RENUNGAN DIHARI KEMERDEKAAN 17 AGUSTUS 2010
August 18, 2010 at 11:48am

Renungan dihari kemerdekaan 17 Agustus 2010
Apabila kamu bersyukur, maka pasti akan Kutambah nikmat-Ku untukmu dan bila 
kamu kufur maka siksa-Ku amatlah pedih (QS 14:7)


Aku masih duduk dibangku SR (Sekolah Rakyat) kelas 2 saat kemerdekaan ini 
datang. Setiap orang meneriakkan "Merdeka – Merdeka – Merdeka" . Kalau bertemu 
sebagai salam adalah "Merdeka". Setiap orang sibuk, pengambilan dan pengalihan 
kekuasaan dari tangan Jepang yang telah berkuasa 3 ½ tahun. Kekuasaan Jepang 
saudara tua tersebut telah selesai. Kita tak mendengar kata "Bagero" atau 
bertaiso tiap pagi lagi. Tapi rupanya kekalahan Jepang tsb. dimanfaatkan oleh 
tentara Belanda yang membonceng dengan Sekutu yang ingin kembali mengambil 
Negara jajahannya yang diambil oleh Jepang. Belanda dan orang-orang yang pro 
Belanda disebut NICA juga sibuk untuk kembali berkuasa. Mereka sekarang 
berhadapan dengan pemuda-pemuda yang sadar akan kemerdekaan tsb. Kalaulah 
terlambat saja sedikit Bung Karno dan Bung Hatta memproklamirkan kemerdekaan 
ini tentu sejarah akan berbeda. Kita tentu masih dibawah naungan Ratu Wilhemina 
dan Juliana dan lebih seperdua dari penduduk Indonesia yang 70 juta tsb. masih 
buta huruf.
Jepang membawa angin segar semua orang belajar Katakana dan Hirokana semua 
orang Indonesia belajar bahasa Jepang. Jepang ingin menJepangkan Indonsia. 
Budak-budak dan para pekerja paksa dibawa dari Indonesia. Penduduk kelaparan 
makan ubi dan jagung. Sekolah tetap sama seperti dizaman Belanda dan didesaku 
yang ada hanya SR 3 tahun. Kalau ungin melanjutkan harus jalan kaki 6 km 
kenegeri tetangganya. SR disini hanya sampai kelas 5. Sudah itu boleh 
menyambung kesekolah agama pesantren dan ujung-ujungnya menjadi pemimpin agama 
atau ulama. Sebelum kemerdekaan 1945 belum ada orang kampungku yang menjadi 
guru, menteri kesehatan apalagi profesi yang lain.
Kemerdekaan membawa perubahan dalam pendidikan. Muncullah nama-nama Mesteer 
Maria Ulfah Santoso wanita pertama dijajaran kabinet Sukarno. Ada Mesteer Laily 
Rusyad yang menjadi perwakilan RI di PBB. Maria Ulfah Santoso inilah wanita 
pertama menjadi idolaku. Aku ingin bersekolah tinggi. Perubahan yang paling 
terasa SR 3 tahun dikampungku dijadikan SD 6 tahun. MULO yang di Payakumbuh 
dijadikan SMP Negeri Payakumbuh yang satu-satunya di Luhak 50 Koto. Kalau dulu 
MULO tsb.  hanya menerima tamatan HIS (sekolah dasar Belanda) sekarang dapat 
menerima anak-anak orang biasa dari semua SD melalui ujian.
Guru-guru  dibutuhkkan banyak untuk memenuhi kebutuhan Sekolah Dasar 3 tahun 
yang menjadi 6 tahun. Ada kursus KGC (Kursus Guru Cepat) 3 bulan dan 6 bulan. 
Dua orang kakakku  masuk KGC dan mereka berdualah yang menjadi pionir memajukan 
SD dikampungku. Mata pelajaran tidak sebanyak sekarang kalau tidak salah hanya 
Berhitung, Ilmu Bumi, Sejarah, Bahasa Indonesia. Karena aku jagoan Berhitung 
maka dikelas 5 aku diizinkan untuk ikut ujian masuk SMP dan hasilnya 
mencengangkan. Aku menjadi satu-satunya wanita dari kampungku yang ikut ujian 
tsb.
1949
