Pak Prof ambo tersanjung sabab ambo kiro iko bukan prestasi tapi sebuah perjuangan yang membuahkan hasil karena kita menyukuri nikmat Allah SWT. Terima kasih Prof ambo samakin membaik Alhamdulillah.
@Hayatun Nismah Rumzy# On 19 Agt 2013, at 08:43, [email protected] wrote: > Bundo,kan lai bulieh Ambo bacokan ka calon2 ahli Ahli Badah Saraf,karano Ambo > punyo wakatu utkmempresentasi kan tokoh2 sakali sapakan.Wassalamu'alaikum Wr. > Wb. > Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung > Teruuusss...! > From: [email protected] > Sender: [email protected] > Date: Mon, 19 Aug 2013 04:25:39 +0700 > To: [email protected]<[email protected]>; RantauNet > Mailing List<[email protected]> > ReplyTo: [email protected] > Subject: [R@ntau-Net] Makna Kemerdekaan Untukku > > RENUNGAN DIHARI KEMERDEKAAN 17 AGUSTUS 2010 > August 18, 2010 at 11:48am > > Renungan dihari kemerdekaan 17 Agustus 2010 > Apabila kamu bersyukur, maka pasti akan Kutambah nikmat-Ku untukmu dan bila > kamu kufur maka siksa-Ku amatlah pedih (QS 14:7) > > > Aku masih duduk dibangku SR (Sekolah Rakyat) kelas 2 saat kemerdekaan ini > datang. Setiap orang meneriakkan "Merdeka – Merdeka – Merdeka" . Kalau > bertemu sebagai salam adalah "Merdeka". Setiap orang sibuk, pengambilan dan > pengalihan kekuasaan dari tangan Jepang yang telah berkuasa 3 ½ tahun. > Kekuasaan Jepang saudara tua tersebut telah selesai. Kita tak mendengar kata > "Bagero" atau bertaiso tiap pagi lagi. Tapi rupanya kekalahan Jepang tsb. > dimanfaatkan oleh tentara Belanda yang membonceng dengan Sekutu yang ingin > kembali mengambil Negara jajahannya yang diambil oleh Jepang. Belanda dan > orang-orang yang pro Belanda disebut NICA juga sibuk untuk kembali berkuasa. > Mereka sekarang berhadapan dengan pemuda-pemuda yang sadar akan kemerdekaan > tsb. Kalaulah terlambat saja sedikit Bung Karno dan Bung Hatta > memproklamirkan kemerdekaan ini tentu sejarah akan berbeda. Kita tentu masih > dibawah naungan Ratu Wilhemina dan Juliana dan lebih seperdua dari penduduk > Indonesia yang 70 juta tsb. masih buta huruf. > Jepang membawa angin segar semua orang belajar Katakana dan Hirokana semua > orang Indonesia belajar bahasa Jepang. Jepang ingin menJepangkan Indonsia. > Budak-budak dan para pekerja paksa dibawa dari Indonesia. Penduduk kelaparan > makan ubi dan jagung. Sekolah tetap sama seperti dizaman Belanda dan didesaku > yang ada hanya SR 3 tahun. Kalau ungin melanjutkan harus jalan kaki 6 km > kenegeri tetangganya. SR disini hanya sampai kelas 5. Sudah itu boleh > menyambung kesekolah agama pesantren dan ujung-ujungnya menjadi pemimpin > agama atau ulama. Sebelum kemerdekaan 1945 belum ada orang kampungku yang > menjadi guru, menteri kesehatan apalagi profesi yang lain. > Kemerdekaan membawa perubahan dalam pendidikan. Muncullah nama-nama Mesteer > Maria Ulfah Santoso wanita pertama dijajaran kabinet Sukarno. Ada Mesteer > Laily Rusyad yang menjadi perwakilan RI di PBB. Maria Ulfah Santoso inilah > wanita pertama menjadi idolaku. Aku ingin bersekolah tinggi. Perubahan yang > paling terasa SR 3 tahun dikampungku dijadikan SD 6 tahun. MULO yang di > Payakumbuh dijadikan SMP Negeri Payakumbuh yang satu-satunya di Luhak 50 > Koto. Kalau dulu MULO tsb. hanya menerima tamatan HIS (sekolah dasar > Belanda) sekarang dapat menerima anak-anak orang biasa dari semua SD melalui > ujian. > Guru-guru dibutuhkkan banyak untuk memenuhi kebutuhan Sekolah Dasar 3 tahun > yang menjadi 6 tahun. Ada kursus KGC (Kursus Guru Cepat) 3 bulan dan 6 bulan. > Dua orang kakakku masuk KGC dan mereka berdualah yang menjadi pionir > memajukan SD dikampungku. Mata pelajaran tidak sebanyak sekarang kalau tidak > salah hanya Berhitung, Ilmu Bumi, Sejarah, Bahasa Indonesia. Karena aku > jagoan Berhitung maka dikelas 5 aku diizinkan untuk ikut ujian masuk SMP dan > hasilnya mencengangkan. Aku menjadi satu-satunya wanita dari kampungku yang > ikut ujian tsb. > 1949 > Seorang gadis kecil berumur 10 tahun berjalan cepat sambil berlari-lari kecil > melangkahi pohon-pohon kelapa yang melintangi jalan raya. Pohon-pohon kelapa > itu sengaja ditebang dan diletakkan melintang dijalan raya oleh para gerilya > dan penduduk yang tidak ingin dijajah Belanda kembali. Tiap hari gadis kecil > tersebut menempuh jarak 10 km dan pulang sorenya kedesanya lagi. SMP yang > ada adalah SMP Darurat yang jaraknya dengan kampungku 10 km. Kujalani pulang > pergi tiap hari tersebut beberapa bulan tanpa alas kaki. KMB (Konperensi > Meja Bundar) menghentikan perjalanan pulang pergi ke SMP Darurat tersebut. > 1950 > Belanda terpaksa angkat kaki dari Indonesia berikut semua pengikutnya. Semua > murid-murid dari SMP Darurat diterima di SMP Negeri dan karena Payakumbuh > terlalu jauh diadakan filial SMP Payakumbuh di Dangung2 yang berjarak 10 km > dari kampungku. Karena negeri telah aman maka aku tinggal menetap menompang > dirumah salah seorang teman sekolahku.Dengan membawa bekal beras dan > goreng-gorengan (biasanya goreng ubi dan maco atau ikan) aku tinggal mondok > dari Senin pagi sampai Sabtu siang. Kami tak ada yang pakai alas kaki. > Begitulah kujalani sampai kelas 2 SMP dan dikelas 3 kami pindah ke SMP Negeri > Payakumbuh. Aku naik kelas 3 B dan aku masuk kelas 3 B2. Pemisahan Ilmu Pasti > Alam dan Sosial telah diadakan dikelas 3 SMP. Di Payakumbuh masih memasak > sendiri sedangkan bekal dikirim dari kampung pakai pedati. Aku masih memasak > pakai kayu yang dicari dikebun-kebun dekat rumah tempat tinggalku. Beberapa > kali pindah rumah tanpa bantuan orang tua. Tidak membawa kasur dan tempat > tidur cukup tikar, bantal, dan selimut belacu. Ada 8 kelas SMP kelas tiga > dan yang lulus hanya kira-kira 100 orang. Jadilah aku dikeluargaku yang > menyelesaikan SMP. Sekolah yang menampung hanya tidak banyak di Sumatra > Tengah yaitu: > SMA Negeri Bukittinggi, SMA Negeri Padang ,SGA Negeri Padang Panjang , SGA > Negeri Padang , SGTK Padang, SGKP. Padang, SMEA Padang, SPMA Padang, STM > Padang, KGB (1 tahun) di Payakumbuh. > Aku tidak diterima atau tidak berniat untuk masuk kesekolah-sekolah tersebut > diatas. Aku menginginkan sekolah yang berikatan dinas. Disamping dapat uang > saku kita juga tidak susah-susah mencari kerja. Syukur Alhamulillah waktu > Menteri Pendidikan Prof. Moh. Yamin dibuka tahun 1952 SGA Negeri Payakumbuh > dan aku menjadi murid pertama. Begitulah kujalani 3 tahun di SGA Negeri > Payakumbuh dengan uang ikatan dinas sambil berhemat aku sudah mandiri. > Bayangkan diumurku yang ke 13 aku sudah punya penghasilan sendiri. Pada bulan > Maret 1954 buyaku meninggal dunia dan mulailah kehidupan kami seperti apa > adanya dan ditempa berjuang untuk meneruskan kehidupan. > > Jadi kesimpulanku: > Kalau tak ada kemerdekaan apa yang kuperoleh sekarang tidak ada. Terima kasih > untuk kedua orangtuaku, guru-guruku, Presiden Soekarno dan Hatta yang > memproklamirkan kemerdekaan dan syukur kehadirat Allah SWT yang membuat > segalanya mungkin. Alhamdulillah > > Singapore 17 Agustus 2010 > Hayatun Nismah Rumzy > > @Hayatun Nismah Rumzy# > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti > subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup > Google. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim > email ke rantaunet+berhenti [email protected] . > Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti > subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup > Google. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim > email ke rantaunet+berhenti [email protected] . > Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
