Adinda Andiko Sutan Mancayo n.a.h dan a.c. Puisi (*Sumba : Tolong Sematkan Rinduku*) nan mancogok malalui palanta r@ntaunet ko, mambuek ambo takajuik, dan lansuang takana ka zaman saisuak, kutiko ambo mancibo pulo "basitungkin" mampaturikan darah seni anak ramaja Jakarta (1976-1984).
Sakitar 42 (ampek puluah duo) tahun nan laloe, penyair asa Bukiktinggi (gadang di Pekalongan, Jawa Tengah) nan banamo Taufiq Ismail alah mambuek puisi nan manyabuik namo Umbu. Umbu di siko sacaro jaleh Taufiq mambari tahu ka urang banyak kamudian, bahaso urang nan dimukasuiknyo adolah* Umbu Landu Paranggi*, nan kini baumua 70 tahun manjadi "panjago gawang' rubrik Apresiasi di harian* Bali Post*, Denpasar, Bali. Umbu ko penyair nan sabanapenyair. Buliah dikatokan kredo baliau "hiduik dan mati den untuak puisi..!!!" Ambo indak kamancurigai macam-macam ateh puisi Andiko di ateh. Kalau buliah Si m.m batanyo, apokoh Andiko panah basuo jo Umbu? Panah mambaco pusi *Ladang Jagung* karya Taufiq Ismail di bawah ko? Kalau ambo, tarakhie basuo dan mangecek jo Umbu, iyo kutiko baliau dipanggia dek DKJ mambacokan sajaknyo di Teater Arena TIM, tahun 1977. Sudah tu kami indak panah lai basuo face to face, karano ambo alah dibaok nasib bakarajo di kapa tanker mambaok BBM dari palabuhan ka palabuhan di Nusantara dan lintas negara. Cibolah komunitas r@ntaunet nikmati puisi Taufiq Ismail nan ambo ketik ulang sacaro langkok, di bawah ko. *BERI DAKU SUMBA* Di Uzbeksisten, ada padang terbuka dan berdebu Aneh, aku jadi ingat pada Umbu Rinduku pada Sumba adalah rindu padang-padang terbuka Di mana matahari membusur api di atas sana Rinduku pada Sumba adalah rindu peternak perjaka Bilamana peluh dan tenaga tanpa dihitung harga Tanah rumput, topi rumput dan jerami berkas rumput Kleneng genta, ringkik kuda dan teriakan gembala Berdirilah di pesisir, matahari ‘kan terbit dari laut Dan angin zat asam panas mulai dikipas dari sana Beri daku sepotong daging bakar, lenguh kerbau dan api malam hari Beri daku sepucuk gitar, bossa-nova dan tiga ekor kuda Beri daku cuaca tropika, kering tanpa hujan ratusan hari Beri daku ranah tanpa pagar, luas tak terkata, namanya Sumba Rinduku pada Sumba adalah rindu seribu ekor kuda Yang turun menggemuruh di kaki bukit-bukit yang jauh Sementara langit bagai kain tenunan tangan, gelap coklat tua Dan bola api, merah padam, membenam di ufuk tuduh Riinduku pada Sumba adalah rindu padang-padang terbuka Di mana matahari membusur api, cuaca kering dan ternak melenguh Rinduku pada Sumba adalah rindu seribu ekor kuda Yang turun menggemuruh di kaki bukit-bukit yang jauh. 1970 (*Tufiq Ismail, *dari kumpulan puisi* SAJAK LADANG JAGUNG, *Jakarta 1975* *) Salam kreatif buek Andiko Sutan Mancayo . *mm**** Pada 21 Agustus 2013 19.08, Andiko <[email protected]> menulis: > Sumba : Tolong Sematkan Rinduku > > Andiko Sutan Mancayo > > Melepas angan terbang > ketika jiwa berangkat > pada malam yang sakral > mendaki > tiang-tiang kapal > dan tali-temali > di pelabuhan kecil > Waingapu > > Duhai Rambu > ceritakanlah padaku tentang > lautan yang berangkat naik > hingga karang-karang > bahkan siput > menyembah bulan di perbukitan > > Begitu pula kau Umbu > lecutlah kuda sampai batas > horizon > mari sisiri sepinya kampung-kampung tua > maju berderap > hingga padang-padang savana > kemudian hiruk pikuk > > Duduklah disini > wahai saksi peradaban > mari kita bentang > ketika para raja kembali > pada setiap ikatan tenunan > dan tetesan jelaga > mewarnai panggung sejarah > > Ajaklah jiwaku terbang > memintas padang-padang > bawalah segala sukma > menari pada pucuk-pucuk > rerumputan > > Sumba, tolong sematkan segala rindu > dan teriakkan pada > para lelaki berkuda > di arena Pasola > > Jakarta, 18 Maret 2011 > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari > Grup Google. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . > Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
