Assa.wr.wb.

Urang awak kalau mangecek acok indak maliek datam atau asal bunyi sajo. Bank 
Mandiri tahu lalu alah marekrut khusus karyawan dari alumni Unand nan diadokan 
di Padang. Tapi apo nan tajadi, dan didapek sampai wawancara akhir hanyo 
babarapo urang sajo, dek karana kualitas tamatan nan indak lolos tes.
Waktu tes pengetahuan umum sajo hanyo tasiso 
60 an urang dari ratusan, alun psiko test, wawancara. Jadi kualitas alumni 
Unand memang payah. Dibandingkan ambo dulu tahun 1982, dari Padang sebagai 
alumni ekonomi Unand , test di babarapo Bank di Jakarta, 2 bank manarimo ambo, 
tapi tapaso ciek ambo tulak.

Jadi jan menyebarkan isu. Kalau utak memang tak mampu labiah elok manggaleh 
sajo, sia tahu bisa jadi Khairul Tanjung 20 tahun lai.

Bank Mandiri ala manyumbang sekian miliar untuak Laboratorium kedokteran Unand 
dan diresmikan Desember nan lalu. Apo ala ado Bank lain nan pernah manyumbang 
samacam tu.

Jadi jan mamburuakan Bank Mandiri. Dana Unand di Mandiri indak sabarapo 
dibandiang Universitas Negeri lain. Jadi pihak Unand pun indak ado reciprocal 
services.

Ambo pernah bulan puaso maagiah ceramah pasar modal tahun lalu untuak mahasiswa 
komunitas POJOK BEJ. Indak satupun dosen nan datang, indak apresiasi samo 
sakali. Padohal ambo dibiayai dek perusahaan untuak datang, hotel pesawat, uang 
makan.

Jadi memang payah lah Unand kini. Tarutamo para dosennyo. Walaupun itu 
almamater ambo juo. Kualitas moral paralu diperbaiki.




Boby Lukman <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Assalamualaikum....
  
Pak Syaf, Uda Riri, Uda Zulidamel dan Mak Uncu  di nagari urang nan ambo 
hormati sarato dunsanak lainnya...
   
  Ambo agak tacangang katiko mambaco tulisan Uda Zulidamel yang manyabuikkan 
agar awak (orang Minang) membuat perlawanan agar terhadap Bank Mandiri dengan 
menarik account kita disana dan memidahkan ke bank lain.
   
  Saya kurang setuju dengan itu, terlalu emosional hal itu kita lakukan. Saya 
justru setuju dengan usulan Pak Syaf, agar para petinggi kita seperti kakanda 
Patrialis Akbar, Irwan Prayitno dan anggota DPD Pak Mochtar Naim melakukan lobi 
kepada Bank mandiri untuk kembali memasukkan Unand dalam daftar universitas 
yang alumninya diizinkan mendaftar dalam tes penerimaan karyawan di bank 
tersebut. 
   
  Meski saya  tidak yakin hal itu akan dilakukan, karena pada saat ini 
urusan/kepentingan sendiri jauh lebih berat daripada urusan kampung (maaf untuk 
Uda Patrialis, Uda Irwan dan pak Mochtar) tapi tidak salah rasanya kita 
berharap pada mereka mereka ini. 
   
  Unand seperti yang saya sampaikan sebelumnya, ketika postingan ini dituliskan 
oleh sanak Ronal, memang tidak ada apa apanya. Kita hanya dinina bobokkan oleh 
sejarah bahwa Unand adalah univedrsitas tertua, saya termasuk orang yang tidak 
setuju sejarah selalu dijadikan sebagai alasan untuk menatap masa depan, 
sejarah biarlah untuk kta ketahui dan kita jadikan pelajaran. Apalagi hanya 
soal sebagai sebuah prestise sebagai universitas tertua. 
   
  Kenyataan banyak kok anak anak Unand saat ini kalah bersaing dengan anak anak 
lain. Jangankan dalam soal kualitas lulusan, dalam daftar pilihan Universitas 
yang akan  dimasuki selepas SMA saja Unand tidak masuk dalam daftar prioritas 
lulusan SMA kita...
  Mereka lebih suka kuliah di Trisakti Jakarta, Atmajaya, Binus atau 
parahyangan dan UII di Jogja daripada kuliah di Unand. pilihan pertama mereka 
bukan Unand. mari kita lihat. saya rasa Di Diknas ada data itu. 
   
  Artinya apa..? memang sebuah kenyataan pahit saat ini bahwa Unand sudah tidak 
lagi jadi favorit bahkan oleh anak dalam Sumbar sendiri. 
   
  Di Padang saja misalnya kawan kawan saya mengatakan bahwa Unand saat ini 
bersaing dengan UPI. Bahkan Bung Hatta saja sudah tertinggal jauh. 
   
  Saya rasa kita perlu duduk bersama antara semua komponen masyarakat, Unand 
selaku tuan rumah, Gubernur, kepala dians pendidikan, masyarakat minang di 
perantauan dan lainnya untuk bersama  sama mencari solusi untuk memikirkan ini. 
   
  Saya kira Uda Zulidamel setuju dengan usul saya daripada menarik account di 
Bank Mandiri dan membuat bank itu bangrut karena penarikan dana dalam jumlah 
yang besar dari warga Minang. he he he..
   
  Sekian dan banyak maaf........
  
Boby Lukman Piliang
(sadang ngidam lapek pisang bagulo saka)

           

---------------------------------
Never miss a thing.   Make Yahoo your homepage. 
  
 


       
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet.
- Tuliskan Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting.
- Hapus footer & bagian yg tidak perlu, jika melakukan reply. 
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur 
pribadi.
- Posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg bersangkutan minta 
maaf & menyampaikan komitmen mengikuti peraturan yang berlaku.
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 

Daftarkan email anda pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Agar dapat melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke