Assalamu'alaikum w.w. Bagus sekali rencana ini. Sebelum melangkah lebih jauh, perlu disepakati dulu motifnya dan perlu dipatenkan. Agar nantinya tidak bermasalah dikemudian hari. Contoh Batik Riau, salah satu motif adalah pucuk rebung. sudah di patenkan. Pengusaha konfeksi atau toko kain yang akan cetak harus beli motif dulu. Harga bisa nego. Kalau perlu diciptakan beberapa motif. Bisa lewat sayembara. Dan saat diluncurkan harus melibatkan gubernur dan pejabat daerah. MAPPAS bisa sebagai ujung tombak. Insya Allah ada peluang untuk maju.
Salam, Ibnu Mas'ud - pajakamang Powered by Telkomsel BlackBerry® -----Original Message----- From: Evy Nizhamul <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Thu, 3 Oct 2013 19:40:36 To: [email protected]<[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Bls: [R@ntau-Net] Batik Minang Salam Sanak Sadonyo wa bil khusus : Pak Muchlis Hamid, Akmal dan Hadi Saputra Seperti air mengalir ka nan elok, kemarin saya bertemu dengan pengusaha batik. Pengusaha ini sudah biasa menerima pesanan seragam secara eksklusif. Akhirnya kami berbicang-bincang bagaimana mewujudkan batik Minang ini. Hal- hal yang saya sampaikan adalah sebagai berikut : 1. Obsesi saya tentang warna, motif sesuai dengan karakter dan kultur dan aliran yang ada di Minangkabau. Hasil pembicaraan saya dengan pengusaha untuk mewujudkan hal ini no problem. 2. Gambar motif dan basic desain bisa dikirim kepadanya sesuai dengan keinginan pemesan. Dengan ketentuan memberikan deposit jaminan sebesar Rp 1 juta. Ini juga no problem kalau desain ini ditindak lanjuti. Tapi kalau putus ditengah jalan maka uang hilang. 3. Produksi batik : Desain yang sudah disetujui jadi bakal calon batik, minimal diproduksi 1000 yard setara 900 meter atau 23 ball. Bahan dasar nya kain katun. Nah.. jika dibuat baju atasan (2,25 m atau 3 meter), maka akan menghasilkan 400 baju. 4. Bagi kita bukan berapa jumlah baju baju yang akan dihasilkan bukan ? , tetapi bagaimana mewujudkan Batik Minang ini. Saya teringat, dulu banyak belajar dengan Ibunda saat kami menyulam baju bajaik anak daro. Kata almarhumah, " kita urang Minang punya warna dasar : merah--hijau--kuning--hitam. Kita juga punya motif dasar : pakis--pucuk rebung--burung. Patron tentang sulam menyulam ini masih saya simpan sekarang ini. Rasanya ingin saya wujudkan menjadi batik Minang. Bisa saja ditambahkan dengan simbol rumah gadang. Duhai.. indah rasanya bila dipakai oleh kaum pria atau perempuan minang. (y) Menilik persoalannya, mewujudkan batik Minang ini memang berada pada skala produksi. Perlu modal yang lumayan besar. Persis seperti Ibu Wirda Hanim saat memulai usaha. Lagi pula sebaiknya diproduksi dalam berbagai ragam motif versi Minang. Minimal diproduksi dalam 4 ragam motif. Jadi ? mudah atau sulit ndak ya.... Demikianlah wacana batik Minang ini. Wassalam 3vy Nizhamul (Kawasan Puspiptek, Kota Tangerang Selatan) ________________________________ Dari: Akmal Nasery Basral <[email protected]> Kepada: "[email protected]" <[email protected]> Dikirim: Jumat, 4 Oktober 2013 6:10 Judul: Re: [R@ntau-Net] Batik Minang Tarimo kasih ateh tambahan info Uni Evy, sanak Hadi dan Mak Muchlis Hamid nan boneh. Jadi upaya mengenalkan Batik Minang sudah bergulir, tapi mungkin gaungnya di masyarakat umum belum terdengar. Apalagi dengan kualitas yang kurang baik seperti dijelaskan Mak Muchlis. Mungkin Hadi dengan jejaring MAPPASINDO di seluruh Indonesia yang masif bisa jadi motor untuk lebih memopulerkan Batik Minang di masyarakat? Wass, ANB -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
