Meminjam teori Johan Galtung tentang kekerasan , Abd A'la ( 2008 ) berpendapat bahwa Padri berkomitmen struktural , kultural dan sesekali kekerasan di Sumatera Barat : Padri melakukan kekerasan budaya dengan membenarkan apa yang mereka lakukan dengan cara agama, ideologi , bahasa dan pengetahuan. Secara sistematis dirancang kekerasan struktural dengan meminggirkan lawan mereka di antara individu dan kelompok, kekerasan struktural ini kemudian diikuti dengan kekerasan dalam bentuk serangan fisik , penculikan dan bahkan pembunuhan ( hal. 283 ).
Para Padri berusaha untuk memaksakan interpretasi Islam mereka ketat dan keras di seluruh Minangkabau . Sejauh sejarah minangkabau takambang,, jalan padri ini yang bisa melakukan itu,, walau tak mampu bertahan dengan munculnya kekuatan Belanda Pada 26 Oktober 2013 12.01, Mochtar Naim <[email protected]> menulis: > Sdr Marza Chaniago, > Masalah kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangan memang sesuatu yang > harus dihabisi. Menghabisi kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangan itu > memerlukan waktu dan energi sepanjang masa, bukan hanya bergenerasi tapi > berabad. Bayangkan, sejak zaman Majapahit sampai sekarang ini masalah utama > kita tetap saja adalah masalah kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangan > itu. Kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangan itu kaitannya adalah pada > sistem sosial dan budaya kita sendiri. Kita memelihara sistem sosial dan > budaya yang sifatnya feodalistik-aristokratik yang membedakan kelompok > sosial yang di atas, di tengah dan di bawah. Yang mengatur dan > mengendalikan semua2 selalu adalah kelompok yang di atas yang berkuasa. > Mereka dari semula bekerjasama dengan para konglomerat non-pri Cina yang > menguasai ekonomi Indonesia ini dari hulu sampai ke muara, di darat, laut > dan udara. Dari sanalah masuknya budaya gratifikasi alias suap itu. Kalau > mau menghabisinya maka sistem itulah yang dirubah, dari > feodalisme-aristokrasi ke demokrasi egaliter. Kita bisa belajar banyak dari > Tiongkok, Korea, Jepang dan Vietnam dalam menghabiskan sistem > feodal-aristokratik itu untuk menukarnya dengan sistem demokratis-egaloiter > yang mendahulukan kepentingan rakyat di bawah. MN > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari > Grup Google. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . > Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