Seorang gadis kecil berumur 10 tahun berjalan cepat sambil berlari-lari kecil 
melangkahi pohon-pohon kelapa yang melintangi jalan raya. Pohon-pohon kelapa 
itu sengaja ditebang dan diletakkan melintang dijalan raya oleh para gerilya 
dan penduduk yang tidak ingin dijajah Belanda kembali. Tiap hari gadis kecil 
tersebut menempuh jarak 10 km dan pulang sorenya kedesanya lagi.  SMP yang ada 
adalah SMP Darurat yang jaraknya dengan kampungku 10 km. Kujalani pulang pergi 
tiap hari tersebut beberapa bulan tanpa alas kaki.  KMB (Konperensi Meja 
Bundar) menghentikan perjalanan pulang pergi ke SMP Darurat tersebut.
1950
Belanda terpaksa angkat kaki dari Indonesia berikut semua pengikutnya. Semua 
murid-murid dari SMP Darurat diterima di SMP Negeri dan karena Payakumbuh 
terlalu jauh diadakan filial SMP Payakumbuh di Dangung2 yang berjarak 10 km 
dari kampungku. Karena negeri telah aman maka aku tinggal menetap menompang 
dirumah salah seorang teman sekolahku.Dengan membawa bekal beras dan 
goreng-gorengan (biasanya goreng ubi dan maco atau ikan) aku tinggal mondok 
dari Senin pagi sampai Sabtu siang. Kami tak ada yang pakai alas kaki. 
Begitulah kujalani sampai kelas 2 SMP dan dikelas 3 kami pindah ke SMP Negeri 
Payakumbuh. Aku naik kelas 3 B dan aku masuk kelas 3 B2. Pemisahan Ilmu Pasti 
Alam dan Sosial telah diadakan dikelas 3 SMP.  Di Payakumbuh masih memasak 
sendiri sedangkan bekal dikirim dari kampung pakai pedati.  Aku masih memasak 
pakai kayu yang dicari dikebun-kebun dekat rumah tempat tinggalku.  Beberapa 
kali pindah rumah tanpa bantuan orang tua. Tidak membawa kasur dan tempat tidur 
cukup tikar, bantal, dan selimut belacu.  Ada 8 kelas SMP kelas tiga dan yang 
lulus hanya kira-kira 100 orang. Jadilah aku dikeluargaku yang menyelesaikan 
SMP. Sekolah yang menampung hanya tidak banyak  di Sumatra Tengah yaitu:
SMA Negeri Bukittinggi, SMA Negeri Padang ,SGA Negeri Padang Panjang , SGA 
Negeri Padang , SGTK  Padang, SGKP. Padang, SMEA Padang, SPMA Padang, STM 
Padang, KGB (1 tahun) di Payakumbuh.
Aku tidak diterima atau tidak berniat untuk masuk kesekolah-sekolah tersebut 
diatas. Aku menginginkan sekolah yang berikatan dinas. Disamping dapat uang 
saku kita juga tidak susah-susah mencari kerja. Syukur Alhamulillah waktu 
Menteri Pendidikan Prof. Moh. Yamin dibuka tahun 1952 SGA Negeri Payakumbuh dan 
aku menjadi murid pertama. Begitulah kujalani 3 tahun di SGA Negeri Payakumbuh 
dengan uang ikatan dinas sambil berhemat aku sudah  mandiri. Bayangkan diumurku 
yang ke 13 aku sudah punya penghasilan sendiri. Pada bulan Maret 1954 buyaku 
meninggal dunia dan mulailah kehidupan kami seperti apa adanya dan ditempa 
berjuang untuk meneruskan kehidupan.
 
Jadi kesimpulanku:
Kalau tak ada kemerdekaan apa yang kuperoleh sekarang tidak ada. Terima kasih 
untuk kedua orangtuaku, guru-guruku,  Presiden Soekarno dan Hatta yang 
memproklamirkan kemerdekaan dan syukur kehadirat Allah SWT yang membuat 
segalanya mungkin. Alhamdulillah
 
Singapore 17 Agustus 2010
Hayatun Nismah Rumzy

@Hayatun Nismah Rumzy#

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.

Kirim email ke