| Wassalamualaikum w.w. Nanda Beni dan para sanak sa palanta, Setuju Nanda. Kan dalam rangka itu juga saya sarankan dalam RN ini tantang empat unsur nama lengkap laki-laki Minangkabau, yaitu: nama diri, nama ayah, nama suku, dan gelar kalau sudah kawin. Ini kan benar-benar pelaksanaan ABS SBK. Untuk orang Minangkabau laki-laki yang belum kawin dan orang Minangkabau perempuan tentu tanpa gelar, jadi hanya tiga saja unsurnya. Khusus bagi perempuan Minangkabau yang sudah kawin, selain memelihara nama bapak dan sukunya juga [dapat] menambahkan nama suaminya, misalnya perempuan yang sebelum kawin bernama 'Khadijah Ilyas Koto', setelah kawin dengan Sunarto, namanya menjadi 'Khadijah Ilyas Koto Sunarto'. [ Bagaimana penerapan perempuan Minang yang kawin dengan pria Batak, yang dalam adat Batak pindah ke marga suaminya?] Dengan tatanan tersebut maka nama lengkap Minangkabau saya yang sudah di-ABSSBK-kan akan berkembang menjadi : 'Saafroedin Bahar Tanjung Soetan Madjolelo'. [Asyik juga, nanti akan saya coba membuat kartu nama baru dengan 'nama ABS SBK' saya ini. Ada sanak lain yang juga mau coba ?] Wassalam, Saafroedin Bahar (L, 70+6+18 , Jakarta) 'Taqdir di tangan Allah, Nasib di tangan Manusia' 'Ya Allah, tunjukilah selalu aku jalan yang lurus dan Engkau ridhoi' ''Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya' 'Mari berlomba berbuat kebaikan' 'Puji syukur aku sampaikan pada-Mu ya Allah, atas segala rahmat dan nikmat yang telah Engkau anugerahkan kepada aku dan keluargaku'. 'Setiap manusia adalah baik, sampai terbukti sebaliknya' 'Jangan pernah berhutang dan jangan mudah berpiutang' --- On Thu, 2/28/08, benni_inayatullah <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: benni_inayatullah <[EMAIL PROTECTED]> |
