Penipuan 01-hp
Kejadian ini menimpa seorang sahabat mantan Pensiunan juga. Dia tak sempat 
tertipu tapi sempat mendebarkan dada. Beginilah ceritanya. Sahabatku itu 
menerima telepon. Diseberang sana terdengar suara anak muda:" Ma Ma saya 
dijebak ma saya ditangkap polisi". Si Mama kaget sambil berteriak dan menyebut 
nama anaknya: "Ada apa X (nama anaknya) kenapa nak? Sudah itu terdengar suara 
keras seolah dari polisi. "Anak ibu si X ketangkap lagi bawa narkoba. Apa akan 
diteruskan atau damai saja. Kalau mau damai transfer sekarang juga 100 juta ke 
rekening xxxxxx. Sang ibu histeris dia tak percaya anaknya mengkonsumsi 
narkoba. Selanjutnya yang mengaku polisi bilang narkoba ketemu disaku anaknya. 
Polisi gadungan tsb. mengancam kalau ibu tak transfer si X akan ditembak" Si 
ibu tambah histeris dan untung Allah SWT membisikkan ke dia mungkin ini sebuah 
penipuan. Diam2 dia membisikkan kepada suaminya menghubungi anaknya. Kebetulan 
anaknya itu sedang sibuk diruang kerja dan hp disilentkan bunyinya. Setelah 
lama menunggu 3 kali menelepon baru dijawab si X. "Ada apa pa X baik2 saja". 
Begitulah penipuan sekarang. Kesalahan si Ibu (tapi kalau kita lagi panik kan 
suka lupa). Menyebutkan Nama anaknya lalu diikuti oleh si penipu. Semoga 
kejadian ini jadi pelajaran untuk kawan2 pensiunan yang lain.

Penipuan 01-hipnotis
Teman2 saya ingin mengutarakan penipuan melalui telepon yang diawali dari 
Facebook. Hal ini terjadi pada anak saya sendiri kira2 2 tahun yg lalu dimana 
anak saya sampai bisa terhipnotis dari telepon dan sampai bisa menggadaikan 
mobilnya utk mengirim uang Rp 60 jt kepada sipenghipnotis tsb. Diawali dari 
perkenalan dari Facebook yg mengatakan orang tsb selesai tugas di Timur Tengah 
dan mau bertamasya ke Bali. Tetapi barang2nya sdh terkirim semua ke Bali jadi 
waktu sampai di Jakarta kehabisan uangnya. Karena sdh berkenalan dgn anak saya 
dan punya No. Telepon anak saya akhirnya terus2an berteleponan dgn anak saya. 
Singkat cerita anak saya entah kenapa bisa dipengaruhi oleh orang tsb dan minta 
dikirim hari itu juga uang cash Rp 60 jt. Karena tdk uang cash sebanyak itu 
anak saya membawa mobilnya kekantor Pegadaian diCiputat utk menggadaikan 
mobilnya. Uang gadai sebanyak Rp60jt dibawanya dari Pegadaian melalui pasar dgn 
jalan kaki ke Bank Mandiri didekat Pegadaian. Sore itu uang Rp 60 jt dikirim ke 
orang tsb. Kejadian itu baru ketahuan oleh keluarga dimalam hari sewaktu kami 
menanyakan dimana mobilnya baru anak saya sadar bahwa dia sdh dipengaruhi orang 
itu. Besok paginya anak saya dtg ke Bank Mandiri utk memblokir uang kiriman tsb 
tapi terlambat dan uang sdh dicairkan. Setelah itu kita cek alamat orang tsb 
sesuai dgn alamat yg ada di Bank Mandiri.......tapi alamayt tsb tdk 
ada.....akhirnya kita melaporkan Cyber Crime tsb kekantor Polisi......sampai 
sekarang uang tadi amblas semua......Mobilnya kami tebus lagi ke Pegaaian dgn 
ongkos Rp 800,000 jadi total amblas Rp 60800000. Ini pelajaran yg harus kita 
benar2 kita jaga sampai jangan terhipnotis di telepon. 




@Hayatun Nismah Rumzy#

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.

Kirim email ke