Sanak rantaunet yang saya hormati... ratusan motif2 khas minang pada songket dan ukiran rumah gadang tantu bisa dipindahkan ke pakaian, sehingga jadilah batik minang. kenapa tak melibatkan seniman sumbar atau jurusan senirupa dan desain universitas negeri padang untuk mewujudkannya? kalau motif batiak tanah liek yang kita kenal sekarang masih mengambil motif batik jawa (solo, yogya, pekalongan, cirebon, dll). baru-baru ini kepulauan mentawai sudah menggelar desaian batik mentawai. desain batik minang sebenarnya tinggal mewujudkannya....desain motif songket yang akan dipindahkan ke dalam bentuk batik akan kaya makna tersirat, makna tersurat, dan makna tersuruk. saya kira, motif batik jawa tidak sedahsyat pemaknaan batik minang.
salam, yurnaldi, tinggal di palembang, padang, dan dumai. ________________________________ From: Evy Nizhamul <[email protected]> To: "[email protected]" <[email protected]> Sent: Friday, 4 October 2013 9:40 AM Subject: Bls: [R@ntau-Net] Batik Minang Salam Sanak Sadonyo wa bil khusus : Pak Muchlis Hamid, Akmal dan Hadi Saputra Seperti air mengalir ka nan elok, kemarin saya bertemu dengan pengusaha batik. Pengusaha ini sudah biasa menerima pesanan seragam secara eksklusif. Akhirnya kami berbicang-bincang bagaimana mewujudkan batik Minang ini. Hal- hal yang saya sampaikan adalah sebagai berikut : 1. Obsesi saya tentang warna, motif sesuai dengan karakter dan kultur dan aliran yang ada di Minangkabau. Hasil pembicaraan saya dengan pengusaha untuk mewujudkan hal ini no problem. 2. Gambar motif dan basic desain bisa dikirim kepadanya sesuai dengan keinginan pemesan. Dengan ketentuan memberikan deposit jaminan sebesar Rp 1 juta. Ini juga no problem kalau desain ini ditindak lanjuti. Tapi kalau putus ditengah jalan maka uang hilang. 3. Produksi batik : Desain yang sudah disetujui jadi bakal calon batik, minimal diproduksi 1000 yard setara 900 meter atau 23 ball. Bahan dasar nya kain katun. Nah.. jika dibuat baju atasan (2,25 m atau 3 meter), maka akan menghasilkan 400 baju. 4. Bagi kita bukan berapa jumlah baju baju yang akan dihasilkan bukan ? , tetapi bagaimana mewujudkan Batik Minang ini. Saya teringat, dulu banyak belajar dengan Ibunda saat kami menyulam baju bajaik anak daro. Kata almarhumah, " kita urang Minang punya warna dasar : merah--hijau--kuning--hitam. Kita juga punya motif dasar : pakis--pucuk rebung--burung. Patron tentang sulam menyulam ini masih saya simpan sekarang ini. Rasanya ingin saya wujudkan menjadi batik Minang. Bisa saja ditambahkan dengan simbol rumah gadang. Duhai.. indah rasanya bila dipakai oleh kaum pria atau perempuan minang. (y) Menilik persoalannya, mewujudkan batik Minang ini memang berada pada skala produksi. Perlu modal yang lumayan besar. Persis seperti Ibu Wirda Hanim saat memulai usaha. Lagi pula sebaiknya diproduksi dalam berbagai ragam motif versi Minang. Minimal diproduksi dalam 4 ragam motif. Jadi ? mudah atau sulit ndak ya.... Demikianlah wacana batik Minang ini. Wassalam 3vy Nizhamul (Kawasan Puspiptek, Kota Tangerang Selatan) ________________________________ Dari: Akmal Nasery Basral <[email protected]> Kepada: "[email protected]" <[email protected]> Dikirim: Jumat, 4 Oktober 2013 6:10 Judul: Re: [R@ntau-Net] Batik Minang Tarimo kasih ateh tambahan info Uni Evy, sanak Hadi dan Mak Muchlis Hamid nan boneh. Jadi upaya mengenalkan Batik Minang sudah bergulir, tapi mungkin gaungnya di masyarakat umum belum terdengar. Apalagi dengan kualitas yang kurang baik seperti dijelaskan Mak Muchlis. Mungkin Hadi dengan jejaring MAPPASINDO di seluruh Indonesia yang masif bisa jadi motor untuk lebih memopulerkan Batik Minang di masyarakat? Wass, ANB -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
