Wa'alaikumsalamwarahmatullahiwabarakaatuh.

Saya ngak ngerti, harus mulai darimana tentang
maudhu'(topik)ini.

Saya hanya ingin menyampaikan saja. Kenapa kita sering
sekali mengambil jalan keluar dari suatu masalah
dengan kata-kata "Keluarkan, Bubarkan".

Saya sering ingat kata-kata suami saya dalam mendidik
kepribadian saya menjadi perempuan yang kuat dari
mulanya perempuan gampang lemah, dengan kata-kata
beliau :"Biasakan diri kita menghadapi masalah.
Permasalahan untuk dihadapi, bukan untuk dibawa lari.
Sekali kita lari dari masalah, dan tidak terbiasa
menghadapinya, kelak masalah-masalah yang datangpun
bisa lebih pelik dan lebih berat lagi dan akan selalu
kita bawa lari, bukan diatasi, dihadapi dan
diselesaikan dengan baik, dan benar".

Nasehat suami saya ini, sangat terpatri dalam hidup
saya. Apapun masalah, maka hadapilah. Menghadapi
krisis yang terjadi pada mahasiswa Unand, menghadapi
kejanggalan-kejanggalan yang terjadi pada apapun,
bukanlah lantas main lempar "BOM".

Saya sering mendengarkan dari teman saya(dosen Unand
juga saat ini), kalau Unand, memang bukan seperti dulu
lagi. Saya sewaktu di Indonesia, sering ke kampus
Unand, dari sisi bangunannya saja, saya kaget. Jauh
ketinggalan dari UIN Jakarta. 

Entahlah bagaimana mutu pendidikannya sekarang
ini.Yang pasti ponakan saya banyak kuliyah di Unand
itu. Ada yang tamat, berhasil juga sih.

Teman saya yang dosen ini, juga dulunya mahasiswa di
Unand juga, mengatakan:"Kalau UNAND sekarang dah
berbeda dari Unand dulunya"

Yang pasti, dari telinga saya sendiri saat saya
menaiki Bis Unand mo ke kampus dalamnya, beberapa
mahasiswa/i, asyik mencela dosennya, (kata-kata maaf,
Anjiang) sering sekali saya dengar, ngak dari sopir
angkot, ngak dari mahasiswa, ngak dari yang lain, saya
sangat risih mendengar kata-kata itu, yang saya rasa
perkataannya sangatlah tidak pantas diucapkan oleh
seorang mahasiswa. 

Gimanalah kalau kata-kata ini didengar sang dosennya
saya pikir. Saya benar-benar kaget kala itu.Apakah ini
krisis Akhlakulkarimah, ataukah Pendidikan REMAJA yang
kurang diperhatikan oleh ortu, masyarakat, bangsa ini?

Wassalamu'alaikum. Rahima.


--- Muzirman -- <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> 
> AssWrWB, Rekan Boby mohon kiranya rekan memperjelas
> sebagai mana
> adanya secara konkrit dan realible, usulan rekan utk
> membubarkan saja Unand.
> Saya ingin mendapat penjelasan scr menyeluruh bgmn
> sebenarnya Unand
> tsb dari rekan
> Boby, baik sbg warga Sumbar di Rantau atau Direktur
> KMW (Komite Minang
> Watch ??).
> 
> Wass. Muzirman,
> ========================================



      
____________________________________________________________________________________
Looking for last minute shopping deals?  
Find them fast with Yahoo! Search.  
http://tools.search.yahoo.com/newsearch/category.php?category=shopping

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet.
- Tuliskan Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting.
- Hapus footer & bagian yg tidak perlu, jika melakukan reply. 
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur 
pribadi.
- Posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg bersangkutan minta 
maaf & menyampaikan komitmen mengikuti peraturan yang berlaku.
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 

Daftarkan email anda pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Agar dapat melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke