Adiak ambo Nofrins,

Apo chef bule tu lai acok makan Randang? Kalau lai acok, cocoklah kalimat
"the best rendang I've ever tested". Kalau baru sakali tu di cubonyo, tantu
kalimat itu indak pas.

Anyway, memang negara awak selalu kalah selangkah dengan negeri satapak
tangan tu. Apolai kalau dibandingkan dengan Sumbar.

*
-----------------------------------------------------------------------------------------------
*
*Selamat 'Idulfitri 1434 H Mohon Maaf Lahir Bathin Atas Kesalahan*
*dan Kekeliruan. Semoga Amal Ibadah Kita Diterima Allah SWT. Amin*

Wassalaamu'alaikum
Dutamardin Umar (aka. Ajo Duta),
17/8/1947, suku Mandahiliang, gala Bagindo
Gasan Gadang Pariaman - Tebingtinggi Deli -
Jakarta - Sterling, Virginia USA
------------------------------------------------------------


2013/8/2 Y. Napilus <[email protected]>

> Afdal dari Lokal KAPAU skrg udh Go International...! Congrats jg utk AGAM
> dan dukungan penuh dari Bupatinya...! Siapa Anthony Bourdain, silahkan
> tanya ke Mak Gugel...
>
> Rabu pagi kmrn sempat basuo sabanta di Jakarta, KF Seetoh masih penasaran
> dan bertanya lagi, kapan Rendang mau di daftarin ke UNESCO..? Satu lagi yg
> jadi pertanyaan oleh dia, NASI PADANG luar biasa popularitasnya di berbagai
> negara. Itu bisa jadi daya tarik Pariwisata lho kata dia. Buat promosi:
> "Mencoba Nasi Padang di negeri asalnya...!". Banyak orang yang bangga udah
> coba makan Pizza di negeri asalnya Itali. Dan banyak masakan terkenal
> lainnya, juga membuat orang berbondong-bondong mengunjungi negara asal
> makanan tsb.
>
> BTW, utk lebih memotivasi lebih luas dan lebih banyak lagi, Sumbar perlu
> juga gak memberi penghargaan utk orang-orang seperti Afdal yang telah ikut
> mengangkat harkat dan nama baik Ranah Minang ini...? Akankah jadi Budaya
> Positif jg di Sumbar soal harga menghargai ini...? Bukan hanya utk ini aja
> maksudnya. Cuman sekedar selembar kertas aja plus niat baik...:) Tks
>
> Salam,
> Nofrins
>
>
> Sumber:
> http://nationalgeographic.co.id/berita/2013/08/angkat-harkat-kuliner-kaki-lima-indonesia
>
> Angkat Harkat Kuliner Kaki Lima IndonesiaPengakuan dunia untuk *street
> food* kebanggan Indonesia.
>
> [image: rendang,daging,masakan]Rendang, masakan khas Sumatra Barat yang
> saat ini ternama di dunia. (Thinkstockphoto)
> Anthony Bourdain, *chef* dan penulis buku yang sudah melanglang benua
> demi 'kepuasan perut' alias pengalaman kuliner, mencicipi rendang dan nasi
> kapau masakan Pak Afdal, asal Kabupaten Agam, Sumbar, dalam World Street
> Food Congress (WSFC) 2013, di Singapura, pada awal Juni lalu.
>
> Komentar yang keluar dari mulut Bourdain adalah: *"This is the best *
> rendang* I've ever tasted in my life."*
> *
> *
> Kegiatan WSFC yang bertajuk "From Street Market to World Market" ini
> meliputi tiga komponen, (1) *street food jamboree* berupa festival
> makanan berlangsung selama 10 hari, (2) dialog 2 hari dihadiri ratusan
> delegasi dengan pembicara kelas dunia, dan (3) penghargaan yang dibagi
> untuk beberapa kategori dalam rangka memperkuat rekognisi di bidang makanan.
>
> Pada kesempatan yang disebutkan terakhirlah, World Street Food Council
> memberi penghargaan khusus kepada pihak-pihak yang dianggap berkontribusi
> dalam menempatkan kuliner—makanan dan jajanan— 'jalanan' ke citra derajat
> yang baru.
> Bersama George Quek, Chairman BreadTalk Group Singapura; CEO Eat and Eat
> Food Market Indonesia Iwan Tjandra meraih penghargaan Street Food
> Enterpreneur of the Year.
>
> Konsep *food market* yang diterapkan Iwan Tjandra pada tiap gerai Eat and
> Eat yang telah buka di Jakarta, Bekasi, Surabaya, dan Bali tersebut juga
> berhasil mendapat penghargaan Best Street Food Eatery Concept.
>
> [image: kuliner,makanan,kaki lima,wsfc,nasi kapau,rendang]Afdal (paling
> kiri) berpakaian adat Minang ketika menerima penghargaan sebagai Top 20
> Street Food Masters dari Dewan WSF, KF Seetoh (Singapura) dan Bondan
> Winarno (Indonesia).
> Sementara, "Nasi Kapau Afdal" akhirnya menjadi salah satu dari deretan 20
> nama penerima pengakuan Street Food Masters. Ada tiga pedagang atau
> pengusaha makanan Indonesia lain yang turut mendapatkan penghargaan ini
> yaitu "Soto Ayam Ambengan Pak Sadi Asli" dari Surabaya-Jawa Timur, "Sate
> Ayam Barokah Haji Basiri" dari Pasar Santa-Jakarta Selatan, serta "Nasi
> Campur Khas Bali Made Weti" dari Sanur-Bali.
>
> Beberapa* street food* Indonesia yang ikut diboyong meramaikan World
> Street Food Jamboree termasuk nasi kapau, kue pancong, kerang telor, sate
> kuah, soto tangkar, nasi campur manado.
> Pada acara penyerahan penghargaan di Jakarta (30/7), pakar kuliner Bondan
> Winarno berujar bahwa dengan kekayaan kuliner yang kita miliki, pun Jakarta
> seharusnya membidik atau menetapkan target untuk bisa meraih penghargaan
> World Best Street Food City pada tahun mendatang. Tahun ini, penghargaan
> disabet oleh Singapura.
>
> Bondan menilai, Singapura memang unggul untuk saat ini. "Saya *kepingin* 
> Jakarta
> menang pula di penghargaan satu ini. Sekarang Jakarta sudah menjadi
> pemusatan dari kuliner Nusantara, kaya ragam makanan. Jadikan pekerjaan
> rumah untuk kita semua, tidak perlu menunggu pemerintah," ungkap pria yang
> lebih dikenal dengan sapaan Pak Bondan itu.
> (*Gloria Samantha*)
>
>
>  --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
> Grup Google.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>
>
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


Kirim email ke