Assalamu'alaikum Bu Rahima dan sidang palanta,

Untuk kasus UIN Jakarta mungkin agak spesial bu. Perubahan yang terjadi
semasa Rektor Azyumardi cukup fenomenal, baik fisik gedung dan status,
(jadi universitas dari institut). Kerja samanya dengan islamic dev bank
membuat pt ini mungkin yang terbesar, bahkan dibandingkan pt negeri
tersohor lainnya.

saya ingat gurauan Rektor Azyumardi ini (dalam suatu tulisan) ketika
membangun fakultas kedokteran UIN Jakarta: "saya mendowngrade pak Tajuddin
dari (mantan) Rektor Universitas Indonesia jadi dekan fakultas kedokteran
UIN."

demikian sekedar intermezzo

erwin z
bukan lulusan UIN

>
> Wa'alaikumsalamwarahmatullahiwabarakaatuh.
>
> Saya ngak ngerti, harus mulai darimana tentang
> maudhu'(topik)ini.
>
> Saya hanya ingin menyampaikan saja. Kenapa kita sering
> sekali mengambil jalan keluar dari suatu masalah
> dengan kata-kata "Keluarkan, Bubarkan".
>
> Saya sering ingat kata-kata suami saya dalam mendidik
> kepribadian saya menjadi perempuan yang kuat dari
> mulanya perempuan gampang lemah, dengan kata-kata
> beliau :"Biasakan diri kita menghadapi masalah.
> Permasalahan untuk dihadapi, bukan untuk dibawa lari.
> Sekali kita lari dari masalah, dan tidak terbiasa
> menghadapinya, kelak masalah-masalah yang datangpun
> bisa lebih pelik dan lebih berat lagi dan akan selalu
> kita bawa lari, bukan diatasi, dihadapi dan
> diselesaikan dengan baik, dan benar".
>
> Nasehat suami saya ini, sangat terpatri dalam hidup
> saya. Apapun masalah, maka hadapilah. Menghadapi
> krisis yang terjadi pada mahasiswa Unand, menghadapi
> kejanggalan-kejanggalan yang terjadi pada apapun,
> bukanlah lantas main lempar "BOM".
>
> Saya sering mendengarkan dari teman saya(dosen Unand
> juga saat ini), kalau Unand, memang bukan seperti dulu
> lagi. Saya sewaktu di Indonesia, sering ke kampus
> Unand, dari sisi bangunannya saja, saya kaget. Jauh
> ketinggalan dari UIN Jakarta.
>
> Entahlah bagaimana mutu pendidikannya sekarang
> ini.Yang pasti ponakan saya banyak kuliyah di Unand
> itu. Ada yang tamat, berhasil juga sih.
>
> Teman saya yang dosen ini, juga dulunya mahasiswa di
> Unand juga, mengatakan:"Kalau UNAND sekarang dah
> berbeda dari Unand dulunya"
>
> Yang pasti, dari telinga saya sendiri saat saya
> menaiki Bis Unand mo ke kampus dalamnya, beberapa
> mahasiswa/i, asyik mencela dosennya, (kata-kata maaf,
> Anjiang) sering sekali saya dengar, ngak dari sopir
> angkot, ngak dari mahasiswa, ngak dari yang lain, saya
> sangat risih mendengar kata-kata itu, yang saya rasa
> perkataannya sangatlah tidak pantas diucapkan oleh
> seorang mahasiswa.
>
> Gimanalah kalau kata-kata ini didengar sang dosennya
> saya pikir. Saya benar-benar kaget kala itu.Apakah ini
> krisis Akhlakulkarimah, ataukah Pendidikan REMAJA yang
> kurang diperhatikan oleh ortu, masyarakat, bangsa ini?
>
> Wassalamu'alaikum. Rahima.
>
>



--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet.
- Tuliskan Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting.
- Hapus footer & bagian yg tidak perlu, jika melakukan reply.
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur 
pribadi.
- Posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg bersangkutan minta 
maaf & menyampaikan komitmen mengikuti peraturan yang berlaku.
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]

Daftarkan email anda pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Agar dapat melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke