*JAKARTA, KOMPAS.com* — Indonesia khususnya di Sumatera telah lama menunggu
realisasi janji pemerintah untuk segera membangun Jalan Tol Trans-Sumatera
(JTTS). Selama ini tingkat kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi
wilayah Sumatera rendah karena buruknya infrastruktur, terutama jalan. Jika
proyek JTTS dapat segera direalisasikan, akan menimbulkan efek
*multiplier*yang sangat positif sekaligus memeratakan pembangunan
untuk meningkatkan
potensi ekonomi Sumatera yang diyakini bisa melebihi pertumbuhan ekonomi
nasional.

Hal tersebut disampaikan peneliti senior Centre for Information Development
Studies (Cides) Umar Juoro dan Ketua Komisi V (bidang perhubungan,
infrastruktur, dan transportasi) Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia
(DPR RI) Lauren Bahang Dama dalam keterangannya, Minggu (17/11/2013).

Umar Juoro mengatakan, saat ini jalan yang ada di wilayah Sumatera sangat
tidak memadai dan overkapasitas sehingga menyedot biaya ekonomi yang sangat
tinggi. Pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi yang ada di Sumatera
oleh sebagian masyarakat dianggap tidak melakukan apa-apa terhadap
kerusakan jalan di wilayah Sumatera.

"Akibatnya, sebagian masyarakat banyak yang menghentikan hilir mudik
kendaraan pengangkut hasil alam dan hasil ekonomi di Sumatera. Masyarakat
menganggap angkutan ini menambah parah kerusakan jalan. Sementara
penghentian kegiatan ekonomi, selain menimbulkan banyak pengangguran, juga
mengakibatkan kondisi ekonomi dan kesejahteraan masyarakat makin menurun,”
ujar Juoro.

Dengan adanya JTTS, kegiatan ekonomi seperti pengangkutan hasil pertanian
dan perkebunan, hasil kerajinan tangan, serta hasil tambang dari wilayah
Sumatera dapat dilakukan lewat jalan tol ini. Pelaku bisnis akan senang
jika JTTS dapat segera direalisasikan. Masyarakat Sumatera akan lebih
sejahtera dan lebih maju.

“Yang paling siap untuk segera dilaksanakan oleh pemerintah untuk
meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat adalah dengan
segera merealisasikan pembangunan Jalan Tol Trans-Sumatera. Selama ini
pemerintah sudah menyiapkan anggaran untuk modal awal pembangunan Jalan Tol
Trans-Sumatera. Sementara badan usaha yang akan membangun dan
mengoperasikannya juga sudah ditunjuk dan sangat siap menjalankan penugasan
negara itu. Mengapa realisasi pembangunannya harus tertunda terus?” kata
Umar.

Ketua Komisi V DPR RI Lauren Bahang Dama melihat potensi yang ditimbulkan
dari pembangunan JTTS berupa efek *multiplier* yang sangat positif untuk
pertumbuhan ekonomi Sumatera dan nasional. Pihak DPR RI akan terus mengawal
dan meminta pemerintah untuk segera merealisasikannya.

Untuk dapat segera merealisasikan pembangunan JTTS ini, DPR RI meminta
pemerintah perlu segera menyediakan payung hukum berupa peraturan presiden
(perpres). Untuk itu, pihak DPR RI akan selalu meminta dan mendorong
Presiden untuk segera mengeluarkan perpres sebagai payung hukum bagi
pelaksanaan pembangunan JTTS.

“Komisi V DPR RI yang secara teknis membidangi infrastruktur sangat
berharap dan menekankan pentingnya payung hukum sebagai landasannya. Kita
harus dorong dan minta kepada Presiden untuk benar-benar memperhatikan
serius rencana besar jangka panjang ini sebagai bagian dari proyek yang
nantinya akan jadi kebanggaan bangsa. Kita harap, sebelum akhir Desember
perpres sudah turun, sehingga proses pembangunan Jalan Tol Trans-Sumatera
sudah bisa dimulai tahun depan. Kita tunggu saja tanggapan Presiden
bagaimana,” papar Lauren Bahang Dama.

http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2013/11/17/1953420/Mendesak.Perpres.Tol.Trans-Sumatera
.



Smoga bs terwujud, secepatnya....
Wassalammu'alaikum wr. wb
Aryandi, 40th+, ciledug, tangerang
*Tingkatkan Integritas Diri, Jalin Silahturrahim, Mari Bersinergi, Ayo
Jemput Rezeki, Bantu Anak Negeri*

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.

Kirim email ke