Jumat, 26 Juli 2013 03:13

Emosi warga tak tertahankan lagi. Begitu mengetahui ada komplotan mencuri
tiga ekor ternak masyarakat, warga pun langsung mengambil tindakan
menangkap komplotan itu. Dari enam tersangka, dua berhasil dibekuk.
Keduanya dihajar massa. Satu di antaranya tewas dan satu lagi menderita
luka-luka.

SOLOK, HALUAN — Setelah meng­gasak tiga ekor sapi, akhir­nya seorang
anggota komplotan pencuri ternak masyarakat (Peter­mas) tewas setelah
dihajar massa. Peristiwa ini terjadi di Jorong Data Nagari Aia Dingin
Keca­matan Lembah Gumanti Kabupaten Solok Kamis (24/07) dini hari.

Tersangka pencuri ini yang tewas ini bernama Ardanis alias Antis (36) warga
Padang Dama Nagari Cupak Kecamatan Gu­nung Talang. Antis meregang nyawa
akibat luka-luka pen­darahan di sekujur tubuhnya, setelah babak belur
dihajar ratusan massa yang memergoki aksinya mencuri tiga ekor sapi bersama
5 rekannya.

Teman Antis bernama Ardi­son  alias Icong (36) warga Balai Pandan Cupak,
masih bernasib mujur. Dia  luput dari maut dan hanya menderita luka luka.

Icong berhasil diselamatkan petugas Polres Solok dari amu­kan massa.
Sedangkan empat teresangka lain berhasil kabur dari kepungan  massa yang
melakukan penyergapan kom­plotan ini di sekitar kawasan Tambang Gadang
selepas subuh.

Mobil L 300 warna hitam yang dipakai kawanan bandit malam hari itu, setelah
ringsek dirusak masa lalu dibakar hing­ga hangus.

Informasi yang berhail di­rang­­kun Haluan menyebutkan, Kamis dini hari
itu, warga Nagari Aia Dingin yang pulang dari Masjid Batang Hari usai
mengikuti acara MTQ men­curigai gerombolan pencuri ternak yang terlihat
berkeliaran di sekitar wilayah mereka.

Dugaan warga benar. Warga pun lalu saling berkoordinasi satu

dengan yang lain. Dalam sekejap ratusan warga sudah berkumpul lalu
mengepung komplotan pencuri ternak tesebut.

Namun 4 orang dari anggota kawanan pencuri ternak berhasil meloloskan diri
dari kepungan massa. Dua berhasil ditangkap masing-masing Ardanis dan
Ardison. Keduanya inilah yang kemudian menjadi sasaran amuk massa tanpa
ampun.

Warga yang kesal juga sempat menyeret kedua tersangka dari sekitar tempat
mereka berkeliaran saat itu, untuk diarak dan diper­mak dengan berbagai
senjata tumpul dan senjata tajam lainnya.

Kapolsek Lembah Gumanti Iptu Handi Satri dan anggotanya dibantu Dalmas
Polres Solok yang tiba ke lokasi kejadian, harus bersusah payah menenangkan
massa yang sudah terlanjur emosi terhadap komplotan penjahat ini.

Masa bahkan sempat mengin­terogasi tersangka untuk menge­tahui anggota
komplotan pencuri ternak tersebut, yang ditenggarai sudah sering kali
beraksi di sekitar kawasan Aia Dingin, Kecamatan lembah Gumanti sekitarnya.

Antis yang sempat dibawa petugas ke RSUD Arosuka kemu­dian dirujuk ke RSUP
M Djamil Padang. Tapi akibat luka parah yang dideritanya, nyawa Antis tak
tertolong lagi. Dia tewas di setelah mendapatkan perawatan. Sedang­kan
Ardison setelah menda­patkan pengobatan seperlunya di RSUD Arosuka,
kemudian diamankan petugas dalam sel tahanan Mapol­res Solok di Lubuk
Selasih.

Kapolres Solok AKBP Bambang Ponco Sutiarso didampingi Waka­poles KLompol
Sarminal dan Kasat Reskrim AKP Jerry kepada Haluan mengatakan, sejauh ini
petugas masih terus melakukan pengem­bangan penyelidikan terkait kasus
tersebut.

Dari tangan mereka, polisi mengamankan dua ekor sapi, sementara satu ekor
sapi telah dipotong. Selain itu, juga diamankan satu unit mobil jenis Colt
Diesel dengan nomor polisi BA8212 JO, yang sudah dibakar massa.

Menurut informasi yang diper­oleh oleh Kepala Bagian Operasional (KBO)
Satreskrim Polres Solok Arosuka Iptu Syafrudin di RSUP M Djamil Padang, dia
mendapatkan perintah dari atasannya untuk mendatangi lokasi kejadian
sekitar pukul 07.00 WIB.

“Saat tiba di lokasi, salah seorang tersangka terkapar di tengah jalan
dalam kondisi bersim­bah darah, dan dikerumuni warga. Melihat kejadian
tersebut, saya memberhentikan mobil yang sedang melintas di lokasi untuk
memba­wanya ke puskesmas terdekat,” kata Syafrudin.

Melihat kondisi Antis cukup berat di bagian kepala, maka dirujuk ke RSUD
Solok. Ternyata, pihak tim medis tidak sanggup menangani tersangka ini,
sehingga kembali dirujuk ke RSUP M Djamil Padang sekitar pukul 09.00 WIB,
dengan menggunakan Ambulance RSUD Solok.

Sesampai di RSUP M Djamil Padang sekitar pukul 09.30 WIB, langsung
ditangani oleh tim medis di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD). Setelah
menjalani proses perawatan, Antis warga Jorong Balai Panda, Nagari Cupak,
Keca­matan Gunung Talang, Kabupaten Solok, akhirnya tewas sekitar pukul
14.20 WIB, karena kondisinya kritis.

“Setelah tewas, Antis dibawa ke ruang jenazah untuk dilakukan otopsi.
Selain itu, kami telah menghubungi pihak keluarga untuk menjemput
jenazahnya,” jelasnya.

Sedangkan rekan tersangka bernama Icong, juga dihajar masya­rakat. Akan
tetapi, petugas cepat mengamankannya, sehingga tidak terlalu parah.
Kemudian Icong digelan­dang ke Mapolres Solok Arosuka.

Mobil Colt Diesel yang diduga digunakan tersangka dibakar mas­sa, dan
didorong ke dalam jurang. Sementara, dua ekor sapi dan satu ekor sapi yang
telah dipotong telah diamankan di Polres.

Informasi yang diperoleh Syaf­rudin di lokasi kejadian menye­butkan, dari
hasil pemeriksaan sementara, Icong sudah melakukan aksi yang sama sebanyak
tiga kali. Namun, petugas tidak percaya begitu saja. Sebab, selama bulan
Ramadan kasus pencurian ternak masyarakat ini sudah empat kali.

“Tiga lokasi Petermas, menurut Icong yakni di kawasan Kilan Sanak, Alahan
Panjang dan Galagah Muaro Paneh,” ujarnya lagi.

Menurut Icong, mereka mela­kukan pencurian tidak hanya berdua. Melainkan
masih ada rekan lainnya, yang berhasil kabur dari lokasi kejadian, dan saat
ini masih diburu petugas.

“Berdasarkan keterangan ter­sang­ka, kami telah mengantongi rekannya
berinisial “HK”, dan masih dalam pengejaran. Kemung­kinan, mereka ini
banyak jaringan­nya dalam aksi Petermas,” Syafruddin.

Terkait aksi Petermas di kawa­san Solok Arosuka, pihak kepolisian
sebelumnya sudah berupaya untuk menangkap kawanan Petermas. Akan tetapi,
selalu gagal saat menciduknya. Aksi yang dilakukan kedua tersangka tersebut
meru­pakan aksi yang kelima.

“Penangkapan sebelumnya gagal disebabkan kawanan tersebut memiliki
perantara yang mengin­formasikan ke pelaku Petermas untuk kabur,” jelasnya
lagi. (h/ris/nas)


http://harianhaluan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=25166:pencuri-ternak-tewas-diamuk&catid=2:sumatera-barat&Itemid=71

-- 
*
*
*Wassalam

*
*Nofend St. Mudo
37th/Cikarang | Asa: Nagari Pauah Duo Nan Batigo - Solok Selatan
Tweet: @nofend <http://twitter.com/#!/@nofend> | YM: rankmarola
*

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


Kirim email ke