Nakan Akmal n sanak palanta nn baik!
Kalau posisi 1.1 tu dlm sumbayang bajamaah di Musajik or Mushollah,io
jarang se x nn JB alami baik di alam pedesaan or kota,di Ina or di lua negeri.
Posisi 1.1 tu or posisi 1 acok JB alami di rumah baik nn di Kampuang or di
Bonjer.
Terutama kalau sholat Maghrib diberanda rumah(dilua rumah induak),di
Kampuang,Pariaman, pernah suatu waktu ketika sholat Maghrib posisi 1 je,
rakaat pertama.ketika baca Al-Fatihah,'terasa' ada nn mengelus bahu kanan dgn
halus se x.JB berhenti bacaan sejenak baca srt itu kemudian meneruskan sampai
selesai.
Selesai salam Maghrib 'ka-ki', tidak ada kelihatan 'jamaah' nn ikut
sholat.Astaghfirullah.
Dlm doa sesudah sholat itu,JB mengakhiri Doa itu,"wahai sdr nn ikut
sholat",jangan engkau menampakkan diri,menganggu.menggodaku dlm setiap sholat
semacam ini".
JB lakukan doa semacam ini sesuai dgn nasehat Buya JB bhw diantara mahkluk
jiin pun ada nn Islam n 'biasanya' mereka ikut sholat berjamaah dgn kita
manusia ini.
Jadi bagi nn ber 'nyali' agak gamang kalau sholat Maghrib or Subuh sendiri
diberanda rumah or musholla nn jarang dipakai,tetaplah lakukan sholat itu dgn
khusuak dan ndak usah terganggu kalau ada nn 'menepuk pundak' kita dgn halus
dari belakang.
Sampai sekarang pun JB selalu dlm Doa agar terhindar dari 'penampakan'
makhluk2 halus-jiin n syaitan n sejenisnya- dimana saja JB berada.Alhamdulilah
JB tidak mengalaminya.Insya Allah sampai akhir hayat,semoga Allah swt
melindungi JB dari gangguan makhluk2 itu.Amin 3x.
JB,DtRJ,74thn labiah,sk Mandahiliang,IVAngkek Padusunan,Pariaman Timur,
kini di Bonjer,Jakbar.
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone
-----Original Message-----
From: Akmal Nasery Basral <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Mon, 30 Sep 2013 10:06:11
To: [email protected]<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [R@ntau-Net] Re: Lohong 137 (Part II): Pengamatan Sementara
Ajo Duta n.a.h.
ambo paranah pulo mangalami posisi 1.1 tu atau labiah tapeknyo 1.1.1/2.1/2.
Baa kok ado tambahan duo nan 1/2-1/2?
Jadi saat itu, sekitar 3 tahun lalu, satu panitia tausiyah mengundang ambo
(jo istri) ka Ponorogo. Kami diinapkan di sebuah hotel antik nan indak
jauah bana dari alun-alun Ponorogo. Hotel itu seperti bangunan peninggalan
Belanda. Langit-langit kamar tinggi sekali, dan perlengkapan kamar dari
tempat tidur, lemari pakaian, dst, kaca dinding, semua barang antik,
sehingga berada di dalam kamar hotel seperti mundur 50 abad lebih. Masuak
pertama kali sajo rasanya ada "sesuatu" yang sangat kuat.
Lalu saat shalat Subuh, kami mencoba "musholla" kecil di bagian belakang
hotel, karena ka musajik tadakek juo indak tahu. Nan disabuik "musholla"
ini seperti panggung kayu setinggi paha yang bisa digunakan sekitar 10
orang dewasa. Dan sekeliling "musholla" ini bertebaran banyak barang antik,
kayu, logam, entah material apa lagi. Lalu shalatlah kami dalam formasi 1.1.
Namun satalah itu ambo marasoan ado "penampakan samar-samar". Usai shalat,
hal itu indak ambo ceritakan ka istri.
Begitu acara selesai dan kami check-out, istri ambo batanyo apakah waktu
shalat Subuh ambo maliek "penampakan". Takajuik pulo ambo dek karano istri
berarti istri ambo alah tahu surang. Maka ambo tanyo, "lihat ada berapa?".
Inyo manjawek, "dua ya?" keceknyo sambil mendeskripsikan apo nan
dicaliaknyo. "Tapi samar-samar, nggak begitu jelas sekali," lanjuiknyo.
Tanyato iyo samo jo nan ambo liek pulo.
Nah, dek nan duo tu samar-samar sajo Ajo Duta, maka jadilah formasi
1.1.1/2.1/2 di ateh.
Wass,
ANB
45, Cibubur
Pada Jumat, 27 September 2013, ajo duta menulis:
> Nakan Akmal,
>
> Subuah ko Banduang posisi bukan 137 tapi 1.1. 1 imam dan 1 makmum.
> Artinya kami subuah dibiliak sajo. Ajo imam, cik Uniang makmum.
> Ditanyo ka resepsionis hotel musajik jauah.
>
>
>
>
>
>
>
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.