REPUBLIKA.CO.ID, Oleh *Fernan Rahadi*/Editor Sepakbola ROL

Pelatih Timnas U-23 Rahmad Darmawan (RD) akhirnya memutuskan mencoret nama
striker Syamsir Alam dari skuat yang akan berlaga di SEA Games Desember
nanti. Bukan berita mengejutkan. Justru akan jadi keputusan kontroversial
jika pelatih Arema Cronous itu bersikukuh mempertahankan penyerang yang
bermain di DC United itu.

Dari sejumlah laga pemanasan tim Garuda Muda, pemain berusia 21 tahun itu
memang gagal membuktikan kualitasnya meskipun jadi satu-satunya pemain yang
bermain di luar negeri. Kelemahan yang paling terlihat adalah kegagalannya
mengkonversi satu gol pun dalam sejumlah laga persiapan Timnas U-23.

Bagi seorang striker, menjadi mandul tentunya bukan pilihan, apalagi jika
yang diperkuat adalah sebuah tim nasional. Syamsir tentu menyadari betul
kekurangannya tersebut.

Satu-satunya 'prestasi' barangkali saat ia berhasil melaksanakan tugas
sebagai eksekutor penalti pada laga semifinal Islamic Solidarity Games
(ISG) melawan Turki U-21 bulan September lalu. Pada laga yang dimenangkan
skuat RD itu sangat terlihat bahwa pergerakan pemain pinjaman dari CS Vise
tersebut, yang dipasang sebagai striker tunggal, sangat tidak efektif.

Sudah bukan rahasia jika julukan 'pemain pesanan' kerap melekat di diri
Syamsir. Hal itu disebabkan Vise, klub yang memiliki pemuda asal Agam,
Sumatera Barat, itu, dimiliki oleh Nirwan Bakrie, bekas penyokong dana PSSI
kepengurusan sekarang. Syamsir selalu bersikeras bahwa julukan itu salah
dialamatkan kepadanya dan ia mencoba membuktikannya di atas lapangan.

Namun yang terjadi di atas lapangan kerap tidak sesuai harapan Syamsir. Ia
selalu gagal menampilkan performa yang sempat mengangkat namanya pada
pagelaran Pra Piala Asia U-19 pada 2009 silam, saat ia bersama Alan Martha,
bomber Sriwijaya FC saat ini, menjadi pencetak gol terbanyak Timnas U-19.

RD sudah mencobanya di berbagai pertandingan penting, termasuk saat melawan
klub Inggris Chelsea, pada laga ekshibisi bulan Agustus lalu. Namun
penampilan Syamsir selalu mengecewakan. Klimaksnya adalah saat RD
memutuskan mencoret nama Syamsir dari daftar 30 pemain Timnas U-23, Senin
(28/10) lalu.

"Penyusutan pemain sudah dilakukan. Salah satu pemain yang keluar adalah
Syamsir Alam," kata RD. "Setelah membanding-bandingkan, pemain yang
tersisih itu memang kalah bersaing dengan pemain lain," tambahnya.

Syamsir sejauh ini masih enggan menanggapi keputusan pelatihnya tersebut.
Lewat Twitter* @syamsiralam*, ia hanya menulis kalimat singkat usai
pengumuman dilakukan. "Jangan pernah sesali keputusan itu," tulis mantan
pemain Atletico Penarol itu.

Keputusan RD kemarin seakan menjadi pembuktian lain bahwa kualitas Syamsir
saat ini memang tidak sebagus yang selama ini digembar-gemborkan media. Ini
adalah kegagalan kedua bagi Syamsir menembus skuat inti Timnas U-23. Pada
SEA Games 2011 lalu, nama Syamsir juga tersisih dari skuat final berisi 20
pemain meskipun sempat disertakan pada sejumlah laga uji coba.

Selama ini, berbagai media seolah terbuai dengan berbagai 'prestasi'
Syamsir memperkuat sejumlah klub luar negeri, mulai dari Atletico Penarol
(Uruguay), CS Vise (Belgia), hingga saat ini DC United (Amerika Serikat).
Bahkan seorang Bambang Pamungkas tanpa ragu mengatakan bahwa masa depan
Timnas Indonesia adalah eranya seorang Syamsir Alam.

Faktanya, Syamsir justru lebih terkenal dari berita-berita luar lapangan
seperti menjadi bintang iklan sebuah produk minuman atau lewat
kicauan-kicauannya di twitter untuk menanggapi ejekan-ejekan para *haters*
-nya.

Di level klub, meskipun menjadi pemain pertama yang bergabung di klub Major
League Soccer (MLS), ia bahkan tak pernah merasakan menjadi bagian dari
skuat DC United di luar laga persahabatan. Pelatih DC United, Ben Olsen
beranggapan Syamsir belum cukup layak bermain di tim utama tim berjuluk *The
Red and Black* tersebut.

Kini, tergantung Syamsir bagaimana menyikapi pencoretan dari skuat Timnas
U-23 tersebut. Para penggemarnya tentu tidak berharap ia menjadi patah
arang. Tulisan ini pun tidak dimaksudkan untuk menghujat pemain yang pernah
mengikuti tes di klub Eredivisie Belanda, Vitesse Arnhem tersebut.
Sebaliknya, semua orang tentunya berharap Syamsir bangkit meskipun
terkadang harapan itu disampaikan melalui kata-kata yang menyakitkan.

Sudah banyak contoh pemain muda yang gagal melanjutkan karier gemilangnya
setelah bersinar di usia yang sangat muda, sebut saja Rigan Agachi yang
sempat bermain di tim junior PSV Eindhoven, atau Kurniawan Dwi Yulianto
yang pernah bermain di klub Serie A Sampdoria, meskipun nama terakhir
kembali menemukan penampilan terbaiknya di penghujung karier sepak bolanya.

Kita berharap tentunya karier Syamsir tidak mandek seperti dua nama di
atas. Para pecinta sepak bola di Tanah Air paham betul bahwa jebolan SSB
Depok itu memiliki kemampuan mumpuni untuk memperkuat timnas senior di masa
depan. Hanya saja saat ini kualitas itu belum terlihat. **
*Good luck*, Syamsir Alam!

http://www.republika.co.id/berita/kolom/fokus/13/10/29/mveljt-akhir-karier-syamsir-alam

Wassalammu'alaikum wr. wb
Aryandi, 40th+, ciledug, tangerang
*Tingkatkan Integritas Diri, Jalin Silahturrahim, Mari Bersinergi, Ayo
Jemput Rezeki, Bantu Anak Negeri**  *

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.

Kirim email ke