Kok io je awak ambiak liak baa nyeh? To buek puncak rumah bagonjong baameh lai. http://constantine23.wordpress.com/2013/05/22/harta-karun-emas-indonesia-the-green-hilton-memorial-agreement-di-geneva/ Salam, Suryadi
________________________________ Dari: JePedotCom <[email protected]> Kepada: [email protected] Dikirim: Kamis, 12 September 2013 12:59 Judul: Re: Bls: [R@ntau-Net] Tol Trans Sumatera Tertunda lagi, ditulak DPR Ya kalo anwar komen postingan kanda TA dari awal Semisal "Da Tas..apo ndak bisa digunakan dana daerah Riau yang dalam tersimpan dalam bentuk SBI untuk pembangunan infrasturktur jalan Tol tu" Iko ambo bisa maklumi Menjadi masalah komen Anwar ko katiko "Sajak gubri1 sampai kini ado 40T pitih Riau di BI" Wass-Jepe, L- 48 ThnPowered by Telkomsel BlackBerry® -----Original Message----- From: [email protected] Sender: [email protected] Date: Thu, 12 Sep 2013 10:40:57 To: [email protected]<[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: Bls: [R@ntau-Net] Tol Trans Sumatera Tertunda lagi, ditulak DPR Iko ciat lai Da, Rabu, 23/08/2006 12:51 WIB SBY Minta Pemda Tak Simpan Dana di SBI Dadan Kuswaraharja - detikFinance Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono minta para pemerintah daerah (pemda) tak lagi menyimpan dananya ke Sertifikat Bank Indonesia (SBI). SBY meminta pemda mengelola APBD sesuai dengan aturan yang berlaku. "Saya memantau adanya keterlambatan pembelanjaan APBD, bahkan ada beberapa daerah yang menyimpan dananya secara berlebihan di bank ataupun SBI. Hal ini sesungguhnya tidak perlu terjadi. Lakukanlah pengelolaan keuangan APBD sesuai rencana dan aturan yang berlaku," pesan SBY. Hal itu disampaikannya saat menyampaikan pidato kebijakan pembangunan daerah dalam sidang paripurna DPD di Gedung DPD, Senayan, Jakarta, Rabu (23/8/2006). Lebih jauh SBY menyoroti soal pemberantasan korupsi yang sangat intensif dan kini telah menghasilkan dampak yang positif. "Munculnya sikap hati-hati dan bertindak selalu berdasarkan aturan serta rasa takut akan melakukan korupsi merupakan indikasi yang sehat bagi tumbuhnya sikap dan kultur baru di jajaran penyelenggaran negara," ujar SBY. Menurutnya, masyarakat harus tetap memelihara momentum pemberantasan korupsi ini ini sehingga dapat berkembang menjadi budaya hidup bersih dan budaya untuk tidak korupsi. "Memang dalam membentuk budaya baru ini diperlukan masa transisi yang kadangkala tidak menguntungkan seperti kekhawatiran yang berlebihan di sektor perbankan untuk menyalurkan kredit dan di sektor pemerintah pusat maupun daerah untuk membelanjakan anggaran yang dikelolanya," paparnya. SBY mengakui bahwa masa transisi yang kadang tidak menguntungkan seperti saat ini memang selalu terjadi dalam tahapan awal pemberantasan korupsi. "Namun dengan kejelasan aturan main dan penegakan disiplin di semua jajaran dan seluruh lapisan penegak hukum, saya berharap rasa khawatir yang berlebihan itu dapat dikikis," tandasnya. -- Wassalam, anwardjambak 44+, mudiak Pyk, kanakan Dt Rajo Malano(Maulana), "Maminteh Sabalun Hanyuik....!!! Sent from my BlackBerry® smartphone powered by U Mobile -----Original Message----- From: [email protected] Sender: [email protected] Date: Thu, 12 Sep 2013 10:34:56 To: [email protected]<[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: Bls: [R@ntau-Net] Tol Trans Sumatera Tertunda lagi, ditulak DPR Masoko kalau ndak salah Da, http://m.detik.com/finance/read/2007/01/17/150039/731500/4/ Rabu, 17/01/2007 15:00 WIB Dana Bagi Hasil Daerah Diusulkan Masuk Trust Fund Dadan Kuswaraharja - detikFinance Jakarta - Daripada numpuk lagi di sertifikat bank indonesia (SBI), Pemerintah daerah sebaiknya membentuk trust fund yang menampung dana bagi hasil (DBH). Nantinya trust fund ini akan digunakan untuk infrastruktur atau pendidikan bagi generasi mendatang. Konsep trust fund ini merupakan hal yang lumrah di negara-negara yang sumber daya alam di daerahnya melimpah. Hal tersebut dipaparkan Menteri Keuangan Sri Mulyani di Gedung Depkeu, Jl Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (17/1/2007). "Jadi kan seperti Riau, Kaltim, itu kan dapat minyak dan minyaknya nggak akan terus-terusan ada. Suatu saat daerah itu tidak akan punya lagi dana bagi hasil. Sehingga mereka perlu memanfaatkan dana itu di dalam penggunaannya, tidak hanya untuk kepentingan generasi sekarang tapi juga untuk generasi yang akan datang," paparnya. Dengan adanya trust fund, kata Sri Mulyani, daerah bisa me-manage keuangannya lebih baik. Sri Mulyani mencontohkan di negara-negara maju trust fund dipakai untuk meningkatkan kualitas pendidikan, bea siswa, pengadaan infrastruktur, penanggulangan kemiskinan dan program laindi daerah, tak lupa manajemen trust fund dibentuk juga. "Nah yang terjadi sekarang kan daerah-daerah itu kalau memang ada surplus masuk ke SBI aja. Jadi penggunaan dan lain-lainnya masih belum. Mungkin itu salah satu yang perlu kita bisa gali," ujarnya. Wassalam, anwardjambak 44+, mudiak Pyk, kanakan Dt Rajo Malano(Maulana), "Maminteh Sabalun Hanyuik....!!! Sent from my BlackBerry® smartphone powered by U Mobile -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
