Al, ambo satuju sapanuahnyo jo pandapek Al tu. Sagalo cayah di kampuang awak tu 
mah. Parang Paderi jo gampo gadang sajo indak mampu mamelokinyo doh. 

Wassalam ,
SB, 77, Jkt. 

Sent from my iPad

> On 18 Nov 2013, at 20.16, Syafruddin AL <[email protected]> wrote:
> 
> Adidunsanak di palanta, n.a.h!
> 
> Tagalak sengeng ambo mambaco statemen anggota dpr ko. Bukankah mereka juga 
> tempo hari nan membatalkan penambahan penyertaan saham pemerintah ke salah 
> satu BUMN, sahinggo proyek ko yg mesti dimulai akhir oktobet lalu, akhirnyo 
> batal dilaksanakan.
> 
> Jan picayo bana lai ka anggota dpr nan mengaku terhormat tu. Omong kosong se 
> tu mah. Cari perhatian jelang pemilu.
> 
> Terkait jo tol trans sumatra, ambo lah menduga banyak nan ndak setuju. Takuik 
> lapau nasi padang di lintas sumatra kabatutuik dan investor asing masuak ka 
> sumbar.
> 
> Apokoh banyak sumberdaya mineral di ranah minang ko? Blok mentawai tu kan 
> dijuluak dari bengkulu. Deposit nan ado hanyo batukapur untuak semen. 50-100 
> tahun lai abih tu mah. Kini, semen tu lah bak kato urang se. Apo lai nan 
> kadipanggaan salain gampo?
> 
> Tingga alam nan indah, budaya yang unik, kuliner yg enak. Iko nan isa dujua 
> dan ndak marusak alam. Tapi sikap awak manduo jo pariwisata ko. Antak iyo 
> antah indak se. Agak mulai rami, kebiasaan main pangua mulai pulo. Katiko 
> tukang pakuak ko disapo, banyak lo nan bangih. Akhianyo, kasitu anta, kamari 
> tabedo.
> 
> Masuak taxi nan lai agak taratik, berang lo awak. Dikatokan merampas mato 
> pancarian urang awak. Tapi ado taksi nan dak pakai agrometer, awak heboh 
> pulo. Antah baa nan kalamak.
> 
> Memamg harus basilang api dalam tungku, mangko api bisa iduik. Tapi, lah 
> banyak pergeseran. Demokrasi minang makin menuju sepakat untuk tidak sepakat.
> 
> Talabiah takurang banyak maaf.
> 
> Salam
> 
> Syaf AL, 50, sdg di empat lawang, sumsel
> 
> Pada 18 Nov 2013 18:57, "Zaid Dunil" <[email protected]> menulis:
>> Ass ww
>> Sanak Artyandi, Sanak Augi ,  Pak Fahrizal M N S , pak M Amiroedin dan sanak 
>> sapalanta nah
>> Semua yang disebut tersebut itu, mulai Jalan Toll trans Sumatra, jalur 
>> kereta api dari Bandar Lampung sampai ke Banda Aceh , serta Jembatan Selat 
>> Sunda, semuanya diperlukan sebagai pra sarana penting bagi pembangunan dan 
>> pengembangan ekonomi wilayah. Semuanya akan menjadi daya tarik masuknya 
>> investasi ke wilayah ini. Yang perlu diantisipasi adalah bahwa baik Toll 
>> Trans Sumatra maupun Jalur KA Bandar Lampung - Banda Aceh itu harus melewati 
>> Sumatra Barat, agar kita kebagian prasarana yang penting itu. Mana yang akan 
>> dibangun lebih dulu tentu perlu kajian yang cermat dikaitkan dengan tingkat 
>> kesulitan , biaya serta manfaat terbesar yang akan diperoleh dari pra sarana 
>> itu. 
>> Zaman sekarang kita tidak bisa me milah milah agama orang yang akan 
>> investasi atau yang akan masuk ke Sumbar. Kebijakan Nasional sudah 
>> menetapkan dengan jelas bahwa  negara kita akan melaksanakan AFTA pada 
>> Desember 2015. Mulai saat berlakunya AFTA itu, maka seluruh kawasan Asean 
>> akan menjadi area perdagangan bebas. Dan karena penduduk Indonesia terbesar 
>> dikawasan Asean , maka kita akan jadi sasaran pemasaran produk produk negara 
>>  Asean itu. Untuk itu kita juga harus menjadi negara produsen dan bukan 
>> hanya sekedar  sebagai konsumen . Karena itu investasi harus masuk sebanyak 
>> banyaknya ke negeri ini (Indonesia),  baik PMA maupun PMDN.   Masing masing 
>> negara akan berusaha agar memasukkan modal asing dan meningkatkan porsi PMDN 
>>  untuk membangun negeri dan daerahnya dan kita hanya bisa menang apabila 
>> infra struktur kita lebih baik dari negara negara lain. Begitu juga untuk 
>> area yang disebut propinsi, hanya akan berhasil menggaet  investasi kalau 
>> kita juga siap dengan prasarana dan keterbukaan. Sikap keterbukaan itu 
>> penting , agar kita tidak lagi  memilih investor dengan mengait ngaitkan 
>> investasi itu dengan agama investor itu.  Zaman sekarang menurut saya tidak 
>> ada lagi pengusaha yang  mencari uang sambil menyebarkan agama .  Pengusaha 
>> itu banyak yang agamanya adalah "uang" ,  tujuannya hanya mencari uang atau 
>> keuntungan untuk mengembangkan usaha dan mengaruk laba yang sebesar besarnya 
>> bagi pemiliknya. Hanya karena adanya CSR (Corporate Social Responsibiulity) 
>> saja mereka itu lebih manusiawi dalam mencari uang itu. Walaupun demikian 
>> kita tetap memperioleh keuntungan dan manfaat dari investasi itu dalam 
>> bentuk penanggulangan masalah tenaga kerja (mengurangi pengangguran secara 
>> signifikan), memperoleh pendapatan pajak , transfer of teknologi ,  
>> peningkatan perdagangan dan peningkatan pendapatan regional dsb nya.  
>> Berpikir dan curiga  bahwa selalu akan ada misi pemurtadan dibalik investasi 
>> , berarti kita belum siap dengan  keterbukaan yang dicanangkan pemerintah 
>> dan  amat disayangkan kalau  Sumbar hanya akan menjadi pilihan terakhir bagi 
>> investor , maka kita akan rugi sendiri dan terpencil sendiri dan menjadi 
>> penonton yang akan terkagum kagum atas kemajuan pembangunan propinsi lain.   
>> Kita  bisa lebih maju dari propinsi lain kalau kita juga bersikap terbuka 
>> dan welcome kepada investor yang akan ikut membangun dan berusaha di negeri 
>> kita yang cantik ini. Kalau sikap sebaliknya yang dikembangkan, itu  berarti 
>> kita belum siap dengan keterbukaan yang menjadi kunci percepatan pembangunan 
>> kawasaan , baik negara maupun wilayah/rpopinsi. dan saya khawatir kita akan 
>> tertinggal seperti "kampung  kampung orang badui" ditengah Jawa Barat yang 
>> sudah modern. 
>> Wassalam
>> Dunil Zaid, 70+9/12. Kpg Ujuang Pandan Parak Karambia, Pdg. Tingga di Jkt.
>> 
>> 
>> 2013/11/18 <[email protected]>
>>> Setuju jalur kereta api dibangun dr Lampung ke Banda Aceh, kemudian Trans 
>>> Lintas Sumatra yg sdh ada diperbaiki, dengan demikian ekonomi Sumatra akan 
>>> tumbuh pesat, krn membangun jalan Tol sangat mahal utk biaya pembebasan 
>>> tanahnya saja, yg ada akan msk investor asing yg akan menguasai urat nadi 
>>> perekonomian Indonesia, dan kemungkinan Jln Toll akan menembus tanah Ulayat 
>>> dan Hutan Lindung shg prosesnya akan bertahun-tahun, jadi berdayakanlah yg 
>>> sdh ada, sehingga biaya yg diperlukan tdk sebesar membangun jembatan selat 
>>> sunda,Wass
>>> Powered by Telkomsel BlackBerry®
>>> From: [email protected]
>>> Sender: [email protected]
>>> Date: Mon, 18 Nov 2013 06:57:49 +0000
>>> To: Rantaunet<[email protected]>
>>> ReplyTo: [email protected]
>>> Subject: Re: [R@ntau-Net] (OOT): Mendesak, Perpres Tol Trans-Sumatera
>>> 
>>> وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه
>>> Jalan tol Trans-Sumatera dan Jembatan Selat Sunda kalau sudah jadi mungkin 
>>> bisa mengurangi urbanisasi dari Sumatera ke Jawa.
>>> Tetapi perlu hati2 karena bisa membuat Sumatera jadi Jawa kedua. Sekarang 
>>> lingkungan hidup di Jawa sudah semrawut dan sesak karena pembangunan yg tak 
>>> terarah dan tidak terkendali. 
>>> 
>>> Barangkali Jembatan Selat Sunda tidak usah dibangun. Juga dari pada Jalan 
>>> Tol lebih baik dibangun jaringan jalan kereta (api)...sehingga yg banyak 
>>> bepergian ke Sumatera bukan hanya orang2 kaya Jawa yang bermobil pribadi 
>>> dan lapar lahan/tanah...tapi orang2 kebanyakan yg bisa jadi tenaga kerja.
>>> 
>>> Salam
>>> Fashridjal M. Noor Sidin
>>> L65bdg
>>> 
>>> 
>>> Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung 
>>> Teruuusss...!
>>> From: Augi Jusri Djalaluddin <[email protected]>
>>> Sender: [email protected]
>>> Date: Mon, 18 Nov 2013 13:43:54 +0700
>>> To: <[email protected]>
>>> ReplyTo: [email protected]
>>> Subject: Re: [R@ntau-Net] (OOT): Mendesak, Perpres Tol Trans-Sumatera
>>> 
>>> Asslm.Wr.Wb.
