Ass ww
Sato lo sangenek  ,
Bundo (Minang)  atau Bunda (Indonesia) saat ini artinya sudah tidak sama
lagi dengan istilah Bundo di zaman dulu. Dulu panggilan Bundo itu sedikit
sakral, dan tidak sembarang orang dipanggil sebagai Bundo.  Sekarang
panggilan itu lebih populer pada ibu ibu muda yang dipanggil Bunda oleh
anak anaknya. Saya pertama kali mendengar seorang anak sekitar 6 tahun
memanggil ibunya dengan ucapan            " B u n" agak heran juga kok
memanggil ibunya dengan ucapan itu, apa maksudnya ?. Ternyata itu adalah
singkatan dari kata "B u n d a" dan sekarang kuping saya jadi biasa saja
mendengar kalau anak memanggil ibunya dengan kata      " B u n " itu. Namun
demikian didalam singkatan kata itu tetap ada unsur rasa hormat , cinta dan
bahkan kasih sayang kepada mereka yang dipanggil Bundo , Bunda atau Bun
itu, siapapun yang memanggil seorang ibu dengan panggilan itu.
Begitu juga panggilan "Bunda" kepada seseorang perempuan yang ikut mengatur
'quota import daging' dalam kasus Pathonah, dipanggil 'bunda'  karena
mereka menaruh hormat kepada perempuan yang sangat besar perannya dalam
membantu bisnis mereka. Jadi disemua dikalangan  , panggilan  Bunda itu
ternyata  biasa pula digunakan.
Wassalam

Dunil Zaid, 70 + 7/12 , Kpg Ujuuang Pandan Parak Karambia, Pdg


2013/9/18 JePedotCom <[email protected]>

> Kanda Zultan
>
> Dalam hal2 tertentu seperti berita di tempo yang diposting Kanda MM***
> kalau kita baca dan simak "Bunda" disini lebih kepada sosok sentral yg
> punya pengaruh dalam gonjang ganjing proyek2 di kementan termasuk dalam
> kasus daging sapi import bahkan sosok Bunda disini bisa mempengaruhi para
> petinggi/pejabat di Kemenhut dalam menentukan sebuah jabatan bagi seseorang.
>
> Mungkin hampir sama tokoh sentral bagi anak2 musik group Slank, dimana ibu
> si Bimbim , di Panggil Bunda oleh personal Slank serta para penggemarnya,
> disini Bunda mempunyai pengaruh dan tokoh yang disegani oleh anak2 musik
> slank dengan segala aktivitas mereka terutama ketika anak2 personil slank
> terlibat atau pemakai narkoba.
>
> Jadi bunda berita ditempo tokoh sentral yang berpengaruh disemrawutnya
> pengaturan proyek, kasus korupsi dll di Kementan
>
> Satu lagi tokoh sentral berpengaruh dalam group musik atau komunitas Slank
>
> Jika saya tunjuk loteng, maka saya akan katakan memang tidak relevan intro
> atau komen kanda MM*** dengan berita yang beliau posting yang membawa2
> "Bundo (Bundo Kanduang) dalam tatanan dalam sejarah, adat budaya
> minangkabau serta posisinya
>
> Kecuali postingan beritanya menyangkut hal2 seputar kerajaan Pagaruyuang
> misalnya..atau hal2 yang berhubungan dengan adat dan budaya Minangkabau
> disangkutkan posisi kaum perempuan atau tetuo perempuan yang punya pengaruh
> yang kita kenal sebagai para "Bundo Kanduang"
>
> Pertanyaan saya (kita) termasuk Bundo Nismah
>
> Apa maksud dan hubungan berita di tempo itu dengan peran Bundo di adat
> budaya kita yang menurut kanda MM*** di hormati oleh Dang Tuanku di
> kerajaan Pagaruyuang
>
> Lalu dikaitkan dengan berita ada Bunda Putri seorang tokoh sentral
> berpengaruh dalam hal2 pengaturan proyek, korupsi dll di Kementan.
>
> Apakah seorang Bunda Putri terlibat kasus korupsi di kementan  lalu bisa
> disamakan dengan posisi "Bundo" diranah minang (terbaca : membuat cacat
> panggilan Bundo di ranah minang)  mengingat dan menimbang pemakaian "Bunda"
> sudah berlaku secara umum apapun posisi, kedudukannya dan kapasitasnya.
>
> Kita tunggu jawaban kanda MM***
>
> Nakan Rina dan Ambo yo alah tunjuak loteng duluan dalam kelas (palanta RN)
> :-)
>
>
> Wass-Jepe, L- 48 ThnPowered by Telkomsel BlackBerry®
>
> -----Original Message-----
> From: "ZulTan" <[email protected]>
> Sender: [email protected]
> Date: Wed, 18 Sep 2013 03:10:16
> To: <[email protected]>
> Reply-To: [email protected]
> Subject: Re: [R@ntau-Net] Kabaa Nyano Awak Kalau Alah Banyak Kini
> Kategori Bundo?
>
>
> Nan lain, rancak basaba manunggu jawaban dari Kanda mm***.  Mungkin sadang
> mancari-cari bahan-bahan copas untuk kadijadikan jawaban.
>
> Bantuak di kelas, kalau nan ditanyo ndak bisa manjawab biasonyo nan maraso
> tau tunjuak loteng, "Saya, Buk!"
>
>
> Salam,
> ZulTan, L, 52, Bogor
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
>   1. Email besar dari 200KB;
>   2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>   3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
> Grup Google.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
>   1. Email besar dari 200KB;
>   2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>   3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
> Grup Google.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.

Kirim email ke