Ditulis oleh hirvan zued | Minggu, 28 Juli 2013 00:20

SUMATERA Barat provinsi yang kaya dengan danau. Ada lima danau di sini,
Danau Maninjau, Danau Singkarak, Danau Diatas, Danau Dibawah, dan Danau
Talang. Kecuali Danau Maninjau, empat danau lainnya terdapat di Kabupaten
Solok.

Karena itu, Solok adalah kabupaten yang kaya dengan danau di Sumatera
Barat. Bahkan, tiga danaunya, yaitu Danau Diatas, Danau Dibawah, dan Danau
Talang terletak di sebuah kawasan yang disebut Kawasan Danau Kembar.

Disebut Kawasan Danau Kembar, karena dua danau, yaitu Danau Diatas dan
Danau Dibawah terletak berdampingan yang jaraknya hanya sekitar 300 meter.
Kawasan ini lebih dulu dikenal sebagai objek wisata karena terletak di
pinggir jalan raya Padang-Muaralabuh-Kerinci. Sedangkan Danau Talang berada
sekitar 4,5 km dari kedua danau ini. Lokasinya yang berada di pinggang
Gunung Talang dan jauh dari jalan raya membuat danau ini juga pernah
dikenal sebagai objek wisata. Sayang letusan Gunung Talang dalam tiga tahun
terakhir membuat danau ini tak bisa dikunjungi, karena masih merupakan area
terlarang ke sana.

Meski memiliki tiga danau vulkanik ini, Pemerintah Kabupaten Solok menamai
kawasan yang terletak di Kecamatan Lembang Jaya dan Kecamatan Lembah
Gumanti ini sebagai Kawasan Wisata Danau Kembar.

Kawasan tersebut saat ini sedang dikembangkan sebagai objek wisata andalan.
Tidak saja objek wisata andalan Solok, bahkan juga andalan Sumatera Barat.

Untuk mencapai kawasan ini sangat mudah. Dari Kota Padang kita bisa naik
bus antarkota dalam provinsi menuju Alahan Panjang atau Muaralabuh dengan
ongkos Rp10.000.

Jarak 60 km ditempuh selama 1,5 jam dengan jalan yang berkelok-kelok. Dalam
perjalanan kita dapat melihat lokasi Pabrik PT Semen Padang yang merupakan
pabrik semen tertua di Sumatera dan hamparan perkebunan teh PT Perkebunan
Nusantara VI Kebun Danau Kembar. Jika perjalanan ditempuh dengan kendaraan
pribadi, hanya sekitar 1 jam.

Pemandangan Sepanjang Jalan

Menjelang sampai di lokasi udara akan terasa dingin dan kita sudah dapat
menyaksikan Danau Diatas di sebelah kanan dari jendela mobil. Jika dengan
bus umum kita harus turun di Pasar Simpang. Di sini ada dua simpang,
simpang di kanan dengan jalan menurun merupakan jalan ke Danau Diatas, di
mana danaunya terlihat dengan jelas karena berada di bawah.

Sedangkan simpang lainnya yang berada di kiri merupakan jalan mendaki.
Jalan ini menuju Danau Dibawah. Nama kedua danau yang kontradiktif dengan
lokasinya ini, sering membuat pengunjung bertanya, kenapa danau yang
terletak di atas bukit dinamakan Danau Dibawah, sedangkan yang berada di
bawah bukit atau di bawah jalan dinamakan Danau Diatas.

Itu karena meski terletak di atas bukit, ketinggian permukaan air Danau
Dibawah sama tingginya dengan dasar danau Danau Diatas.

Danau Diatas dengan luas 17,20 meter persegi, panjang 6,25 km dan lebar
2,75 km, permukaan airnya berada pada ketinggian 1.600 meter di atas
permukaan laut (m dpl). Danau ini cukup dangkal, dengan bagian terdalam
hanya 44 meter.

Sedangkan permukaan air Danau Dibawah berada pada ketinggian 1.566 mdpl.
Artinya, permukaan airnya sama tinggi dengan dasar air Danau Diatas. Namun,
danau yang memiliki luas 16.90 meter persegi, panjang 5,62 km dan lebar
3,00 km ini sangat dalam, yaitu 886 meter.

Begitu turun dari bus di Simpang kita bisa naik ojek ke Danau Diatas atau
Danau Dibawah. Tarifnya sama, yaitu Rp2.000. Biasanya pengunjung memilih
pergi ke Danau Diatas lebih dulu dengan karcis masuk Rp1.500 untuk
anak-anak dan Rp2.000 untuk dewasa.

Di sini ada sejumlah kapal motor angkutan milik pengusaha lokal yang
digunakan sebagai transportasi antar desa di sekitar danau. Kapal-kapal ini
alat vital bagi petani sayur dan buah di seberang danau untuk membawa hasil
pertaniannya ke Pasar Simpang. Dermaga kapal ini dikelola Angkutan Sungai,
Danau, dan Perairan (ASDP).

Setiap saat kita bisa ikut naik kapal ini menuju salah satu desa untuk
kemudian kembali dengan tarif pulang-pergi hanya Rp2.000. Kita bisa
menyaksikan luasnya Danau Diatas dengan bukit-bukit kecil yang merupakan
bagian Bukit Barisan yang mengelilinginya. Terlihat juga keramba ikan milik
penduduk.

