Ass ww Sanak Wanofri dan sanak sapalanta n a h Re : Survey SSSG dan posisi Irman Gusman Nomor Pincik. Topik disiko ala campur aduk. Ambo mananggapi soal nan diposting dek sanak Wanofri sbb: Kalau masalah pokok dari survey ko adalah menanyokan posisi urang awak Irman Gusman, tantu awak indak paralu takajuik bana. Lembaga baliau tu adalah DPD, dan salamoko DPD tu kan jarang tadanga suaronyo. DPD sajo indak ado gebrakan, indak dikenal masyarakat. Bedo jo DPR, walaupun kalakuan anggotanyo buruak , tapi DPR dan urang urangnyo labieh dikenal dek masyarakat. Pak Irman Gusman , mungkin kurang dikenal sahinggo berlaku papatah lamo, "Tak kenal maka Tak sayang". Tentang hasil survey itu sendiri,manuruik ambo, indak kredibel. Karano SSSG itu bukan Lembaga Survey. Pertanyaan melalui telepon itu banyak kelemahannya, dapat menimbulkan mispersepsi, dapat menggiring responden, dan karena metodenya tidak standard ,maka hasilnya diragukan. Berikut ini nasihat dari pakar tentang survey yang kredibel. "Cara terbaik untuk menilai apakah sebuah survei abal-abal atau tidak adalah dengan melakukan audit atas metodologinya. Apakah sampel yang diambil memang representatif? Apakah pertanyaan yang diajukan juga valid, tidak bermakna ganda? Apakah pertanyaan itu disusun secara tendensius untuk menggiring jawaban responden? Apakah pengambil data di lapangan benar-benar pergi menemui dan menanyai responden? Apakah kerangka analisis untuk menafsirkan hasil survei sudah tepat dan benar? Ringkasnya, ada banyak pertanyaan yang bisa kita ajukan secara metodologis untuk menguji apakah sebuah survei bersifat manipulatif atau tidak. Namun, hanya para ahli survei dan statistik yang bisa melakukan audit metodologis terhadap survei. Bagaimana dengan publik yang tidak memiliki cukup keahlian untuk melakukannya? Bila demikian, nasehat dari Sabato dan O’Connor (2000) dapat dipakai oleh publik. Pertama, jangan percayai survei yang tidak mengumumkan atau memberitahu tiga hal: bentuk dan pilihan kata dalam pertanyaan survei, cara penarikan sampel, dan bagaimana para responden dihubungi atau ditanyai. Kedua, lembaga survei yang kredibel selalu memberitahu berapa jumlah responden mereka (besaran N) dan berapa tingkat kesalahan statistiknya (margin of error). Bila hal-hal ini tidak disampaikan atau terkesan disembunyikan oleh lembaga survei, sebaiknya jangan percayai saja hasilnya."
Wassalam Dunil Zaid, 70,5 Kpg Ujuang Pandan Parak Karambia, Pdg. 2013/9/12 wannofri samry <[email protected]> > Salam, > Badasarkan Survey Suryadi Syndicat (SSSG), urang awak nan > digodang-godangkan tanyato mandapek suaro NOL persen dalam Konvensi PD. Baa > caritonyo ko yo? Apo maknanyo ko dek kito? Iyo ndak ado tokoh sagodang > Hatta, Syahrir nampak e lai? Saantaro Dahlan Iskan dipakiriokan akan > manang dalam Konvensi PD. Buliah diintip di bawah ko. > > http://news.detik.com/read/2013/09/12/135600/2356891/10/survei-sssg-dahlan-iskan-paling-berpeluang-menang-konvensi-capres-pd?nd771104bcj > Salamaik maranuangkan. > > Wassalam Wannofri Samry.Koto > ------------------------------ > *From:* "[email protected]" <[email protected]> > *To:* Rantaunet <[email protected]> > *Cc:* andi jepe <[email protected]> > *Sent:* Thursday, September 12, 2013 3:26 PM > *Subject:* Re: [R@ntau-Net] OOT: Jokowi, lain dulu lain kini. Kini tolak > mobil murah > > Sanak Jepe jo para sanak sapalanta yth > > Takana dek ambo sangajo bana pres SBY diwisuda sbg Doktor lulusan IPB > seblm dilantik menjadi presiden utk masa jabatan ke 2. Tapi indak nampak > perubahan kebijakannyo setelah dilantik. Sektor pertanian, peternakan, > perikanan, dan kehutanan tatok se taabaikan. Jadi kaa gunonyo? Apokoh iko > contoh ilmu nan indak diamalkan walau ado kekuasaan, dana, dan sumberdaya > manusia? > Antahlah > Salam > Fashridjal M. Noor Sidin > L65bdg > Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung > Teruuusss...! > ------------------------------ > *From: * "JePedotCom" <[email protected]> > *Sender: * [email protected] > *Date: *Thu, 12 Sep 2013 07:25:23 +0000 > *To: *<[email protected]> > *ReplyTo: * [email protected] > *Subject: *Re: [R@ntau-Net] OOT: Jokowi, lain dulu lain kini. Kini tolak > mobil murah > > Kanda TA > > Dek banyak na kadipikiakan jokowi, jadi barubah2 pangananyo/pikirannyo > > Ambo kadang yo geleng2 kapalo kok