Uda Elthaf Tulisan di atas murni cerpen Jadi benar-benar ngarang....
Alhamdulillah ... bisa juga keluar dari kebiasaan sehingga Uda tertipu oleh karangan ifah. Maaf ya Da Elthaf. he he he Salam Hanifah Pada 25 Oktober 2013 06.30, <[email protected]> menulis: > ** > Ibu Hanifah, > Syukur Alhamdulillah, ibu lah basuo dan bacarito lamak jo pak zultan, pak > akmal, pak damhuri pak miko dan bapak kelg rantau net lainnyo di Padang, 24 > oktober 13, smg silaturrahim ko makin terjalin arek, aamiin. > > Salam, > > Elthaf, 52 th, asa Biaro, ampek angkek, jkt > Sent from my BlackBerry® > powered by Sinyal Kuat INDOSAT > ------------------------------ > *From: * Hanifah Damanhuri <[email protected]> > *Sender: * [email protected] > *Date: *Thu, 24 Oct 2013 19:15:39 +0700 > *To: *rantaunet<[email protected]> > *ReplyTo: * [email protected] > *Subject: *[R@ntau-Net] Pada Pertemuan Cerpenis RantauNet (RN) (CERPEN) > > Pada Pertemuan Cerpenis RantauNet (RN) > > > > Jauh-jauh hari sudah kupersiapkan diri. Aku ingin bertemu dengan para > Cerpenis RN. Cerpen perdanaku yang sudah diedit oleh Bung Damhuri dan Bung > Akmal NB, > > hasilnya memang luar biasa, membuatku seakan terbang melayang ke angkasa. > > > > Aku teringat bagaimana dengan sabarnya Bung Akmal memberikan kritik dan > saran biar tulisanku yang semula seperti berita di Koran pagi, menjadi > karya sastra. > > “Ni, cerpen itu bukan fakta Ni”, begitu salah satu saran dari Bung Akmal. > “Ni, cerpen itu seolah-olah fakta tapi hasil rekayasa”, kata Bung Damhuri > memberikan saran. Cerpen bukan fakta, berarti aku harus berdusta, kataku > dalam hati. Apa bedanya berdusta dan mengkhayal ya? > > > > Cepat-cepat kuubah cerpen yang tadinya fakta menjadi fiksi. “Ni, usahakan > ada konflik dalam cerpen uni”, saran Bung Akmal setelah cerpen yang berupa > fiksi dibaca Bung Akmal. “Ni, kan uni sudah terbiasa membaca tulisan saya, > nah uni kan bisa melihat bagaimana konflik yang ada pada cerpen-cerpen saya > kan?” Komentar Bung Damhuri. Oh begitu rupanya cara penulis membuat para > pembacanya penasaran untuk mengetahui akhir dari konflik yang dibangunnya. > > > > Cepat-cepat kuperbaiki sendiri, wah sulit juga ternyata membangun konflik. > Mesti ada tokoh antagonis kataku dalam hati. Siapa dan apa ya yang jadi > konflik pada cerpenku? Lama aku termenung memikirkannya. Terbayang salah > satu cerpen Bung Damhuri yang bercerita tentang akhir hidup X pejudi > domino. “Lailla haillallah”, kata sanak saudaranya membantu X mengucap. > “Lak Nam”, kata X menyebut. Terbayang pula tulisan Bung Damhuri tentang > seorang pemburu yang lebih mencintai anjingnya dari pada anak kandungnya. > Karena tidak mendapatkan kasih ayahnya, sang anak melepas rantai anjing dan > memasangnya di lehernya. Aku memang selalu menarik nafas di akhir membaca > cerpen Bung Damhuri. Decak kagum juga tertuju pada tulisan-tulisan Bung > Akmal yang bercerita seakan-akan kisahnya nyata. Akhirnya aku berhasil juga > membangun konflik. > > > > Jakarta, 16 November 2013 > > > > Untuk pertama kalinya aku bertemu muka dengan Bung Damhuri. Nama Ayahku > yang mirip namanya membuat kami cepat akrab. “Alhamdulillah