Biasonyo ado namo indak namo kampuang baa ko rang dapua kok ado namo kampuang 
bundo rang Pikumbuah juo. Tampaknya lah bisa namo samaran yo?

@Hayatun Nismah Rumzy#

On 17 Sep 2013, at 18:01, "[email protected]" <[email protected]> 
wrote:

> Intinyo ambo urang kelahiran payakumbuh. Sesama minang mari bersatu. 
> 
> 
> Sent from Samsung Mobile 
> 
> -------- Original message -------- Subject: Re: [R@ntau-Net] Lipo Group dan 
> Tudingan Gerakan Kristenisasi From: ajo duta To: [email protected] 
> CC: 
> 
> Siako lah payakumbuah ko. Kok indak batapi nan ka ditulih.
> 
> 
> 
> On 9/17/13, [email protected] <[email protected]> wrote:
> > Teks ini dpt dipahami oleh insani beriman dan berilmu. Lanjutkan pembangunan
> > fisik untuk orang banyak. Mereka yg protes bukan manusia tapi hati syaitan.
> > Wasslm
> >
> >
> > Sent from Samsung Mobile
> >
> >
> > -------- Original message -------- Subject: [R@ntau-Net] Lipo Group dan
> > Tudingan Gerakan Kristenisasi From: [email protected] To:
> > [email protected] CC:
> >
> > Adidunsana di Palanta, ambo copas tulisan Bung Ulya/Sekjen Forhami yang
> > pernah dimuat di Sumbar Online.
> >
> > Salam,
> >
> > Syaf AL
> >
> > LIPPO GROUP dan Tudingan Gerakan Kristenisasi
> > Selasa, 16 Juli 2013 - 10:49:12 WIB
> > Oleh: Ulya *)
> >
> > PIJAKAN bagi kaum intelektual untuk mengkritik tentu berdasarkan data yang
> > di jamin tingkat validitasnya. Kalau tidak ada data dan hanya mengandalkan
> > asumsi takutnya salah dalam mengambil sikap.
> >
> > LIPPO group adalah salah satu client kantor saya dulunya sewaktu  menjadi
> > Auditor. Seperti Lippo Bank (Industri Perbankan) (sebelum merger dengan Bank
> > Niaga), Lippo Karawaci (Industri Properti), Lippo E-Net (industri IT), Lippo
> > Cikarang (industri Properti), Multipolar, Matahari Multi Prima (Industri
> > Retail), Hypermart (Industri Retail), Siloam (Industri Rumah Sakit), Lippo
> > Telkom (Industri Telekomunikasi), Aryaduta Hotel (Industri Perhotelan) dll.
> >
> > Mungkin ada sekitar 100 perusahaan lippo yang kami audit dan di konsolidasi
> > laporan keuangannya. Saya sendiri pernah ditugaskan melakukan audit Siloam
> > (Industri Rumah Sakit). Group Lippo adalah perusahaan public yang Listing di
> > Bursa Efek Indonesia. Perusahaan yang Listing dibursa full control regulasi.
> > Setiap penyimpangan kegiatan tentu akan menjadi temuan bagi auditor yang
> > kemudian tentu akan di disclosure didalam audit report.
> >
> > Kalau penyimpangan yang terjadi tidak di ungkap dan menjadi temuan Bappepam
> > resikonyo ada pada auditor dan emiten. Konsekuensi perdagangan sahamnya
> > pasti di suspend atau dihentikan di Pasar Modal. Bagi auditor
> > konsekuensinya, izin untuk melakukan audit terhadap perusahaan public akan
> > di cabut karena setiap hasil audit pasti dilakukan per-review oleh
> > Kementerian Keuangan.
