Hehehe..itu si sutan mudo Proff.."Baranak ampek den nanti juo" Mbo ndak do lai ka mananti alah "sutan tuo" :-)
Alhamdulillah segala puji syukur pada Allah SWT,,, itu rajaki kami dapek anak ampek Proff..nan basuo jo Prof di Sikuai no 3 jo no 4 Lai hapa dan bisa proff manyanyikan "mudia arau" tu Wass-Jepe, L- 48 ThnPowered by Telkomsel BlackBerry® -----Original Message----- From: [email protected] Sender: [email protected] Date: Thu, 5 Sep 2013 13:35:09 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [R@ntau-Net] Cerita Ringan "Kuliner Balita" Jepe ba anak ampek apo dek karano lague "mudiek Arau"nyo Cek Uniang? (Baranak ampek dinanti juo) he 3x. Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...! -----Original Message----- From: "JePedotCom" <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Thu, 5 Sep 2013 07:44:56 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: [R@ntau-Net] Cerita Ringan "Kuliner Balita" Cerita Ringan "Kuliner Balita" Dalam tugas kelapangan terutama ke desa-desa atau kampung-kampung kadang juga saya amati ketika ibu dan anak-anak (terutama Balita) berkumpul di sebuah Puskesmas atau tempat "dadakan" (tidak permanen) para ibu-ibu membawa balitanya apakah untuk imunisasi, timbang berat,kasih vitamin dan lain-lain yang berhubungan dengan kesehatan bayi. Sedikit yang herannya saya, kenapa balita tsb lebih banyak dicekoki dengan bubur-bubur instan sebuah produk (bisa jadi ini pesan sponsor untuk produk makanan padat buat bayi yang beraneka ragam dan merek), sambil bercengkrama ibu-ibu yang membawa balitanya biasa dikasih bubur instan produk tertentu dalam pemakiannya tentu sangat praktis dan "gak ribet" tinggal tuangkan dalam satu wadah lalu diseduh air panas maka makanan padat/bubur balita siap dikonsumsi. Lalu saya amati alam sekitar kampung tersebut yang cukup tersedia dialam ikan-ikanan dan belut serta udang yang sekira sumber protein, vitamin dan bernilai gizi tinggi buat perkembangan tubuh dan otak balita, kenapa ibu2 yang punya balita ini tidak memanfaatkannya buat makanan padat/bubur ketika bayi mereka sudah mulai diberikan asupan makanan yang padat (usia 1-3 tahun) dalam bentuk bubur nasi tim atau sejenisnya ikan-ikanan dan belut tersebut. Saya jadi ingat ke empat anak saya ketika balita, lebih cendrung mengasih makanan padat bubur tersebut berupa nasi tim yang dicampur dengan serpihan daging belut atau daging ikan segar baik sungai atau laut yang dihaluskan sedemikian rupa dengan sedkit memberikan sentuhan rasa "enak" alami seperti rebusan daun bawang dan seledri serta sayuran lain sebut saja wortel dan bayam, lalu diblender halus dengan nasi bubur. Jarang kami memberikan produk bubur instan buat balita, kalaupun ada hanya alasan praktis saja seperti dalam perjalanan. Saya meyakini serpihan daging belut dan ikan-ikanan ini sangat bagus buat pertumbuhan otak dan perkembangan balita dan itu terbukti rasa-rasanya anak kami saat balita cukup sehat serta jarang sakit yang harus dibawa kedokter, kalau sudah berurusan dengan dokter saat balita sakit tentunya sudah berurusan dengan obat-obatan kimiawi (farmasi) sesuai sakit yang dideritanya dengan dosis tertentu yang ditetapkan oleh dokter melalui resep yang harus kita tebus di apotik. Pengalaman saya dengan 4 orang anak saya saat balita ketika mulai makan padat berupa nasi tim baik yang sangat halus atau sudah sedikit padat (sesuai usia) disamping ASI itu bukan sesuatu yang sulit juga dimakan bagi balita, karena bagi balita tingkat rasa "enak dan tidak enak " belum terlalu sensitif dibandingkan ketika sudah menginjak usia 5,6 atau 7 tahun yang sudah bisa bilang sebuah makanan/menu "ini enak, ini gak enak".Ketika indra perasa balita sudah terbiasa dari awal semisal nasi tim serpihan daging belut maka selanjutnya sudah permanen dilidahnya artinya tidak ada lagi penolakan si balita dalam waktu tertentu setiap hari "dicekoki" kemulutnya bubur ini. Nah kenapa di kampung-kampung itu malah sepertinya merasa lebih "modern atau gengsi ?" memberikan makanan padat berupa bubur instan aneka merek atau karena sering mendapatkan gratis dari pihak sponsor yang dititipkan sama bidan-bidan desa yang berhubungan dengan kesehatan anak ? atau alasan lainnya dan atau pengetahuan serta wawasan ibu-ibu muda dikampung yang punya balita sangat terbatas atas segala manfaat belut dan ikan buat pertumbuhan balitanya ? Saya pikir perlu kiranya hal-hal seperti ini para penyuluh kesehatan dikampung lebih "mendoktrin" ibu-ibu yang punya balita untuk bisa memanfaatkan belut dan ikan yang tersedia melimpah di alam perkampungan ranah minang, kebanyakan yang saya lihat dan saksikan bahkan dikampung saya sendiri ibu-ibu muda yang punya balita lebih cendrung mengasih makanan padat balita dari produk-produk instan bermerek, kalaupun yang cukup tepat mereka lakukan dengan memberi sebuah pisang yang dikikis dengan sendok buat balitanya :-) Belut sawah segar banyak, ikan tersedia, beras masih baru kenapa balitanya tidak dikasih ini,kebanyakan memang para ibu-ibu dikampung lebih memanjakan "selera yang berusia tua" agar makannya "nendang" Mestinya para ibu-ibu muda di ranah minang yang punya balita juga memperhatikan asupan/makanan balitanya agar "nendang" juga dalam arti si balita juga merasakan masakan kaya akan asupan vitamin, protein dan gizi dari sumber ikan-ikanan dialam yang banyak tersedia. Jepe @Melak-Kutai Barat 28/8/2013 Wass-Jepe, L- 48 ThnPowered by Telkomsel BlackBerry® -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