diprioritaskan juo industri otomotif, > kini mobil murah > > Bukannyo nan manyangkuik hiduik masyarakat banyak di sektor pertanian baik > ekstensifikasi maupun intensifikasi > > Kran import beras dan kedele nan dibuka habis2an (iko kan samo sajo ubek > aspirin sakik kapalo sesaat) > > Cubolah bayangkan home industri yang berbahan baku kedele dari hulu ke > hilir sarupo tempe dan tahu makanan kegemaran masyarakat semua lapisan ado > cost nyo mata uang asing (USD), ditonton ditelevisi lah abih banyak kolap > pengrajin tempe dan tahu.. > > Di bali bareh jo kedele import dek pemerintah mengatasi situasi kelangkaan > tantu jo mata uang asing kontraknyo (USD) kalu beko dijua didalam negri > kalopun murah dari harago bali lah jaleh disubsidi nan manguras dan > menggerus cadangan devisa negara. > > Bukannyo ba a mamikiakan pertumbuhan sektor pertanian dalam arti yang luas > terutama swasembada beras dan kedele. > > DiJaman JK yo mantab liau program swasembada beras (ekstensifikasi dan > intensifikasi sawah) tanpa tedeng aling jiko bupati2 main2 didaerahnyo > menyalurkan bibit, pupuk dan saprodi lansuang diketoknyo > > JK lai memperhatikan pertumbuhan sektor pertanian. > > Apa kabar Bapak Presiden, DR SBY pembangunan di sektor Pertanian > > *DR dari IPB* > > Wass-Jepe, L- 48 ThnPowered by Telkomsel BlackBerry® > ------------------------------ > *From: * "Tasrilmoeis" <[email protected]> > *Sender: * [email protected] > *Date: *Thu, 12 Sep 2013 13:22:50 +0700 > *To: *<[email protected]> > *ReplyTo: * [email protected] > *Subject: *[R@ntau-Net] OOT: Jokowi, lain dulu lain kini. Kini tolak > mobil murah > > Waktu masih walikota Solo Jokowi mendukung mobil murah liwat mobil SMK nan > ternyata 100% didatangkan dari Cino, kini baliau lah barubah pikiran jadi > manulak mobil murah ko. > Wassalam > Tan Ameh > * * > *Hari ke-333 Jokowi * > *Dari Lubuk Hati yang Paling Dalam, Jokowi Tolak Mobil Murah * > *Mulya Nurbilkis* - detikNews > > [image: Description: > http://images.detik.com/customthumb/2013/09/12/10/114351_jokowi.jpg?w=460] > [image: Description: > http://news.detik.com/statics/image/fokus_berita_title.png] > Fanatisme Pendukung > Jokowi<http://news.detik.com/indeksfokus/1378725368/fanatisme-pendukung-jokowi?ndt992204lblartikel> > *Jakarta* - Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi) tetap tidak sependapat > dengan adanya program mobil murah. Kekhawatiran Jokowi beralasan karena > program itu akan membuat Jakarta semakin macet. > > "Nggak," ujar Jokowi saat ditanya apakah dirinya setuju atau tidak dari > lubuk hati yang paling dalam atas adanya program mobil murah. > > Jokowi mengatakan itu usai sidak di Kelurahan Johar Baru, Cempaka Putih, > Jakarta Pusat, Kamis (12/9/2013). > > Jokowi akan menyiasati mobil murah dengan ERP. Bisa juga Jokowi menerapkan > pelat nomor ganjil genap kendaraan. > > "Cegatnya pakai itu (ERP dan plat ganjil genap). Mungkin pakai pajak > khusus," kata mantan Walikota Solo ini. > > Ayah 3 anak ini menambahkan, mobil murah membuat dirinya puyeng. "Kita > yang sekarang saja yang ngalamin pusing," tuturnya. > > Sebelumnya, Menteri Perindustrian MS Hidayat meminta Jokowi tidak khawatir > akan program mobil murah. Menurut Hiayat, program tersebut tidak akan > terfokus di Jakarta dan menambah kemacetan di Ibu Kota. > > "Kan sekarang launching, launchingnya nggak di Jakarta tapi di seluruh > Indonesia. Jadi Pak Jokowi nggak usah khawatir, karena nggak hanya dijual > di Jakarta saja, tapi ke ratusan kota di Indonesia," kata Hidayat selepas > melakukan rapat koordinasi di Kantor Kementerian Perindustrian, Jalan > Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (12/9/2013). > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari > Grup Google. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . > Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari > Grup Google. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . > Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari > Grup Google. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . > Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. > > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari > Grup Google. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . > Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
<<image002.png>>
<<image001.jpg>>