> >
> > Dan sewaktu kami melakukan audit seluruh aktivitas kegiatan yang terjadi
> > didalam perusahaan menjadi ranah yang harus diamati untuk mengumpulkan
> > segala informasi yang terkait dengan aktivitas perusahaan disamping harus
> > memverifikasi data-data tertulis dan seluruh document legal yang menjadi
> > permanent File dan Front File sewaktu menjalankan tugas sebagai auditor.
> >
> > Biasanya lama audit yang kami lakukan memakan waktu 4 sampai 5 bulan. Dan
> > Group Lippo hampir setiap atau sepanjang tahun kantor kami yang memeriksa.
> > Siloam yang pernah saya pariksa Siloam yang di Kebun Jeruk dan Siloam yang
> > ada di Cikarang. Tiap sudut rumah sakit saya amati dan tidak terlihat sama
> > sekali hal-hal yang terkait dengan simbol-simbol agama.
> >
> > Dan transaksi keuangan yang terjadi tidak memperlihatkan adanya pengambilan
> > dana perusahaan untuk kegiatan diluar operasional perusahaan. Kalau memang
> > ada disangkakan bahwa dana perusahaan Siloam digunakan untuk kegiatan yang
> > menyimpang terkait operasi aktivitas kristenisasi.
> >
> > Kemudian di jalan Sudirman Jakarta Pusat berdiri megah rumah Sakit Siloam
> > MRCCC (Mochtar Riady Comprehensive Cancer Center). Merupakan rumah sakit
> > khusus kanker pertama yang menangani berbagai jenis kanker, dan saya telah
> > masuk juga kadalamnya memperhatikan setiap sudut rumah sakit. Setiap kamar
> > rawat inap memberikan petunjuk arah kiblat. Dan kalau di lantai 9 terdapat
> > Musholla yang cukup representatif untuk ibadah bagi umat Islam.
> >
> > Terus terang saya bingung kegiatan kristenisasi apa yang dilakukan oleh
> > Siloam yang kemudian disangkakan dalam kedok membangun rumah sakit. Apakah
> > sewaktu saya memeriksa rumah sakit ini tidak dapat info terkait dengan
> > kegiatan yang menyimpang dari core business nya. Karena sebagai auditor saya
> > juga belajar melakukan teknik Investigasi untuk menghimpun data guna
> > memberikan opini terhadap laporan keuangan yang mencerminkan aktivitas
> > perusahaan.
> >
> > Entahlah apakah mereka yang berkoar-koar di Padang dan menolak keberadaan
> > Siloam ini telah melakukan investigasi terhadap aktivitas rumah Sakit Siloam
> > dan berarti saya yang luput dari fakta dan data ini.
> >
> > Sebagai bagian dari masyarakat saya kuatir gerakan penolakan terhadap
> > Investasi LIPPO ini menjadi blunder dimana karena terganggunya kepentingan
> > business pihak tertentu kemudian isu agama menjadi balutannya. Data dan
> > fakta guna menjamin validitas info yang dikembangkan penting dalam upaya
> > mengambil sikap yang arif guna kepentingan bersama. Apa lagi Investasi LIPPO
> > dalam membangun rumah sakit dalam hal ini siloam tidak hanya di SUMBAR tapi
> > telah ada di berbagai daerah seperti Kota Jambi, Balikpapan dan Surabaya.
> >
> > Bagi saya cukup beberapa hal data dan pertanyaan saja yang perlu di
> > verifikasi terkait dengan tuduhan aktivitas kristenisasi yang dilakukan
> > siloam ketika siloam berdiri di suatu daerah atau di suatu tempat.
> >
> > Diantarannya adalah, Pertama, Semenjak siloam berdiri di suatu kota atau
> > daerah sudah berapa banyak masyarakat di sekitar berubah akidah. Kedua,
> > Semenjak siloam berdiri disuatu kota atau daerah sajauh mana terjadinya
> > pendakalan akidah dilingkungan masyarakat sekitar. Ketiga, Semenjak siloam
> > berdiri disuatu kota atau daerah bagaimana pengaruhnya terhadap penambahan
> > atau pembangunan sarana ibadah umat kristen. Keempat,  Semenjak siloam
> > berdiri di suatu kota atau daerah apakah terjadi peningkatan jumlah penduduk
> > pendatang yang beragama kristen. Kelima, Semenjak siloam berdiri apakah
> > terdapat penyimpangan penggunaan rumah sakit untuk aktivitas keagamaan.
