Ibu Hanifah, Syukur Alhamdulillah, ibu lah basuo dan bacarito lamak jo pak zultan, pak akmal, pak damhuri pak miko dan bapak kelg rantau net lainnyo di Padang, 24 oktober 13, smg silaturrahim ko makin terjalin arek, aamiin.
Salam, Elthaf, 52 th, asa Biaro, ampek angkek, jkt Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT -----Original Message----- From: Hanifah Damanhuri <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Thu, 24 Oct 2013 19:15:39 To: rantaunet<[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: [R@ntau-Net] Pada Pertemuan Cerpenis RantauNet (RN) (CERPEN) Pada Pertemuan Cerpenis RantauNet (RN) Jauh-jauh hari sudah kupersiapkan diri. Aku ingin bertemu dengan para Cerpenis RN. Cerpen perdanaku yang sudah diedit oleh Bung Damhuri dan Bung Akmal NB, hasilnya memang luar biasa, membuatku seakan terbang melayang ke angkasa. Aku teringat bagaimana dengan sabarnya Bung Akmal memberikan kritik dan saran biar tulisanku yang semula seperti berita di Koran pagi, menjadi karya sastra. “Ni, cerpen itu bukan fakta Ni”, begitu salah satu saran dari Bung Akmal. “Ni, cerpen itu seolah-olah fakta tapi hasil rekayasa”, kata Bung Damhuri memberikan saran. Cerpen bukan fakta, berarti aku harus berdusta, kataku dalam hati. Apa bedanya berdusta dan mengkhayal ya? Cepat-cepat kuubah cerpen yang tadinya fakta menjadi fiksi. “Ni, usahakan ada konflik dalam cerpen uni”, saran Bung Akmal setelah cerpen yang berupa fiksi dibaca Bung Akmal. “Ni, kan uni sudah terbiasa membaca tulisan saya, nah uni kan bisa melihat bagaimana konflik yang ada pada cerpen-cerpen saya kan?” Komentar Bung Damhuri. Oh begitu rupanya cara penulis membuat para pembacanya penasaran untuk mengetahui akhir dari konflik yang dibangunnya. Cepat-cepat kuperbaiki sendiri, wah sulit juga ternyata membangun konflik. Mesti ada tokoh antagonis kataku dalam hati. Siapa dan apa ya yang jadi konflik pada cerpenku? Lama aku termenung memikirkannya. Terbayang salah satu cerpen Bung Damhuri yang bercerita tentang akhir hidup X pejudi domino. “Lailla haillallah”, kata sanak saudaranya membantu X mengucap. “Lak Nam”, kata X menyebut. Terbayang pula tulisan Bung Damhuri tentang seorang pemburu yang lebih mencintai anjingnya dari pada anak kandungnya. Karena tidak mendapatkan kasih ayahnya, sang anak melepas rantai anjing dan memasangnya di lehernya. Aku memang selalu menarik nafas di akhir membaca cerpen Bung Damhuri. Decak kagum juga tertuju pada tulisan-tulisan Bung Akmal yang bercerita seakan-akan kisahnya nyata. Akhirnya aku berhasil juga membangun konflik. Jakarta, 16 November 2013 Untuk pertama kalinya aku bertemu muka dengan Bung Damhuri. Nama Ayahku yang mirip namanya membuat kami cepat akrab. “Alhamdulillah bisa bertemu Bung Damhuri, mudah-mudahan bakat Bung Damhuri bisa mengalir ke saya ya”, kataku padanya. “Kalau uni mau bersungguh-sungguh, uni pasti bisa”, kata Bung Damhuri. Aku tersenyum manis padanya. Sementara terjadi kecamuk dalam dada, mau jadi ilmuwan atau mau jadi sastrawan? Kata hati mengingatkan diriku. “Eh ini dia yang namanya Hanifah Damanhuri”, kata Kanda Zultan didampingi Bapak MM*** menyapaku. “Kanda Zultan ya? Bapak MM*** ya? he he he senang bisa bertemu. Alhamdulillah, kataku. “Dinda, selamat ya, cerpen Dinda luar biasa”, kata Kanda Zultan. Aku tatap wajah Kanda Zultan, mencoba membaca dari raut wajahnya yang tampan, apa ada dusta disana. Seakan paham arti tatapanku Kanda Zultan menimpali “serius, cerpen dinda luar biasa, indah”. Aku menoleh ke Bapak MM*** cerpenis kawakan sejak dari jaman baheulak. Beliau sangat risau akan hasil karya sastra yang biasa-biasa saja. Banyak nama Sastrawan Minang yang akan tercemar oleh karya yang biasa-biasa saja katanya. Kritikan tersebut jelas sampai ke aku walau beliau tidak menyebut namaku. Saat ini aku mempertaruhkan nama besar Bung Damhuri dan Bung Akmal serta nama Bapak MM*** sebagai cerpenis kawakan. Subhanallah, Bapak MM*** tersenyum manis dan mengangguk sambil berkata “ ya benar dinda, tulisan dinda kali ini bagus, tak seperti biasanya”. Tiba-tiba Bung Akmal sudah berada disamping kami dan menyelutuk “ya tentu saja bagus, siapa dulu editornya “. He he he kami serempak tertawa bahagia. Bukan bung Akmal saja yang hadir bersama kami, tau-tau semua cerpenis sudah berkumpul termasuk si Rina anak pejuang PRRI yang datang dari Batam. Alhamdulillah, indahnya kebersamaan dan indahnya pertemuan kataku. Bahagianya diriku pada pertemuan itu. “Sudah banyak Kumcer yang terjual”, kata Bung Miko melaporkan pada kami yang berkumpul. Raut wajah Bung Akmal si penggagas acara kelihatan sumringah. Puji syukurpun tak henti-henti meluncur dari bibirnya. Tidak percumalah mengajak dan mengubah orang biasa menjadi luar biasa. Seperti gelar yang akan melekat padaku yaitu Cerpenis RN. Alhamdulillah. …. Padang, 25 November 2013 “Bapak Prof. Atmazaki, ini hadiah dari Jakarta untuk Bapak, semoga Bapak berkenan ya”, kataku pada Dosen Sastra UNP yang mejanya terletak satu ruangan dengan meja pembimbingku Prof. Fauzan. “Terimakasih ya Bu”, jawabnya sambil menerima buku dan membolak-balik halaman buku Kuncer tersebut. “Wah ibu salah satu pengarangnya”, katanya terkejut. “Buku apa itu bu Hanifah”, kata Prof Fauzan bertanya. “Kumpulan cerpen, Hanifah salah satu pengarangnya”, kata Prof Atmazaki menjawab. “Bu Hanifah bikin cerpen?”, tanya Prof Fauzan dengan nada suara tinggi. …. Padang, 24 Oktober 2013 Hanifah Damanhuri -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