Pada Minggu atau hari libur biasanya salah satu kapal ini melayani rute
wisata, yaitu keliling danau dengan tarif Rp5.000 per orang.

Tak jauh dari dermaga ada tempat yang sering dijadikan arena pemandian oleh
pengunjung, terutama anak-anak. Di sekitar itu juga ada lapangan kecil di
bawah rindang pohon pinus yang sering digunakan untuk berbagai kegiatan
oleh pengunjung.

Tak Bisa Keliling di Danau Dibawah

Berkeliling dengan kapal tidak bisa kita nikmati di Danau Dibawah. Danau
ini dikelilingi sejumlah bukit yang besar dan air danau sangat jauh dari
lokasi pemandangan yang dibangun pemerintah. Tak seperti di Danau Diatas,
kita tidak bisa menyentuhkan tangan atau kaki ke dalam air. Hanya saja
pemandangannya indah. Dari panorama ini kita juga bisa melihat Danau Diatas.

Di panorama Danau Diatas ini ada warung-warung kecil yang berjualan markisa
dan terung belanda sebagai buah-buahan khas daerah ini. Juga ada yang
menjual aneka bunga gunung di dalam pot kecil hingga besar. Satu pot
harganya Rp5.000 hingga Rp15.000.

Ada juga yang menjual bunga kering sari gunung untuk hiasan. Bunga kering
ini dikeringkan dari sejenis bunga rumput yang tumbuh di rawa di sekitar
danau. Bunga rumput ini hanya muncul sekali setahun di Danau Diatas. Cara
mengolahnya diambil dan dijemur, sehingga keluar sari bunganya. Seikat
harganya Rp5.000 sampai Rp15.000.

Usai melihat kedua danau ini, sebenarnya kita bisa pergi ke Danau Talang
yang terletak di atas bukit. Kita bisa menyewa ojek dengan tarif Rp10.000
pulang-pergi. Danau Talang luasnya 1,30 km per segi dengan panjang 1,5 km
dan lebar 88 m. Di Danau Talang udara terasa lebih dingin dan suasananya
sunyi.

Sayang, karena danau ini terletak dekat kawah Gunung Talang yang sedang
aktif dan sering meletus, kawasan ini sedang tertutup buat pengunjung.
Selain itu, pemandangan terakhir danau ini sudah tertutup abu letusan
Talang.

Kawasan Danau Kembar juga terkenal penghasil sayur-mayur seperti wortel,
kubis, dan kol bermutu tinggi. Selain itu juga penghasil buah markisa dan
terong belanda. Sedikitnya setiap tahun sekitar 45 ribu wisatawan domestik
berkunjung ke tempat ini. Namun kunjung wisatawan asing hanya sekitar 500
orang per tahun.

Pemerintah Kabupaten Solok saat ini sedang berupaya mengembangkan kawasan
ini menjadi objek wisata yang menarik. Pemerintah Kabupaten Solok sudah
membangun resort pinggir danau di Lembah Gumanti, yaitu salah satu sisi
terindah Danau Diatas.

Di sini ada convention hall berkapasitas 800 orang disewakan untuk berbagai
acara dengan tarif per hari Rp200 ribu. Sedangkan fasilitas penginapan, dua
vila besar tingkat dua dari semen dengan tiga kamar lengkap dengan ruang
tamu dan dapur dengan tarif Rp250 ribu per malam.

Selain itu ada dua vila kecil dari kayu dengan satu kamar. Tarif satu vila
per malam Rp125 ribu. Juga tersedia 10 cottage, yang tiap cottage tarifnya
Rp100 ribu per malam.

Pemkab Solok sedang mengembangkan kawasan wisata Danau Kembar yang memiliki
tiga danau ini menjadi kawasan wisata agro di mana pengunjung bisa
menikmati danau sambil menikmati pemandangan hamparan kebun sayur-mayur,
buah-buahan, dan perkebunan teh.

Perkebunan teh milik PT Perkebunan Nusantara VI sendiri yang hanya berjarak
sekitar 15 km dari Danau Kembar juga menjadi lokasi agrowisata. Di sini
tersedia guest house, lapangan tenis, lapangan bola, home stay, dan jalur
jalan kaki di tengah hamparan kebun teh yang terletak di lereng Gunung
Talang itu.

Sayang home stay sekarang tak lagi ada. Dua tahun lalu home stay masih
nyaman dengan sewa semalam Rp150 ribu sudah termasuk makan pagi. Karena tak
ada yang mengurus secara khusus di perusahaan, home stay ini terlantar.
Meski begitu, lokasi perkebunan teh ini ini sangat cocok digunakan sebagai
tempat liburan bersama keluarga. Bahkan hampir setiap akhir selalu ada
pelajar atau pegawai instansi yang berkembah di sana. (h/Wisata Sumatra)

http://harianhaluan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=25205:danau-di-atas-dan-danau-di-bawah&catid=39:lancong&Itemid=191

-- 
*
*
*Wassalam

*
*Nofend St. Mudo
37th/Cikarang | Asa: Nagari Pauah Duo Nan Batigo - Solok Selatan
Tweet: @nofend <http://twitter.com/#!/@nofend> | YM: rankmarola
*

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


Kirim email ke