bisa bertemu > Bung Damhuri, mudah-mudahan bakat Bung Damhuri bisa mengalir ke saya ya”, > kataku padanya. “Kalau uni mau bersungguh-sungguh, uni pasti bisa”, kata > Bung Damhuri. Aku tersenyum manis padanya. Sementara terjadi kecamuk dalam > dada, mau jadi ilmuwan atau mau jadi sastrawan? Kata hati mengingatkan > diriku. > > > > “Eh ini dia yang namanya Hanifah Damanhuri”, kata Kanda Zultan didampingi > Bapak MM*** menyapaku. “Kanda Zultan ya? Bapak MM*** ya? he he he senang > bisa bertemu. Alhamdulillah, kataku. > > > > “Dinda, selamat ya, cerpen Dinda luar biasa”, kata Kanda Zultan. Aku tatap > wajah Kanda Zultan, mencoba membaca dari raut wajahnya yang tampan, apa ada > dusta disana. Seakan paham arti tatapanku Kanda Zultan menimpali “serius, > cerpen dinda luar biasa, indah”. Aku menoleh ke Bapak MM*** cerpenis > kawakan sejak dari jaman baheulak. Beliau sangat risau akan hasil karya > sastra yang biasa-biasa saja. Banyak nama Sastrawan Minang yang akan > tercemar oleh karya yang biasa-biasa saja katanya. Kritikan tersebut jelas > sampai ke aku walau beliau tidak menyebut namaku. Saat ini aku > mempertaruhkan nama besar Bung Damhuri dan Bung Akmal serta nama Bapak > MM*** sebagai cerpenis kawakan. > > > > Subhanallah, Bapak MM*** tersenyum manis dan mengangguk sambil berkata “ > ya benar dinda, tulisan dinda kali ini bagus, tak seperti biasanya”. > Tiba-tiba Bung Akmal sudah berada disamping kami dan menyelutuk “ya tentu > saja bagus, siapa dulu editornya “. He he he kami serempak tertawa bahagia. > Bukan bung Akmal saja yang hadir bersama kami, tau-tau semua cerpenis sudah > berkumpul termasuk si Rina anak pejuang PRRI yang datang dari Batam. > Alhamdulillah, indahnya kebersamaan dan indahnya pertemuan kataku. Bahagianya > diriku pada pertemuan itu. > > > > “Sudah banyak Kumcer yang terjual”, kata Bung Miko melaporkan pada kami > yang berkumpul. Raut wajah Bung Akmal si penggagas acara kelihatan > sumringah. Puji syukurpun tak henti-henti meluncur dari bibirnya. Tidak > percumalah mengajak dan mengubah orang biasa menjadi luar biasa. Seperti > gelar yang akan melekat padaku yaitu Cerpenis RN. Alhamdulillah. > > …. > > > > Padang, 25 November 2013 > > > > “Bapak Prof. Atmazaki, ini hadiah dari Jakarta untuk Bapak, semoga Bapak > berkenan ya”, kataku pada Dosen Sastra UNP yang mejanya terletak satu > ruangan dengan meja pembimbingku Prof. Fauzan. “Terimakasih ya Bu”, > jawabnya sambil menerima buku dan membolak-balik halaman buku Kuncer > tersebut. “Wah ibu salah satu pengarangnya”, katanya terkejut. “Buku apa > itu bu Hanifah”, kata Prof Fauzan bertanya. “Kumpulan cerpen, Hanifah salah > satu pengarangnya”, kata Prof Atmazaki menjawab. “Bu Hanifah bikin > cerpen?”, tanya Prof Fauzan dengan nada suara tinggi. > > …. > > > > Padang, 24 Oktober 2013 > > > > > > Hanifah Damanhuri > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari > Grup Google. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . > Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari > Grup Google. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . > Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
