Assalamu'alaikum Wr. Wb dunsanak Palanta RN, karena pada artikel yang diforward Mamanda MM*** ini ada nama Ustad Bernard Abdul Jabbar (mantan misionaris), di bawah ini saya copas salah satu kritik konstruktif beliau terhadap kemampuan menghafal Qur'an umat Islam yang menyedihkan. Semasa menjadi misionaris (sampai sekitar 2001) beliau sudah hafal 5 juz.
Sudah berapa juz kah hafalan kita sampai hari ini? Hafalan muslim yang sejak lahir sudah diazankan di telinga oleh orang tua, dan dididikbesarkan dengan nilai-nilai ABS SBK yang mendekap mesra suasana surau? "Iya, saya mengaku hafalan saya sangat sedikit karena kesibukan saya banyak sekali. Tidak sempat," ujar banyak muslimin-muslimat jika sudah menyangkut hafalan. Seorang hafiz yang terbiasa mendengar jawaban tipikal itu tersenyum teduh saat mengomentari. "Bapak, ibu, yang saya hormati. Di dunia ini tidak ada yang disebut tidak sempat," ujar sang hafiz yang juga seorang eksekutif besar dalam sebuah forum tausiyah. "Yang ada adalah yang tidak diprioritaskan." Wassalam, ANB 45, Cibubur <http://m.suara-islam.com/> *Home* <http://m.suara-islam.com/> • Berita<http://m.suara-islam.com/mobile/maincat/1> • Pemikiran Islam <http://m.suara-islam.com/mobile/maincat/3> • Keluarga<http://m.suara-islam.com/mobile/maincat/4> • Konsultasi <http://m.suara-islam.com/mobile/maincat/5> • Sirah<http://m.suara-islam.com/mobile/maincat/6> • Harakah <http://m.suara-islam.com/mobile/maincat/7> •Fokus<http://m.suara-islam.com/mobile/maincat/8> • Kolom <http://m.suara-islam.com/mobile/maincat/9> • Pemuda<http://m.suara-islam.com/mobile/maincat/10> GO Rabu 18 September 2013 <x-apple-data-detectors://0> / 13 Zulqai'dah 1434 Ustadz Bernard: Misionaris Saja Bisa Hafal Quran, Masa Muslim Engga? syaiful falah, Senin, 11/03/2013 14:29:02 Bogor (SI ONLINE) - Banyak cara dan metode untuk menambah cinta kepada al Qur'an, salah satunya yang dilakukan oleh Forum Umat Islam (FUI) Bogor Raya bekerjasama dengan lembaga-lembaga Islam se-Kota Bogor yang menggelar acara "Bogor Menulis al Qur'an" pada Ahad (10/3/2013 <x-apple-data-detectors://2>). Acara yang dilaksanakan di Kebun Raya Bogor itu mendapat respon yang luar biasa dari masyarakat, tak kurang sekitar 5000 peserta yang hadir pada acara tersebut. Hadir sebagai penceramah ialah Ustadz Bernard Abdul Jabbar, seorang muallaf yang dulunya mantan misionaris. "Dua belas tahun yang saya lalu masuk Islam, sebelum itu saya menjadi penginjil (misionaris) dan dituntut harus mempelajari al Qur'an untuk mencari kelemahan Islam," kata Ustadz Bernard yang sebelum masuk Islam sudah hafal 5 juz al Qur'an. "Para misionaris rata-rata mereka hafal Qur'an, seperti kawan saya dulu seorang Romo di Bandung yang sudah hafal 30 juz al Qur'an." terang Ustadz. Ustadz yang aktif di Forum Umat Islam (FUI) pusat ini juga menceritakan kawan-kawannya yang kini sudah menjadi muslim. "Para misionaris angkatan saya dahulu sekitar 300 orang, Alhamdulillah hampir setengahnya mendapat hidayah dan memeluk Islam. Semakin kita belajar maka kebenaran semakin dekat, hidayah juga semakin dekat" ujarnya. Beliau heran, kenapa umat Islam banyak yang kurang tertarik menghafalkan al Qur'an. "Para Misionaris saja bisa menghafal Qur'an, masak kita umat Islam Islam engga bisa? jangan kalah sama orang-orang kafir, justru kita yang percaya kepada al Qur'an seharusnya lebih semangat lagi untuk mempelajari, menghafal dan mengamalkannya", tambah Ustadz Bernard. "Oleh karena itu kita harus membiasakan untuk menulis al Qur'an, membacanya, menghafalnya, dan jika diamalkan maka dampaknya akan sangat luar biasa. Tetapi jika tidak, maka kita umat Islam akan sengsara dunia akherat" terangnya. Karena itulah beliau sangat bersemangat untuk berdakwah membumikan al Qur'an kepada masyarakat, dan Ustadz Bernard mengajak jamaah untuk membiasakan kembali budaya membaca al Qur'an. "Coba mulai sekarang, yang masih malas kita biasakan untuk membaca minimal 1 juz setiap