Kalau bisa di tambah kan ado ciek lai Mantari, untuak soft skill cako. Anak SMP 
dan SMA di Jkt, Banduang dll mereka lah santiang mambuek makalah, presentasi 
dan tambahan bahasa asing liwat kursus2. Mereka juo alah tabiaso ma adokan 
acara2 musik jo mancari dana surang dan proporsal no rancak.
Kalau SLTA awak baa ko lah.

Wassalam
Tan Ameh
  ----- Original Message ----- 
  From: Mantari Sutan 
  To: [email protected] 
  Sent: Thursday, February 28, 2008 3:09 PM
  Subject: [EMAIL PROTECTED] Re: Unand; BAGAIMANA ME RESPOND MASALAH INI ? 
(Bubarkan saja Unand)


  Hehehe..

  Mari kito lihat pendekatan sistem sederhana untuak Unand ko, 
input-proses-output.  Beko lah
  Bisa disurvei kok, hal-hal bantuak iko.  Dilist para 20 besar lulusan SMA-SMA 
di sumbar.  Bara nan nan masuak ka unand. Kalau pun ado, ka jurusan-jurusan 
mano mereka banyak masuaknyo.
  Lalu kito caliak perekrutan dosen-dosen di Unand.  Iyo lai sabana mantap 
prosesnyo.  Lai indak KKN atau profesi turunan se manajdi dosen ko.

  Satalah itu mari kito tengok baa proses pendidikan itu sendiri.  Lai indak 
asa tapanuhi se jumlah tatap muko dosen jo mahasiswa. Atau malah dosen sibuk 
baproyek-proyek sen.  Nan mahasiswa bak kecek mahasiswa se.

  Baru kudian outputnyo kito caliak basamo-samo.  Iyo lai bisa basaiang jo 
perguruan tinggi laen.

  Kecek salah seorang alumni unand ka ambo, jurusan nan lai bisa basaiang di 
lua adolah kedokteran, akuntansi, farmasi.  Ambo 2 tahun lalu sempat maambiak 
anak unand management.  Untuak hardskill lai agak mantap kawan ko, cuma soft 
skill paralu ditingkatkan tarutamo bahaso inggirih jo caro berkomunikasi.  Ambo 
sedih juo, kini ado gelombang promosi, inyo ndak masuak.  Ambo alah cubo 
mengajukan ka boss ambo.  Samantaro yo tapaso basaba bantuaknyo.

  Wassalam

  Mantari/29




  ----- Original Message ----
  From: Boby Lukman <[EMAIL PROTECTED]>
  To: [email protected]
  Sent: Thursday, February 28, 2008 2:28:59 PM
  Subject: [EMAIL PROTECTED] Unand; BAGAIMANA ME RESPOND MASALAH INI ? 
(Bubarkan saja Unand)


  Assalamualaikum....

  Pak Syaf, Uda Riri, Uda Zulidamel dan Mak Uncu  di nagari urang nan ambo 
hormati sarato dunsanak lainnya...

  Ambo agak tacangang katiko mambaco tulisan Uda Zulidamel yang manyabuikkan 
agar awak (orang Minang) membuat perlawanan agar terhadap Bank Mandiri dengan 
menarik account kita disana dan memidahkan ke bank lain.

  Saya kurang setuju dengan itu, terlalu emosional hal itu kita lakukan. Saya 
justru setuju dengan usulan Pak Syaf, agar para petinggi kita seperti kakanda 
Patrialis Akbar, Irwan Prayitno dan anggota DPD Pak Mochtar Naim melakukan lobi 
kepada Bank mandiri untuk kembali memasukkan Unand dalam daftar universitas 
yang alumninya diizinkan mendaftar dalam tes penerimaan karyawan di bank 
tersebut. 

  Meski saya tidak yakin hal itu akan dilakukan, karena pada saat ini 
urusan/kepentingan sendiri jauh lebih berat daripada urusan kampung (maaf untuk 
Uda Patrialis, Uda Irwan dan pak Mochtar) tapi tidak salah rasanya kita 
berharap pada mereka mereka ini. 

  Unand seperti yang saya sampaikan sebelumnya, ketika postingan ini dituliskan 
oleh sanak Ronal, memang tidak ada apa apanya. Kita hanya dinina bobokkan oleh 
sejarah bahwa Unand adalah univedrsitas tertua, saya termasuk orang yang tidak 
setuju sejarah selalu dijadikan sebagai alasan untuk menatap masa depan, 
sejarah biarlah untuk kta ketahui dan kita jadikan pelajaran. Apalagi hanya 
soal sebagai sebuah prestise sebagai universitas tertua. 

  Kenyataan banyak kok anak anak Unand saat ini kalah bersaing dengan anak anak 
lain. Jangankan dalam soal kualitas lulusan, dalam daftar pilihan Universitas 
yang akan dimasuki selepas SMA saja Unand tidak masuk dalam daftar prioritas 
lulusan SMA kita...
  Mereka lebih suka kuliah di Trisakti Jakarta, Atmajaya, Binus atau 
parahyangan dan UII di Jogja daripada kuliah di Unand. pilihan pertama mereka 
bukan Unand. mari kita lihat. saya rasa Di Diknas ada data itu. 

  Artinya apa..? memang sebuah kenyataan pahit saat ini bahwa Unand sudah tidak 
lagi jadi favorit bahkan oleh anak dalam Sumbar sendiri. 

  Di Padang saja misalnya kawan kawan saya mengatakan bahwa Unand saat ini 
bersaing dengan UPI. Bahkan Bung Hatta saja sudah tertinggal jauh. 

  Saya rasa kita perlu duduk bersama antara semua komponen masyarakat, Unand 
selaku tuan rumah, Gubernur, kepala dians pendidikan, masyarakat minang di 
perantauan dan lainnya untuk bersama sama mencari solusi untuk memikirkan ini. 

  Saya kira Uda Zulidamel setuju dengan usul saya daripada menarik account di 
Bank Mandiri dan membuat bank itu bangrut karena penarikan dana dalam jumlah 
yang besar dari warga Minang. he he he..

  Sekian dan banyak maaf........

  Boby Lukman Piliang
  (sadang ngidam lapek pisang bagulo saka)



------------------------------------------------------------------------------
  Never miss a thing. Make Yahoo your homepage. 







------------------------------------------------------------------------------
  Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.
  


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet.
- Tuliskan Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting.
- Hapus footer & bagian yg tidak perlu, jika melakukan reply.
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur 
pribadi.
- Posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg bersangkutan minta 
maaf & menyampaikan komitmen mengikuti peraturan yang berlaku.
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]

Daftarkan email anda pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Agar dapat melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke