Ado pulo modus perampokan dgn dalih berbuat baik. Ado pensiunan maambiak
pitih ke BRI Siteba sabanyak lbh kurang 7 juta Rupiah. Kemudian naiak ka
ojek becak. Datang mobil isi laki2 perempuan baya dgn bujukan "Pak  naiak
sajo ka oto ambo, ambo antaan ka rumah, awak kan samo2 baru maambiak pitih
pensiun" Turunlah laki2 tadi dari ojek becak kemudian naiak ka mobil.
Ditangah jalan disekap dan dirampok. Padahal jarak BRI ke rumah pensiunan
tadi cuma 800 meter.  Terlalu percaya  ajakan orang. Sampai kini pensiunan
tadi masih di rumah sakit dirawat.


2013/10/10 Nismah <[email protected]>

> Penipuan 01-hp
> Kejadian ini menimpa seorang sahabat mantan Pensiunan juga. Dia tak sempat
> tertipu tapi sempat mendebarkan dada. Beginilah ceritanya. Sahabatku itu
> menerima telepon. Diseberang sana terdengar suara anak muda:" Ma Ma saya
> dijebak ma saya ditangkap polisi". Si Mama kaget sambil berteriak dan
> menyebut nama anaknya: "Ada apa X (nama anaknya) kenapa nak? Sudah itu
> terdengar suara keras seolah dari polisi. "Anak ibu si X ketangkap lagi
> bawa narkoba. Apa akan diteruskan atau damai saja. Kalau mau damai transfer
> sekarang juga 100 juta ke rekening xxxxxx. Sang ibu histeris dia tak
> percaya anaknya mengkonsumsi narkoba. Selanjutnya yang mengaku polisi
> bilang narkoba ketemu disaku anaknya. Polisi gadungan tsb. mengancam kalau
> ibu tak transfer si X akan ditembak" Si ibu tambah histeris dan untung
> Allah SWT membisikkan ke dia mungkin ini sebuah penipuan. Diam2 dia
> membisikkan kepada suaminya menghubungi anaknya. Kebetulan anaknya itu
> sedang sibuk diruang kerja dan hp disilentkan bunyinya. Setelah lama
> menunggu 3 kali menelepon baru dijawab si X. "Ada apa pa X baik2 saja".
> Begitulah penipuan sekarang. Kesalahan si Ibu (tapi kalau kita lagi panik
> kan suka lupa). Menyebutkan Nama anaknya lalu diikuti oleh si penipu.
> Semoga kejadian ini jadi pelajaran untuk kawan2 pensiunan yang lain.
>
> Penipuan 01-hipnotis
> Teman2 saya ingin mengutarakan penipuan melalui telepon yang diawali dari
> Facebook. Hal ini terjadi pada anak saya sendiri kira2 2 tahun yg lalu
> dimana anak saya sampai bisa terhipnotis dari telepon dan sampai bisa
> menggadaikan mobilnya utk mengirim uang Rp 60 jt kepada sipenghipnotis tsb.
> Diawali dari perkenalan dari Facebook yg mengatakan orang tsb selesai tugas
> di Timur Tengah dan mau bertamasya ke Bali. Tetapi barang2nya sdh terkirim
> semua ke Bali jadi waktu sampai di Jakarta kehabisan uangnya. Karena sdh
> berkenalan dgn anak saya dan punya No. Telepon anak saya akhirnya terus2an
> berteleponan dgn anak saya. Singkat cerita anak saya entah kenapa bisa
> dipengaruhi oleh orang tsb dan minta dikirim hari itu juga uang cash Rp 60
> jt. Karena tdk uang cash sebanyak itu anak saya membawa mobilnya kekantor
> Pegadaian diCiputat utk menggadaikan mobilnya. Uang gadai sebanyak Rp60jt
> dibawanya dari Pegadaian melalui pasar dgn jalan kaki ke Bank Mandiri
> didekat Pegadaian. Sore itu uang Rp 60 jt dikirim ke orang tsb. Kejadian
> itu baru ketahuan oleh keluarga dimalam hari sewaktu kami menanyakan dimana
> mobilnya baru anak saya sadar bahwa dia sdh dipengaruhi orang itu. Besok
> paginya anak saya dtg ke Bank Mandiri utk memblokir uang kiriman tsb tapi
> terlambat dan uang sdh dicairkan. Setelah itu kita cek alamat orang tsb
> sesuai dgn alamat yg ada di Bank Mandiri.......tapi alamayt tsb tdk
> ada.....akhirnya kita melaporkan Cyber Crime tsb kekantor
> Polisi......sampai sekarang uang tadi amblas semua......Mobilnya kami tebus
> lagi ke Pegaaian dgn ongkos Rp 800,000 jadi total amblas Rp 60800000. Ini
> pelajaran yg harus kita benar2 kita jaga sampai jangan terhipnotis di
> telepon.
>
>
>
>
> @Hayatun Nismah Rumzy#
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
>   1. Email besar dari 200KB;
>   2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>   3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
> Grup Google.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>



-- 
Zorion Anas
(+62)0816857939
[email protected], [email protected]
[email protected]

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.

Kirim email ke