harinya, kalo bisa bacanya setiap habis maghrib karena kita rindu seperti masyarakat dahulu selepas maghrib dirumah-rumahnya terdengar bacaaan Qur'an." pesannya. * * * Pada Senin, 16 September 2013, Muchwardi Muchtar menulis: > Sungguh Aneh! Hary Tanoe Marah Besar Dibilang Kafir > Rabu, 11/09/2013 07:29:22 | *syaiful falah* | Dibaca : 6486 > > CEO MNC Group Harry Tanoesoedibjo > > *Jakarta (SI Online) *- Sponsor utama dan dalang perusak moral bangsa > Indonesia, Hary Tanoesoedibjo, marah besar karena dibilang kafir oleh tokoh > Front Pembela Islam (FPI), KH Misbahul Anam. > > Peristiwa itu terjadi ketika ada pertemuan antara para tokoh ormas Islam > dengan jajaran MNC Group yang dipimpin Hary Tanoe di MNC Tower, Kebon > Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (3/9/2013) lalu. Dialog tersebut terjadi > seusai umat Islam menggelar demo besar-besaran yang menolak ajang maksiat > Miss World yang disponsori Hary Tanoe dan istrinya, Liliana. > > Turut hadir para tokoh ormas Islam yang dipimpin KH Muhammad al Khaththath > (Sekjen Forum Umat Islam) tersebut antara lain KH Shobri Lubis (Sekjen > FPI), Ustadz Abu Jibril (Wakil Amir Majelis Mujahidin), Ustadz Bernard > Abdul Jabbar (mantan Missionaris), KH Chep Hernawan (Ketua Umum Gerakan > Reformis Islam) dan sebagainya. > > Ketika terjadi dialog, KH Misbahul Anam menegaskan bahwa Hary Tanoe yang > beragama Kristen tersebut adalah seorang kafir. “Saya tegaskan Hary Tanoe > adalah seorang kafir”. > > Mendengar ucapan tersebut, raut muka Hary Tanoe berubah menjadi merah > membara seolah-olah menahan kemarahan yang sangat. Mengetahui bos nya > marah, salah seorang gerombolan Hary Tanoe yang hadir berusaha membela bos > nya itu dengan mengatakan bahwa ucapan tersebut adalah kasar sekali. > > “Saya kira ucapan tersebut kasar sekali. Sebab Hary Tanoe juga membangun > masjid di MNC Tower, mengumrahkan dan menghajikan para karyawannya, suka > membantu sesama dan sebagainya. Masak orang sebaik itu dikatakan kafir,” > ucapnya. > > Mendengar pembelaaan dari begundalnya itu, dengan raut muka masih merah > membara, Hary Tanoe menimpali bahwa dirinya sangat sedih mendengar ucapan > yang menuduh dirinya kafir. “Terus terang saya sedih mendengar ucapan > tersebut,” tegasnya. > > Mendengar perdebatan tersebut, Sekjen FUI KH Muhammad al Khathath > menegaskan bahwa perkataan KH Misbahul Anam itu bukan ucapan yang kasar, > sebab sesuai dengan faktanya. > > “Sekarang saya tanya kepada anda, apakah anda Muslim atau kafir ?” tanya > KH Muhammad al Khathath kepada Hary Tanoe. > > Mendengar itu Hary Tanoe menegaskan bahwa ayahnya adalah seorang Muslim > yang taat beribadah. “Ayah saya seorang Muslim dan beliau taat menjalankan > ibadah sholat,” ucap bos MNC Group tersebut. > > Kemudian KH Muhammad al Khathath menegaskan apakah Hary Tanoe seorang > Muslim atau kafir. Mendengar pertanyaan itu, Hary Tanoe dengan gelagapan > malah mengatakan kalau Indonesia adalah negara yang berdasarkan Pancasila. > “Indonesia adalah negara yang berdassarkan Pancasila,” kata tokoh Partai > Hanura tersebut. > > Menurut KH Muhammad al Khathath, penggunaan kosa kata kafir dan Muslim > tidak ada hubungannya dengan ucapan kasar dan halus, sebab itu berhubungan > dengan fakta yang sesungguhnya, dimana orang yang menerima Islam disebut > Muslim dan menolaknya disebut kafir. > > “Padahal di Al Qur’an terdapat surat Al Kafirun. Siapa yang berani > mengatakannya sebagai surat yang kasar, yang berarti dia menghina Al Qur’an > dan pasti akan berhadapan dengan umat Islam. Padahal surat Al Kafirun untuk > menunjukkan bahwa orang kafir ini memang ada,” tegas Sekjen FUI tersebut. > > Red: Abdul Halim > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari > Grup Google. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke rantaunet+berhenti > [email protected]<javascript:_e({}, 'cvml', > '[email protected]');>. > Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