> > Keenam,  Kemudian semenjak siloam berdiri adakah aktivitas keuangan
> > perusahaan dalam hal ini rumah sakit digunakan untuk kegiatan yang menunjang
> > misi krietensiasi.
> >
> > Kalau memang ada data dan bukti terkait dengan hal yang menjadi tuntutan
> > untuk menolak Investasi LIPPO Group tersebut, maka tuntutan itu menjadi hal
> > yang perlu didukung. Kemudian Lippo Group sebagai perusahaan public bisa
> > dianggap telah melakukan penyimpangan dan pelanggaran terhadap akivitas
> > business nya. Dan tentunya ada instrument aturan yang dapat menggugat LIPPO
> > keranah hukum.
> >
> > Kemudian terkait dengan upaya proteksi terhadap perlindungan usaha atau
> > kegiatan ekonomi masyarakat lokal tentu kita juga harus paham industri atau
> > kegiatan ekonomi masyarakat mana yang merasa terancam dengan keberadaan
> > Siloam?. Apakah berdirinya siloam yang berbasis pada industri rumah sakit
> > yang memberikan pelayanan kesehatan public mengancam keberadaan Industri
> > rumah sakit lokal?. Kalau iya apakah industri rumah sakit lokal termasuk
> > kategori yang perlu diberikan perlindungan atau proteksi dalam berkompetisi
> > memberikan pelayanan kesehatan public? Sehingga pemodal besar yang akan
> > membangun industri rumah sakit di SUMBAR tidak perlu masuk berkontribusi
> > melakukan investasi di SUMBAR.
> >
> > Berbagai pendapat dan alasan yang masih sulit di terima nalar untuk menolak
> > Investasi LIPPO Group di SUMBAR. LIPPO group bukanlah Investor Asing yang
> > masuk ke SUMBAR. LIPPO group adalah perusahaan yang dimiliki oleh warga
> > Negara Indonesia, dimana setiap warga negara diberikan hak dan wajib untuk
> > berkontribusi dalam memajukan perekonomian daerah yang dapat menunjang
> > pertumbuhan perekonomian Nasional.
> >
> > Masuknya Investasi LIPPO ke SUMBAR tentu memberikan pengaruh terhadap
> > pertumbuhan perekonomian lokal yang dapat menunjung pertumbuhan ekonomi
> > Nasional. Investasi LIPPO dilakukan di jantung kota propinsi. Seluruh hidden
> > mission yang akan dilakukan LIPPO tentu tidak luput dari pengawasan media.
> > Baik media jaringan sosial, media cetak dan electronic dan lembaga-lembaga
> > swadaya masyarakat.
> >
> > Sebagai masayarakat beragama, beradat dan berbudaya tentu waspada dengan
> > gerakan atau bahaya laten yang mengganggu keutuhan agama, adat dan budaya
> > hal yang perlu di apresiasi. Namun tentunya ini tidak menjadi alasan untuk
> > menolak proses kemajuan dan pembangunan daerah. Masyarakat SUMBAR bukan tipe
> > masyarakat yang lemah dalam beragama dan berkeyakinan.
> >
> > Bagi saya masih terasa naif LIPPO berinvestasi sebegitu besar kemudian
> > meluluhlantahkan Investasinya dengan adanya hidden agenda terkait dengan
> > misionaris yang di lekatkan kepada mereka. Di LIPPO Group tentunya cukup
> > banyak juga mereka-mereka yang beragama Islam bekerja di sana. Sampai hari
> > ini belum terdengar adanya yang menjadi korban gerakan kristenisasi.
