh Kota dan Pemko Payakumbuh terkendala lahan dan hal teknis lainnya, namun dua pimpinan daerah di Luhak Nan Bungsu ini tak putus asa. Walikota Riza Falepi tetap berkeinginan membangun bandara, meskipun terkendala lahan. Begitu pula dengan Bupati Alis. Karena ada dua kepentingan yang sama, Walikota Riza dan Bupati Alis pun duduak barapak. Mereka bermusyawarah untuk mewujudkan keinginan yang sama. Akhirnya didapat kesepamahan, antara Bupati Alis dan Walikota Riza untuk membangun bandara secara bersama-sama. Lahan disediakan Pemkab Limapuluh Kota, sedangkan biaya pembangunannya ditanggung secara bersama-sama oleh kedua pemerintah daerah. Untuk lahan, pilihan pertama di Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Limapuluh Kota. Namun setelah melalui kajian terkendala berbagi hal, seperti jarak dari Kota Payakumbuh dan dari pusat Kabupaten Limapuluh Kota yang terlalu jauh serta juga dekat dengan Bandara Sultan Syarief Kasim II di Pekanbaru dan hal lainnya. Bupati Alis dan Walikota Riza pun berupaya mencari lokasi lahan lainnya, sehingga didapat lahan alternatif di daerah Kubang Balambak, Kecamatan Mungka. Bupati Alis pun melakukan pendekatan dengan tokoh masyarakat setempat, sehingga masyarakat Kubang Balambak pun siap memberikan lahan mereka 300 hektar. Sebagian besar lahan ini merupakan hutan yang masih hijau. Akses ke lokasi masih jalan tanah sepanjang 10 km. Alasan Bupati Alis dan Walikota Riza getol membangun bandara, karena sama-sama ingin meningkatkan perekonomian masyarakat dan pariwisata kedua daerah. Keberadaan bandara baru diharapkan turut menopang kelancaran pemasaran produk pertanian Kabupaten Limapuluh Kota dan Kota Payakumbuh. Alis dan Riza menganggap jarak antara Payakumbuh dan Limapuluh Kota ke BIM di Padang dan Bandara Sutan Syarif Kasim (SSK) II di Pekanbaru cukup jauh, sehingga kurang menguntungkan bagi kepentingan perekonomian, pariwisata dan transportasi udara bagi masyarakat kedua daerah. Niat dan maksud Bupati Alis dan Walikota Riza ingin memajukan perekonomian masyarakat dan pariwisata serta berbagai potensi kedua daerah tentu mulia dan perlu dihargai. Namun sejauh mana dampak pembangunan bandara tersebut terhadap pencapaian peningkatan perekonomian masyarakat dan daerah juga patut untuk ditelisik lebih mendalam dengan melibatkan berbagai pihak yang mengerti dan berwenang atas rencana tersebut. Juga patut dipertimbangkan apakah keberadaan dua bandara internasional yang mengapit wilayah Payakumbuh dan Limapuluh Kota, yakni BIM di Padang dan Bandara SSK II di Pekanbaru tidak mampu mendukung aktifitas perekonomian, pariwisata dan transportasi udara masyarakat kedua daerah. Berikutnya juga patut dipertimbangkan biaya puluhan miliar bahkan ratusan miliar rupiah yang akan diserap oleh rencana megaproyek ini. Kondisi riil bisnis 13 bandara yang berada di bawah naungan pengelolaan Angkasa Pura II juga patut menjadi bahan referensi. Di mana dari 13 bandara yang berada di bawah pengelolaan Angkasa Pura II, hanya dua saja yang sudah meraih keuntungan yakni, Bandara Soekarno Hatta dan Bandara Polonia Medan. Sedangkan 11 bandara lainnya masih merugi; yakni Bandara Halim Perdana Kusuma (Jakarta), Sultan Mahmud Badaruddin II (Palembang), Bandara Supadio (Pontianak), BIM (Padang), Bandara SSK II (Pekanbaru), Bandara Husein Sastranegara (Bandung), Bandara Sultan Iskandar Muda (Aceh), Bandara Sultan Haji Fisabilillah (Tanjungpinang), Bandara Dipati Amir (Babel) dan Bandara Sultan Thaha (Jambi). Dari 12 bandara yang dikelola AP II, hanya dua untung, yakni Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan Bandara Polonia. ** http://harianhaluan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=24954:demam-bangun-bandara&catid=13:haluan-kita&Itemid=189 -- * * *Wassalam * *Nofend St. Mudo 37th/Cikarang | Asa: Nagari Pauah Duo Nan Batigo - Solok Selatan Tweet: @nofend <http://twitter.com/#!/@nofend> | YM: rankmarola * -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
