Iko ciat lai Da,

Rabu, 23/08/2006 12:51 WIB
SBY Minta Pemda Tak Simpan Dana di SBI
Dadan Kuswaraharja - detikFinance

Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono minta para pemerintah daerah 
(pemda) tak lagi menyimpan dananya ke Sertifikat Bank Indonesia (SBI). SBY 
meminta pemda mengelola APBD sesuai dengan aturan yang berlaku. "Saya memantau 
adanya keterlambatan pembelanjaan APBD, bahkan ada beberapa daerah yang 
menyimpan dananya secara berlebihan di bank ataupun SBI. Hal ini sesungguhnya 
tidak perlu terjadi. Lakukanlah pengelolaan keuangan APBD sesuai rencana dan 
aturan yang berlaku," pesan SBY. Hal itu disampaikannya saat menyampaikan 
pidato kebijakan pembangunan daerah dalam sidang paripurna DPD di Gedung DPD, 
Senayan, Jakarta, Rabu (23/8/2006). Lebih jauh SBY menyoroti soal pemberantasan 
korupsi yang sangat intensif dan kini telah menghasilkan dampak yang positif. 
"Munculnya sikap hati-hati dan bertindak selalu berdasarkan aturan serta rasa 
takut akan melakukan korupsi merupakan indikasi yang sehat bagi tumbuhnya sikap 
dan kultur baru di jajaran penyelenggaran negara," ujar SBY. Menurutnya, 
masyarakat harus tetap memelihara momentum pemberantasan korupsi ini ini 
sehingga dapat berkembang menjadi budaya hidup bersih dan budaya untuk tidak 
korupsi. "Memang dalam membentuk budaya baru ini diperlukan masa transisi yang 
kadangkala tidak menguntungkan seperti kekhawatiran yang berlebihan di sektor 
perbankan untuk menyalurkan kredit dan di sektor pemerintah pusat maupun daerah 
untuk membelanjakan anggaran yang dikelolanya," paparnya. SBY mengakui bahwa 
masa transisi yang kadang tidak menguntungkan seperti saat ini memang selalu 
terjadi dalam tahapan awal pemberantasan korupsi. "Namun dengan kejelasan 
aturan main dan penegakan disiplin di semua jajaran dan seluruh lapisan penegak 
hukum, saya berharap rasa khawatir yang berlebihan itu dapat dikikis," 
tandasnya.

                 --



Wassalam,
anwardjambak 44+, 
mudiak Pyk, kanakan Dt Rajo Malano(Maulana), 

"Maminteh Sabalun Hanyuik....!!!

Sent from my BlackBerry® smartphone powered by U Mobile

-----Original Message-----
From: [email protected]
Sender: [email protected]
Date: Thu, 12 Sep 2013 10:34:56 
To: [email protected]<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: Bls: [R@ntau-Net] Tol Trans Sumatera Tertunda lagi, ditulak DPR

Masoko kalau ndak salah Da,



http://m.detik.com/finance/read/2007/01/17/150039/731500/4/ 


Rabu, 17/01/2007 15:00 WIB
Dana Bagi Hasil Daerah Diusulkan Masuk Trust Fund
Dadan Kuswaraharja - detikFinance

Jakarta - Daripada numpuk lagi di sertifikat bank indonesia (SBI), Pemerintah 
daerah sebaiknya membentuk trust fund yang menampung dana bagi hasil (DBH). 
Nantinya trust fund ini akan digunakan untuk infrastruktur atau pendidikan bagi 
generasi mendatang. Konsep trust fund ini merupakan hal yang lumrah di 
negara-negara yang sumber daya alam di daerahnya melimpah. Hal tersebut 
dipaparkan Menteri Keuangan Sri Mulyani di Gedung Depkeu, Jl Lapangan Banteng, 
Jakarta, Rabu (17/1/2007). "Jadi kan seperti Riau, Kaltim, itu kan dapat minyak 
dan minyaknya nggak akan terus-terusan ada. Suatu saat daerah itu tidak akan 
punya lagi dana bagi hasil. Sehingga mereka perlu memanfaatkan dana itu di 
dalam penggunaannya, tidak hanya untuk kepentingan generasi sekarang tapi juga 
untuk generasi yang akan datang," paparnya. Dengan adanya trust fund, kata Sri 
Mulyani, daerah bisa me-manage keuangannya lebih baik. Sri Mulyani mencontohkan 
di negara-negara maju trust fund dipakai untuk meningkatkan kualitas 
pendidikan, bea siswa, pengadaan infrastruktur, penanggulangan kemiskinan dan 
program laindi daerah, tak lupa manajemen trust fund dibentuk juga. "Nah yang 
terjadi sekarang kan daerah-daerah itu kalau memang ada surplus masuk ke SBI 
aja. Jadi penggunaan dan lain-lainnya masih belum. Mungkin itu salah satu yang 
perlu kita bisa gali," ujarnya.

Wassalam,
anwardjambak 44+, 
mudiak Pyk, kanakan Dt Rajo Malano(Maulana), 

"Maminteh Sabalun Hanyuik....!!!

Sent from my BlackBerry® smartphone powered by U Mobile

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.

Kirim email ke