Di youtube lai ado ambo manonton pencuri ternak ko di hajar massa babarapo
hari nan lalu...
Kuncinyo : pencuri ternak dihajar massa

Sasudah kanai tangan suok kida, sudah tu dielo sapanjang jalan.
Nan di elo tu kaduo kakinyo...jadi badannyo manggaleseh di tanah..
Kanai kaco, kanai rantiang, kanai karekel...kanai antahlah...
Sudah tu dinaikkan ka ateh pick up polisi..

Caro manaikkannyo :

Surang mamacik kakinyo, surang mamacik tangannyo..
Di ayun, sudah tu di loncekkan ka ateh pick up mode urang ma loncekkan
karuang bareh...
Hondeh...sabana ndak bantuak manusia lai doh urang ko jadinyo...
akibaik hukum ndak lai dihargoi karano penegak hukum ndak lai dipicayoi.....

*Salam dan Terima Kasih,*
*Dedi Suryadi*

_____________________________________________________________________________
                       *****    Sukses Seringkali Datang Pada Mereka Yang
Berani Bertindak Dan   *****
      ******Jarang Menghampiri Penakut Yang Tidak Berani Mengambil
Konsekuensi (Jawaharlal Nehru**)* *****
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
          "The Best Human Being Among of You is The Most Beneficial for The
Others" (Hadith by Bukhari)
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
****...."Kasihilah Yang Di Bumi, Maka Yang Di Langit Akan Mengasihimu...
".....*****
                  "Love What On Earth, Then What On Sky Will Love You ..."


Pada 26 Juli 2013 10.01, Nofend St. Mudo <[email protected]> menulis:

> Jumat, 26 Juli 2013 03:13
>
> Emosi warga tak tertahankan lagi. Begitu mengetahui ada komplotan mencuri
> tiga ekor ternak masyarakat, warga pun langsung mengambil tindakan
> menangkap komplotan itu. Dari enam tersangka, dua berhasil dibekuk.
> Keduanya dihajar massa. Satu di antaranya tewas dan satu lagi menderita
> luka-luka.
>
> SOLOK, HALUAN — Setelah meng­gasak tiga ekor sapi, akhir­nya seorang
> anggota komplotan pencuri ternak masyarakat (Peter­mas) tewas setelah
> dihajar massa. Peristiwa ini terjadi di Jorong Data Nagari Aia Dingin
> Keca­matan Lembah Gumanti Kabupaten Solok Kamis (24/07) dini hari.
>
> Tersangka pencuri ini yang tewas ini bernama Ardanis alias Antis (36)
> warga Padang Dama Nagari Cupak Kecamatan Gu­nung Talang. Antis meregang
> nyawa akibat luka-luka pen­darahan di sekujur tubuhnya, setelah babak belur
> dihajar ratusan massa yang memergoki aksinya mencuri tiga ekor sapi bersama
> 5 rekannya.
>
> Teman Antis bernama Ardi­son  alias Icong (36) warga Balai Pandan Cupak,
> masih bernasib mujur. Dia  luput dari maut dan hanya menderita luka luka.
>
> Icong berhasil diselamatkan petugas Polres Solok dari amu­kan massa.
> Sedangkan empat teresangka lain berhasil kabur dari kepungan  massa yang
> melakukan penyergapan kom­plotan ini di sekitar kawasan Tambang Gadang
> selepas subuh.
>
> Mobil L 300 warna hitam yang dipakai kawanan bandit malam hari itu,
> setelah ringsek dirusak masa lalu dibakar hing­ga hangus.
>
> Informasi yang berhail di­rang­­kun Haluan menyebutkan, Kamis dini hari
> itu, warga Nagari Aia Dingin yang pulang dari Masjid Batang Hari usai
> mengikuti acara MTQ men­curigai gerombolan pencuri ternak yang terlihat
> berkeliaran di sekitar wilayah mereka.
>
> Dugaan warga benar. Warga pun lalu saling berkoordinasi satu
>
> dengan yang lain. Dalam sekejap ratusan warga sudah berkumpul lalu
> mengepung komplotan pencuri ternak tesebut.
>
> Namun 4 orang dari anggota kawanan pencuri ternak berhasil meloloskan diri
> dari kepungan massa. Dua berhasil ditangkap masing-masing Ardanis dan
> Ardison. Keduanya inilah yang kemudian menjadi sasaran amuk massa tanpa
> ampun.
>
> Warga yang kesal juga sempat menyeret kedua tersangka dari sekitar tempat
> mereka berkeliaran saat itu, untuk diarak dan diper­mak dengan berbagai
> senjata tumpul dan senjata tajam lainnya.
>
> Kapolsek Lembah Gumanti Iptu Handi Satri dan anggotanya dibantu Dalmas
> Polres Solok yang tiba ke lokasi kejadian, harus bersusah payah menenangkan
> massa yang sudah terlanjur emosi terhadap komplotan penjahat ini.
>
> Masa bahkan sempat mengin­terogasi tersangka untuk menge­tahui anggota
> komplotan pencuri ternak tersebut, yang ditenggarai sudah sering kali
> beraksi di sekitar kawasan Aia Dingin, Kecamatan lembah Gumanti sekitarnya.
>
> Antis yang sempat dibawa petugas ke RSUD Arosuka kemu­dian dirujuk ke RSUP
> M Djamil Padang. Tapi akibat luka parah yang dideritanya, nyawa Antis tak
> tertolong lagi. Dia tewas di setelah mendapatkan perawatan. Sedang­kan
> Ardison setelah menda­patkan pengobatan seperlunya di RSUD Arosuka,
> kemudian diamankan petugas dalam sel tahanan Mapol­res Solok di Lubuk
> Selasih.
>
> Kapolres Solok AKBP Bambang Ponco Sutiarso didampingi Waka­poles KLompol
> Sarminal dan Kasat Reskrim AKP Jerry kepada Haluan mengatakan, sejauh ini
> petugas masih terus melakukan pengem­bangan penyelidikan terkait kasus
> tersebut.
>
> Dari tangan mereka, polisi mengamankan dua ekor sapi, sementara satu ekor
> sapi telah dipotong. Selain itu, juga diamankan satu unit mobil jenis Colt
> Diesel dengan nomor polisi BA8212 JO, yang sudah dibakar massa.
>
> Menurut informasi yang diper­oleh oleh Kepala Bagian Operasional (KBO)
> Satreskrim Polres Solok Arosuka Iptu Syafrudin di RSUP M Djamil Padang, dia
> mendapatkan perintah dari atasannya untuk mendatangi lokasi kejadian
> sekitar pukul 07.00 WIB.
>
> “Saat tiba di lokasi, salah seorang tersangka terkapar di tengah jalan
> dalam kondisi bersim­bah darah, dan dikerumuni warga. Melihat kejadian
> tersebut, saya memberhentikan mobil yang sedang melintas di lokasi untuk
> memba­wanya ke puskesmas terdekat,” kata Syafrudin.
>
> Melihat kondisi Antis cukup berat di bagian kepala, maka dirujuk ke RSUD
> Solok. Ternyata, pihak tim medis tidak sanggup menangani tersangka ini,
> sehingga kembali dirujuk ke RSUP M Djamil Padang sekitar pukul 09.00 WIB,
> dengan menggunakan Ambulance RSUD Solok.
>
> Sesampai di RSUP M Djamil Padang sekitar pukul 09.30 WIB, langsung
> ditangani oleh tim medis di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD). Setelah
> menjalani proses perawatan, Antis warga Jorong Balai Panda, Nagari Cupak,
> Keca­matan Gunung Talang, Kabupaten Solok, akhirnya tewas sekitar pukul
> 14.20 WIB, karena kondisinya kritis.
>
> “Setelah tewas, Antis dibawa ke ruang jenazah untuk dilakukan otopsi.
> Selain itu, kami telah menghubungi pihak keluarga untuk menjemput
> jenazahnya,” jelasnya.
>
> Sedangkan rekan tersangka bernama Icong, juga dihajar masya­rakat. Akan
> tetapi, petugas cepat mengamankannya, sehingga tidak terlalu parah.
> Kemudian Icong digelan­dang ke Mapolres Solok Arosuka.
>
> Mobil Colt Diesel yang diduga digunakan tersangka dibakar mas­sa, dan
> didorong ke dalam jurang. Sementara, dua ekor sapi dan satu ekor sapi yang
> telah dipotong telah diamankan di Polres.
>
> Informasi yang diperoleh Syaf­rudin di lokasi kejadian menye­butkan, dari
> hasil pemeriksaan sementara, Icong sudah melakukan aksi yang sama sebanyak
> tiga kali. Namun, petugas tidak percaya begitu saja. Sebab, selama bulan
> Ramadan kasus pencurian ternak masyarakat ini sudah empat kali.
>
> “Tiga lokasi Petermas, menurut Icong yakni di kawasan Kilan Sanak, Alahan
> Panjang dan Galagah Muaro Paneh,” ujarnya lagi.
>
> Menurut Icong, mereka mela­kukan pencurian tidak hanya berdua. Melainkan
> masih ada rekan lainnya, yang berhasil kabur dari lokasi kejadian, dan saat
> ini masih diburu petugas.
>
> “Berdasarkan keterangan ter­sang­ka, kami telah mengantongi rekannya
> berinisial “HK”, dan masih dalam pengejaran. Kemung­kinan, mereka ini
> banyak jaringan­nya dalam aksi Petermas,” Syafruddin.
>
> Terkait aksi Petermas di kawa­san Solok Arosuka, pihak kepolisian
> sebelumnya sudah berupaya untuk menangkap kawanan Petermas. Akan tetapi,
> selalu gagal saat menciduknya. Aksi yang dilakukan kedua tersangka tersebut
> meru­pakan aksi yang kelima.
>
> “Penangkapan sebelumnya gagal disebabkan kawanan tersebut memiliki
> perantara yang mengin­formasikan ke pelaku Petermas untuk kabur,” jelasnya
> lagi. (h/ris/nas)
>
>
>
> http://harianhaluan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=25166:pencuri-ternak-tewas-diamuk&catid=2:sumatera-barat&Itemid=71
>
> --
> *
> *
> *Wassalam
>
> *
> *Nofend St. Mudo
> 37th/Cikarang | Asa: Nagari Pauah Duo Nan Batigo - Solok Selatan
> Tweet: @nofend <http://twitter.com/#!/@nofend> | YM: rankmarola
> *
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
> Grup Google.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>
>
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


Kirim email ke