Luar biasa. Alah macam iko respon dan pengahrgaan dunia lua ka potensi kuliner 
nan ado dinagari awak. Tingga kini segenap lapisan masyarakat memahami bahwa 
potensi kuliner kito menjadi salah satu daya tarik untuak urang lua datang ka 
nagari awak. 

Namun peran dan perhatian serius dari pemerintah dan stake hoolder pariwisata 
sangat penting untuak mensoasialisasikan ka masyarakat tentang paralunyo 
memperhatikan pelayanan yang mambuek urang nan babalanjo sarato menimati 
kuliner nagari awak maraso pueh dan taragak untuak datang baliak. Harus ado 
program nyata  pemerintah khususnyo Agam untuak melakukan sosialisasi sapta 
pesonan dan sadar wisata ka masyarakat. Jan pengahargaan dan pengakuan dunia 
alah tapampang dan beritanyo alah mendunia  tapi masyarakat indak memahami dan 
ndak maraso ado kebanggaan. Peran media di Sumbar sebagai agen perubahan tak 
kalah penting untuak merobah paradigma masyarakat nan alah terlanjur lari dari 
sikap dasar masyarakat Minang nan terkenal ramah dan santun ka urang nan 
datang. 

Tanpa ado keseriusan pemerintah Agam untuak ma ambiak peran nyata, 
dikhawatirkan penghargaan nan alah mendunia justru akan menjadi bumerang nan ba 
akibat urang tobat untuak datang ka nagari awak. Semoga pak Bupati Agam sempat 
mambaco tulisanko.

Salam,


Ibnu Kamang 


Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: "Y. Napilus" <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Fri, 2 Aug 2013 05:39:09 
To: Milis SMA1Bkt<[email protected]>; RantauNet2 
Milis<[email protected]>; WSTB<[email protected]>; 
[email protected]<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [R@ntau-Net] Anthony Bourdain: "This is the best Rendang I've ever
 tasted in my life."

Afdal dari Lokal KAPAU skrg udh Go International...! Congrats jg utk AGAM dan 
dukungan penuh dari Bupatinya...! Siapa Anthony Bourdain, silahkan tanya ke Mak 
Gugel...


Rabu pagi kmrn sempat basuo sabanta di Jakarta, KF Seetoh masih penasaran dan 
bertanya lagi, kapan Rendang mau di daftarin ke UNESCO..? Satu lagi yg jadi 
pertanyaan oleh dia, NASI PADANG luar biasa popularitasnya di berbagai negara. 
Itu bisa jadi daya tarik Pariwisata lho kata dia. Buat promosi: "Mencoba Nasi 
Padang di negeri asalnya...!". Banyak orang yang bangga udah coba makan Pizza 
di negeri asalnya Itali. Dan banyak masakan terkenal lainnya, juga membuat 
orang berbondong-bondong mengunjungi negara asal makanan tsb. 

BTW, utk lebih memotivasi lebih luas dan lebih banyak lagi, Sumbar perlu juga 
gak memberi penghargaan utk orang-orang seperti Afdal yang telah ikut 
mengangkat harkat dan nama baik Ranah Minang ini...? Akankah jadi Budaya 
Positif jg di Sumbar soal harga menghargai ini...? Bukan hanya utk ini aja 
maksudnya. Cuman sekedar selembar kertas aja plus niat baik...:) Tks

Salam,
Nofrins


Sumber: 
http://nationalgeographic.co.id/berita/2013/08/angkat-harkat-kuliner-kaki-lima-indonesia

Angkat Harkat Kuliner Kaki Lima Indonesia
Pengakuan dunia untuk street food kebanggan Indonesia.

Rendang, masakan khas Sumatra Barat yang saat ini ternama di dunia. 
(Thinkstockphoto)
Anthony Bourdain, chef dan penulis buku yang sudah melanglang benua demi 
'kepuasan perut' alias pengalaman kuliner, mencicipi rendang dan nasi kapau 
masakan Pak Afdal, asal Kabupaten Agam, Sumbar, dalam World Street Food 
Congress (WSFC) 2013, di Singapura, pada awal Juni lalu.

Komentar yang keluar dari mulut Bourdain adalah: "This is the best rendang I've 
ever tasted in my life."

Kegiatan WSFC yang bertajuk "From Street Market to World Market" ini meliputi 
tiga komponen, (1) street food jamboree berupa festival makanan berlangsung 
selama 10 hari, (2) dialog 2 hari dihadiri ratusan delegasi dengan pembicara 
kelas dunia, dan (3) penghargaan yang dibagi untuk beberapa kategori dalam 
rangka memperkuat rekognisi di bidang makanan.

Pada kesempatan yang disebutkan terakhirlah, World Street Food Council memberi 
penghargaan khusus kepada pihak-pihak yang dianggap berkontribusi dalam 
menempatkan kuliner—makanan dan jajanan— 'jalanan' ke citra derajat yang baru.
Bersama George Quek, Chairman BreadTalk Group Singapura; CEO Eat and Eat Food 
Market Indonesia Iwan Tjandra meraih penghargaan Street Food Enterpreneur of 
the Year.

Konsep food market yang diterapkan Iwan Tjandra pada tiap gerai Eat and Eat 
yang telah buka di Jakarta, Bekasi, Surabaya, dan Bali tersebut juga berhasil 
mendapat penghargaan Best Street Food Eatery Concept.

Afdal (paling kiri) berpakaian adat Minang ketika menerima penghargaan sebagai 
Top 20 Street Food Masters dari Dewan WSF, KF Seetoh (Singapura) dan Bondan 
Winarno (Indonesia).
Sementara, "Nasi Kapau Afdal" akhirnya menjadi salah satu dari deretan 20 nama 
penerima pengakuan Street Food Masters. Ada tiga pedagang atau pengusaha 
makanan Indonesia lain yang turut mendapatkan penghargaan ini yaitu "Soto Ayam 
Ambengan Pak Sadi Asli" dari Surabaya-Jawa Timur, "Sate Ayam Barokah Haji 
Basiri" dari Pasar Santa-Jakarta Selatan, serta "Nasi Campur Khas Bali Made 
Weti" dari Sanur-Bali.

Beberapa street food Indonesia yang ikut diboyong meramaikan World Street Food 
Jamboree termasuk nasi kapau, kue pancong, kerang telor, sate kuah, soto 
tangkar, nasi campur manado.
Pada acara penyerahan penghargaan di Jakarta (30/7), pakar kuliner Bondan 
Winarno berujar bahwa dengan kekayaan kuliner yang kita miliki, pun Jakarta 
seharusnya membidik atau menetapkan target untuk bisa meraih penghargaan World 
Best Street Food City pada tahun mendatang. Tahun ini, penghargaan disabet oleh 
Singapura.

Bondan menilai, Singapura memang unggul untuk saat ini. "Saya kepingin Jakarta 
menang pula di penghargaan satu ini. Sekarang Jakarta sudah menjadi pemusatan 
dari kuliner Nusantara, kaya ragam makanan. Jadikan pekerjaan rumah untuk kita 
semua, tidak perlu menunggu pemerintah," ungkap pria yang lebih dikenal dengan 
sapaan Pak Bondan itu.
(Gloria Samantha)

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.



-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


Kirim email ke