> > Bukankah mereka yang bekerja disana object yang rentan untuk di murtadkan,
> > tapi kenapa tidak ada kedengaran karyawan yang memeluk agama Islam berpindah
> > agama.
> >
> > Sampai hari ini SUMBAR belum mampu menekan angka kemiskinan. Bahkan dalam
> > catatan angka yang di rilis oleh BPS Maret 2013 angka kemiskinan di SUMBAR,
> > naik dari 8% menjadi 8,14% atau meningkat sekitar 9.600 orang. Dan total
> > penduduk miskin menjadi 407.470 orang dari total penduduk 5,8 juta orang.
> >
> > SUMBAR membutuhkan capital Inflow dalam membangun pertumbuhan ekonomi. Namun
> > kalau setiap Investasi di SUMBAR dibenturkan dengan persoalan agama, adat
> > dan budaya, tentu ini akan menjadi sulit karena Investor butuh iklim yang
> > kondusif dan bersahabat dalam membangun aktivitas business nya. Tidak ada
> > persoalan yang tidak dapat dimusyawarahkan. Kemajuan dan kemandirian SUMBAR
> > sangat tergantung oleh political will dari seluruh lapisan masyarakat yang
> > ada.
> >
> > Kita berharap SUMBAR tetap menjaga kemurnian nilai agama, adat dan budaya
> > sebagai basis penggerak ekonomi daerah tanpa menolak upaya pembangunan
> > perekonomian dan masuknya investor ke daerah. Kemudian masyarakat harus
> > terus berperan aktif memberantas kantong-kantong maksiat yang sepertinya
> > terus berkembang tanpa ada gerakan kongrit untuk memberantasnya. Kini inilah
> > yang sebenarnya menjadi PR yang harus segera dituntaskan.
> >
> > *) Penulis adalah Sekjen FORAH
> >
> >
> >
> >
> >
> > Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung
> > Teruuusss...!
> >
> > --
> > .
> > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> > ===========================================================
> > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> > * DILARANG:
> >   1. Email besar dari 200KB;
> >   2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> >   3. Email One Liner.
> > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> > mengirimkan biodata!
> > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> > mengganti subjeknya.
> > ===========================================================
> > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> > http://groups.google.com/group/RantauNet/
> > ---
> > Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup
> > Google.
> > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim
> > email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
> > Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
> >
> > --
> > .
> > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> > ===========================================================
> > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> > * DILARANG:
> > 1. Email besar dari 200KB;
> > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> > 3. Email One Liner.
> > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> > mengirimkan biodata!
> > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> > mengganti subjeknya.
> > ===========================================================
> > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> > http://groups.google.com/group/RantauNet/
> > ---
> > Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup
> > Google.
> > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim
> > email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
> > Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
> >
> 
> 
> -- 
> *
> -----------------------------------------------------------------------------------------------
> *
> *Sukseskan Halal bil Halal dan Peringatan 20 Tahun Rantau Net*
> *
> Hari/Tanggal: Sabtu, 28 September 2013 Jam: 09:00-15:00
> Tempat:
> Rumah DAMAI Indonesia
> Jl H Saabun No 20 (Mangga Besar)
> Jatipadang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan 12540
> Biaya: Badoncek. YPRN Norek 0221919932 BNI
> *
> 
> Wassalaamu'alaikum
> Dutamardin Umar (aka. Ajo Duta),
> 17/8/1947, suku Mandahiliang, gala Bagindo
> Gasan Gadang Pariaman - Tebingtinggi Deli -
> Jakarta - Sterling, Virginia USA
> ------------------------------------------------------------
> 
> -- 
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
>   1. Email besar dari 200KB;
>   2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
>   3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
> subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> --- 
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
> Google.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
> email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
> -- 
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
> subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> --- 
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
> Google.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
> email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.

Kirim email ke