Sebagai pembanding Sekilas saya menganalisa statemen dan argumen dari wacana ini ada tertangkap nada-nada orentalis yang berusaha memunculkan kerancuan dan keraguan dari pokok dan sumber utama dari ajaran Islam yaitu alQur’an : 1. Berusaha memojokkan dan mragukan kredibilitas sahabat Nabi saw yang dalam hal ini adalah sahabat Utsman yang notabene beliau adalah khalifah ketiga dan menantu Rasulullah saw yang mana Nabi pernah bersabda bahwasanya malaikat malu kepada Utsman ra. 2. Periode sahabat adalah periode pertama dari sanad (mata rantai) yang membawa sumber-sumber syariat sehingga sampai kepada kita sekarang ini, jika sanad pertama ini dianggap bermasalah maka mereka menggiring perspektif kita bahwa semua ajaran-ajaran yang sampai kepada kita itu diragukan. ( hal itu sangat jauh dari kebenaran) Jawaban saya : Jika kita menjadikan sejarah sebagai acuan dan sumber utama, maka versi dan redaksi dari sejarah itu sendiri sangat banyak dan beragam, namun satu hal yang mereka tidak sadari bahwa dalam Islam ada yang disebut sanad ( mata rantai) yang tidak boleh terputus dari sumber utamanya yaitu Rasulullah saw, sehingga dikenal dalam satu disiplin ilmu jarh wa ta’dil yang menganalisis karakter para perawi baik dalam segi emosional, intelektual dan spiritual sehingga kita mengetahui dalam ilmu hadits yang disebut shoheh, hasan , do’if, matruk, maudhu’ dsb.
Sampainya alQuran kepada kita saat ini adalah mutawatir yang artinya diriwayatkan oleh orang banyak dari orang banyak pula di setiap generasinya, dan sahabat yang menghafal alQuran masa itu dari kalangan sahabat sangat banyak sehingga kalaupun sahabat Utsman disangka menghilangkan beberapa ayat hal itu sangat jauh dari kemungkinan. Adanya sempalan ajaran yang menisbatkan dirinya kepada Islam yang menganggap bahwa para sahabat Nabi saw yang banyak diantaranya dijamin masuk surga telah murtad, dan ajaran ini sudah ditanggapi dengan keras, sehingga kita perlu extra hati-hati dalam mengambil informasi karena hal tersebut akan menyeret ke ranah aqidah. Saya menangkap dari ungkapan orang ini bahwa ada bentuk kesalah pahaman dalam memahami tasawwuf serta tidak mempelajari tasawwuf dari sumber yang shoheh. Wallahu A’lam > > Dari: Darwin Chalidi <[email protected]> > Kepada: pipin ahmad <[email protected]> > Dikirim: Selasa, 30 Juli 2013 9:26 > Judul: Fwd: Ayat Qur'an yang hilang? Re: [R@ntau-Net] Sains Quran > > Ada komentar mengenai diskusi ini ustad? > Darwin Chalidi -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
