Copas dr sebelah.

Menuai Apa yang Ditabur

Oleh: Andrie Wongso

Alkisah, pada suatu masa di negeri Tiongkok, ada seorang perdana menteri yang 
terkenal dengan kecekatan dan kerja kerasnya. Namanya Tian Ji. Suatu hari, ia 
menerima 100 tael emas dari salah seorang koleganya karena dianggap sudah 
menolongnya. Ia menolak berkali-kali. Namun, karena dipaksa berulang kali, 
akhirnya ia menerimanya dengan berat hati.

Begitu sampai di rumah, ia memberikan emas tersebut kepada ibunya. Namun, 
mengetahui hal tersebut, sang ibu langsung murka. Ia mengatakan, bahwa jumlah 
tersebut setara dengan pendapatannya sebagai perdana menteri setelah bekerja 
tiga tahun. "Kamu merampok uang orang atau mendapat sogokan karena 
kedudukanmu?" tanya ibunya dengan nada marah.

Tian Ji tertunduk malu. Ia pun mendapat banyak nasihat dari ibunya. "Sebagai 
orang terpelajar, seseorang harus mengatur perilakunya dengan penuh 
kewaspadaan. Ia juga harus bisa menjaga nama baiknya dan tak kan pernah 
mengambil apa yang bukan menjadi miliknya. Seorang terpelajar juga tak boleh 
punya hal yang disembunyikan, sebagaimana dia tak pernah curang dan mengambil 
keuntungan dari orang lain. Seorang terpelajar akan menolak hal yang 
mencurigakan dan menolak sogokan."

Ibunya melanjutkan, "Kamu bertanggung jawab terhadap negeri ini, maka kamu 
harus memberikan contoh yang baik kepada semua orang. Saat ini kamu sudah 
menerima barang yang bukan hakmu. Kamu telah berkhianat pada amanah yang 
diberikan dan rakyatmu. Kamu benar-benar telah mengecewakanku. Sekarang, kamu 
harus mengembalikan emas tersebut, dan mintalah hukuman kepada raja!" seru 
ibunya.

Tian Ji merasa sangat malu pada dirinya sendiri setelah mendapat teguran keras 
dari ibunya. Dia pun segera mengembalikan emas tersebut. Ia juga segera 
menghadap baginda raja untuk mengakui kesalahan yang telah diperbuat, memohon 
hukuman, sembari mengajukan pengunduran diri karena malu telah berbuat cela.

Mengetahui hal tersebut, sang raja memuji betapa tinggi moralitas yang 
diajarkan ibu kepada Tian Ji. Maka, ia pun berkata kepada seluruh pejabatnya, 
"Seorang ibu yang bermoral tinggi, telah melahirkan anak yang bermoral tinggi 
pula. Sekarang aku tak khawatir lagi bahwa di negeri ini akan terjadi 
penyimpangan, karena engkau punya ibu yang luar biasa. Aku mengampunimu Tian 
Ji, atas apa yang kau perbuat."

Raja bahkan kemudian membuat perintah kepada seluruh negeri untuk belajar moral 
dari ibu Tian Ji. Sebab, ia merasa, seorang ibu yang bisa meletakkan dasar 
moral bagi anaknya, akan mampu menjadi contoh yang luar biasa. Sejak kejadian 
itu, Tian Ji makin meningkatkan standar kejujuran dan kebaikan di negerinya.

Netter yang LuarBiasa,

Dari kisah tersebut, kita bisa belajar, bahwa apa yang "ditanam" sang ibu 
kepada putranya telah menjadi "buah" kebaikan yang terus berlaku, bahkan terus 
berkembang ke seluruh negeri.

Inilah salah satu bentuk makna, bahwa apa yang kita tanam akan kita tuai. Maka, 
kalau ingin mendapat banyak kebaikan, taburlah kebaikan. Jika ingin sukses, 
bantu jugalah orang lain untuk sukses. Jika ingin meraih kebahagiaan, 
berbagilah untuk memperbesar dampak kebahagiaan. Sebaliknya, jangan pula 
membiasakan diri menabur dan membiarkan bibit-bibit miskin mental, agar jangan 
berkembang sikap negatif yang banyak merugikan.

Mari, terus tanam dan pelihara moralitas dan budi pekerti yang tinggi. Jaga 
sikap dan tindakan agar terus disirami dengan kebaikan. Semoga, makin banyak 
kebaikan yang kita petik dan tumbuh subur di negeri yang kita cintai ini. 
 


Powered by Telkomsel BlackBerry®

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


Kirim email ke