MM apa tujuan kamu menulis ini? Tolong terangkan.

@Hayatun Nismah Rumzy#

On 18 Sep 2013, at 07:52, Muchwardi Muchtar <[email protected]> wrote:

> Kabaa nyano awak. Kalau di Minangkabau (dulu) ado Bundo Kanduang nan sangaik 
> dihoromaiki dek Dang Tuanku basarato rayaik Pagaruyuang, mako kini alah 
> banyak pulo induak-induak nan dibari namo bundo tapi "Bundo Santuang". Salah 
> satu contohnyo mungkin sarupo nan dimuek dalam TEMPO di bawah ko.
> Yeah...... dunia alah samakin tuo.............!
> 
> Salam  dan maaf.............,
> mm***
> 
> 
> Senin, 16 September 2013 | 09:43 WIB
> Halo, Saya Bunda Putri
> 
> 
> Non Saputri alias Bunda Putri. Istimewa
> 
> TEMPO.CO, Jakarta - Suara serak perempuan dalam rekaman itu tak asing di 
> telinga Bernaldi  Djemat. Baru mendengarkannya pada menit pertama dari 13 
> menit rekaman, pebisnis ini segera mengenalinya. "Seratus sembilan puluh 
> persen: itu suara Ibu Non Saputri," katanya.
> 
> Rekaman itu diputar di Pengadilan Korupsi Jakarta, Kamis dua pekan lalu. 
> Tempo memperdengarkan salinannya kepada Bernaldi di kantornya, PT Borobudur 
> Capital Indonesia, di Plaza Gani Djemat, Jakarta, lima hari kemudian. Non 
> Saputri, tak lain, bekas mertua Bernaldi--yang menikahi anak tunggalnya, Peni 
> Fernita, pada 2006. Pasangan ini bercerai lima tahun kemudian. “Suara Ibu 
> serak karena dia perokok berat,” ujar Bernaldi.
> 
> Majalah Tempo edisi Senin 16 September 2013 mengulas sosok perempuan yang 
> disebut-sebut sebagai tokoh kunci dalam kasus suap kuota daging impor . 
> Saputri bukan satu-satunya yang mendapat julukan “Bunda”. Ada bunda lain yang 
> banyak berperan dalam pengaturan kuota impor daging. Dialah Elda Devianne 
> Adiningrat, Ketua Asosiasi Perbenihan Indonesia, yang biasa dipanggil “Bunda 
> Dattie”. Dia merupakan penghubung antara Fathanah, Luthfi, dan pejabat 
> Kementerian Pertanian, juga Elizabeth Liman, Direktur Utama PT Indoguna Utama.
> 
> Di kalangan importir dan pengusaha yang kerap bersentuhan dengan Kementerian 
> Pertanian, nama Bunda Putri atau Non Saputri tak terlalu asing. Para pejabat 
> di Kementerian itu juga sudah lama mendengar nama ini sebagai istri seorang 
> pejabat eselon I yang mampu mempengaruhi penggantian pejabat. Seorang pejabat 
> bercerita pernah ditawari naik pangkat oleh seseorang yang bernama Putri.
> 
> Menurut seorang pengusaha, Saputri pernah menjadi distributor pupuk dan hasil 
> pertanian dengan mendirikan PT Dwipa Kreatek Persada pada 2002. Kantornya di 
> Gedung Yarnati, Jalan Proklamasi 44, Menteng, Jakarta Pusat. Muhtar Syahroni, 
> pengelola gedung itu, membenarkan Saputri pernah berkantor di sana. Saputri 
> menyewa satu lantai di lantai satu untuk menjalankan bisnisnya. Namun, dua 
> tahun setelah berkantor, usahanya mulai sepi. “Perusahaan bangkrut pada 2005 
> karena tak mendapat order,” kata Muhtar.
> 
> Tempo belum memperoleh konfirmasi dari Saputri tentang informasi-informasi 
> itu. Lima hari tempat tinggalnya ditongkrongi, ia tak terlihat ke luar rumah. 
> Di catatan rukun tetangga setempat, rumah megah itu disewa atas nama Rudi M. 
> Rahmat, asistennya. Surat permohonan wawancara diterima penjaga rumah itu, 
> yang kemudian melemparnya kembali. “Nama yang Anda tuju tak ada di sini,” 
> katanya.
> 
> Padahal, rumah itu kerap dijadikan tempat rapat aktivis Lira. Selain 
> tercantum sebagai penasihat, Saputri menjabat Ketua Lira Hijau, yang dilantik 
> pada 2010. Lira memilih Saputri sebagai penasihat karena jaringannya di 
> kalangan pengusaha sangat luas. “Supaya perusahaan-perusahaan itu memberikan 
> dana program tanggung jawab sosial kepada Lira,” kata Sekretaris Jenderal 
> Lira, Frans Watu. 
> 
> Frans, yang bertelepon dengan Saputri dua pekan lalu, menolak menghubungkan 
> Tempo dengannya. “Sekarang dia sakit,” ujar Frans. 
> 
> -- 
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
> subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> --- 
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
> Google.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
> email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.

Kirim email ke