Rabu, 31 Juli 2013 02:17

Setelah membunuh dua gadis yang dikenalnya lewat jejaring sosial facebook,
Wisnu Sadewa alias Brekele nekat menghabisi nyawanya sendiri dengan cara
gantung diri.  Kapolresta Bukittinggi belum berani menyimpulkan motif apa
di balik ini.

BUKITTINGGI, HALUAN — Secara mengejutkan, tersangka pembunuhan berencana
melalui jejaring sosial Facebook, Wisnu Sadewa (31) atau yang akrab disapa
Brekele, ditemukan tewas gantung diri di dalam ruang tahanan Lembaga
Pema­syarakatan (LP) Biaro, Selasa (30/7).

Diduga kuat Brekele mengakhiri hidupnya karena tertekan dan mengalami stres
tingkat tinggi.

Dari keterangan Kasubsi Bim­bingan Kemasyarakatan dan Kepe­rawatan
(Bimaswat) LP Biaro, Hendrizal F, awal tewasnya Brekele ditemukan oleh Deri
Sandra, seo­rang petugas kebersihan yang sedang dinas di Blok C, sekitar
pukul 07.30 WIB.

Brekele ditemukan tewas dalam kondisi masih tergantung meng­hadap ke
belakang di pintu kamar mandi, dengan mengenakan baju koko dan bercelana
pendek tanpa menggunakan alas kaki. Pada lehernya terjerat dua utas tali
sepatu yang digabung menjadi satu, semen­tara pada ujung jari kaki sedikit
menyentuh lantai. Lidah Brekele tampak terjulur ke depan dan sedikit
tergigit oleh giginya yang rapat.

“Brekele baru beberapa hari berada di LP Biaro. Ia masuk LP Biaro sekitar
pukul 11.00 WIB pada Jumat 26 Juli 2013 lalu. Di dalam LP, Brekele
ditempatkan di Blok C ruangan Masa Pengenalan Ling­kungan atau Mapenaling.
Di ruangan itu ada tiga kamar, Brekele ada di kamar tengah sendirian,
dengan ukuran kamar sekitar dua kali empat meter,” terang Hendrizal.

Hendrizal menjelaskan, terakhir petugas melihat Brekele pada Selasa (30/7)
dinihari sekitar pukul 01.00 WIB dalam keadaan sehat walafiat dan tidak ada
menam­pakkan gelagat aneh. Waktu itu petugas mengantarkan makanan dan
minuman untuk kebutuhan sahur para tahanan. Diduga Brekele gantung diri
antara pukul 01.10 WIB sampai pukul 07.00 WIB.

Hendrizal juga menjelaskan, Selama empat hari di LP Biaro, Brekele tidak
menampakkan ting­kah aneh dan cenderung agak pendiam. Juga tidak ada aksi
Brekele yang berusaha melakukan percobaan bunuh diri. Jadi wajar saja jika
petugas LP terkejut menemukan Brekele dalam kea­daan tak bernyawa.

Terkait tewasnya Brekele, Kejak­saan Negeri Bukitinggi akhirnya
menghentikan kasus pembunuhan itu. Menurut pengakuan Eva Susan­ti, salah
seorang jaksa yang ren­cananya menjadi Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam
kasus ini, berkas perkara pembunuhan beren­cana dengan tersangka Wisnu
Sadewa atau Brekele dinyatakan telah lengkap (P21) dan kasusnya telah
dilimpahkan dari kepolisian kepada kejaksaan.

Meski dakwaan yang tebalnya lebih dari 500 halaman telah dipersiapkan,
namun belum ada ketetapan yang dilakukan kejak­saan terkait penetapan
jadwal sidang. Rencananya, kasus Brekele akan mulai di mejahijaukan setelah
lebaran 2013 ini. Namun sebelum itu terjadi, Brekele telah duluan dipanggil
Yang Maha Kuasa.

Menyikapi masalah ini, Kapol­resta Bukittinggi AKBP Eko Nugro­hadi belum
bisa menyimpulkan apakah Brekele yang dulunya sopir angkutan perdesaan itu
murni bunuh diri atau tidak. Menurutnya, pihaknya sekarang sedang menung­gu
hasil otopsi yang dila­kukan di RSAM Achmad Mochtar Bu­kit­tinggi. Kapolres
juga belum berani menyimpulkan motif apa di balik kejadian ini. “Kami telah
melakukan olah Tempat Kejadian Perkara. Beberapa barang bukti juga telah
diamankan. Kami masih akan memeriksa beberapa orang saksi lagi terkait
tewasnya tersangka Brekele ini,” jelas Kapolres Eko.

Brekele yang membunuh dua korban itu ditetapkan sebagai tersangka
pembunuhan berencana dan ditangkap petugas sekitar pukul 16.00 WIB pada
Senin 29 April 2013. Brekele telah membunuh Rusyda Nabila (16) panggilan
Bila, warga Sungai Puar Agam, pada 20 Maret 2013 lalu. Jenazah korban
ditemukan Senin 29 April 2013 sekitar pukul 22.00 WIB di kawasan Pakan
Sinayan Kecamatan Banu­hampu Kabupaten Agam.

Tak hanya itu, petugas kepo­lisian juga menemukan jenazah korban lainnya
sekitar pukul 11.30 WIB pada hari Rabu 1 Mei 2013 di kawasan Lungguak Batu
Jorong Koto Gadang Kabupaten Agam. Jenazah itu adalah jasad Nefrida Yanti
(23), warga Kampung Caniago Tangah Jorong Balai Badak Nagari Batu Kambing
Kecamatan Ampek Nagari Kabupaten Agam.

Dalam melakukan aksinya, tersangka menggunakan jejaring sosial facebook.
Untuk membujuk agar bisa bertemu korban yang berjenis kelamin perempuan,
ter­sang­ka menggunakan nama palsu di facebook dengan nama perem­puan, yang
didukung dengan foto perempuan. Tersangka juga selalu minta nomor hp
korbannya lalu diajak ketemuan untuk dibunuh, lalu dirampas harta bendanya.

Kepada penyidik kepolisian, tersangka pembunuhan itu me­ngaku aksi
tunggalnya itu dilakukan untuk merampas seluruh harta yang dipakai
korbannya dengan cara apapun, termasuk dengan mem­bunuhnya. Tersangka juga
mengaku sangat membutuhkan uang banyak untuk biaya istrinya yang sedang
hamil.

Dalam kasus ini, tersangka dijerat pasal 340 jo 338 KUHP jo pasal 80 ayat 3
Undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Tersangka juga
bisa terancam hukuman mati atau penjara seumur hidup, karena telah
melakukan pembunuhan berencana.

Dari hasil penyelidikan petugas kepolisian bersama sejumlah operator
seluler, diketahui ada empat orang lainnya yang telah berjanji untuk
bertemu dengan tersangka. Diduga kuat empat orang itu menjadi target
pembunuhan tersangka. Namun sebelum terjadi, rencana jahat itu telah
digagalkan Polresta Bukittinggi. (h/wan)

http://harianhaluan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=25288:brekele-tewas-gantung-diri&catid=2:sumatera-barat&Itemid=71



-- 
*
*
*Wassalam

*
*Nofend St. Mudo
37th/Cikarang | Asa: Nagari Pauah Duo Nan Batigo - Solok Selatan
Tweet: @nofend <http://twitter.com/#!/@nofend> | YM: rankmarola
*

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


Kirim email ke