>>> 
>>> Pembiayaan konsorsium gabungan dana 19 BUMN untuk rencana pembangunan Jalan 
>>> Tol di atas Laut pesisir Utara Jawa, Jalan Tol Surabaya - Jakarta, hemat 
>>> saya akan lebih baik ditunda dulu untuk 25 tahun mendatang.
>>> 
>>> Rencana Jembatan Selat Sunda sejak 1960, Pelabuhan terpadat didunia (dalam 
>>> 3 hari dapat menampung penumpang 300.000 lebih).
>>> Hemat saya Jalan Tol Sumatra bagian dari Jembatan Selat Sunda yang dapat 
>>> mengurangi urbanisasi ke Pulau Jawa.
>>> 
>>> Djoko Kirmanto khawatir rencana Tol atas laut Jakarta-Surabaya jadi pesaing 
>>> Trans Jawa
>>> http://bit.ly/H6sB1b
>>> 
>>> Referensi:
>>> Jalan Tol dan Kereta Api Johor Baru-Kuala Lumpur di Malaysia yang dapat 
>>> menampung tenaga TKI, Konsultan Pribumi, Pabrik Semen di Sumatra dan Pabrik 
>>> Besi Baja di Banten.
>>> 
>>> http://id.wikipedia.org/wiki/Jembatan_Selat_Sunda
>>> http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_Expressways_and_Highways_in_Malaysia
>>> 
>>> 
>>> Semoga bermanfaat.
>>> Wass.Wr.Wb.
>>> 
>>> AUGI JD
>>> augispot.blogspot.com
>>> 
>>> 
>>> Pada 18 November 2013 13.15, Aryandi Ilyas <[email protected]> menulis:
>>>>  
>>>>  
>>>> JAKARTA, KOMPAS.com — Indonesia khususnya di Sumatera telah lama menunggu 
>>>> realisasi janji pemerintah untuk segera membangun Jalan Tol Trans-Sumatera 
>>>> (JTTS). Selama ini tingkat kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan 
>>>> ekonomi wilayah Sumatera rendah karena buruknya infrastruktur, terutama 
>>>> jalan. Jika proyek JTTS dapat segera direalisasikan, akan menimbulkan efek 
>>>> multiplier yang sangat positif sekaligus memeratakan pembangunan untuk 
>>>> meningkatkan potensi ekonomi Sumatera yang diyakini bisa melebihi 
>>>> pertumbuhan ekonomi nasional.
>>>> Hal tersebut disampaikan peneliti senior Centre for Information 
>>>> Development Studies (Cides) Umar Juoro dan Ketua Komisi V (bidang 
>>>> perhubungan, infrastruktur, dan transportasi) Dewan Perwakilan Rakyat 
>>>> Republik Indonesia (DPR RI) Lauren Bahang Dama dalam keterangannya, Minggu 
>>>> (17/11/2013).
>>>> 
>>>> Umar Juoro mengatakan, saat ini jalan yang ada di wilayah Sumatera sangat 
>>>> tidak memadai dan overkapasitas sehingga menyedot biaya ekonomi yang 
>>>> sangat tinggi. Pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi yang ada di 
>>>> Sumatera oleh sebagian masyarakat dianggap tidak melakukan apa-apa 
>>>> terhadap kerusakan jalan di wilayah Sumatera.
>>>> 
>>>> "Akibatnya, sebagian masyarakat banyak yang menghentikan hilir mudik 
>>>> kendaraan pengangkut hasil alam dan hasil ekonomi di Sumatera. Masyarakat 
>>>> menganggap angkutan ini menambah parah kerusakan jalan. Sementara 
>>>> penghentian kegiatan ekonomi, selain menimbulkan banyak pengangguran, juga 
>>>> mengakibatkan kondisi ekonomi dan kesejahteraan masyarakat makin menurun,” 
>>>> ujar Juoro.
>>>> 
>>>> Dengan adanya JTTS, kegiatan ekonomi seperti pengangkutan hasil pertanian 
>>>> dan perkebunan, hasil kerajinan tangan, serta hasil tambang dari wilayah 
>>>> Sumatera dapat dilakukan lewat jalan tol ini. Pelaku bisnis akan senang 
>>>> jika JTTS dapat segera direalisasikan. Masyarakat Sumatera akan lebih 
>>>> sejahtera dan lebih maju.
>>>> 
>>>> “Yang paling siap untuk segera dilaksanakan oleh pemerintah untuk 
>>>> meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat adalah 
>>>> dengan segera merealisasikan pembangunan Jalan Tol Trans-Sumatera. Selama 
>>>> ini pemerintah sudah menyiapkan anggaran untuk modal awal pembangunan 
>>>> Jalan Tol Trans-Sumatera. Sementara badan usaha yang akan membangun dan 
>>>> mengoperasikannya juga sudah ditunjuk dan sangat siap menjalankan 
>>>> penugasan negara itu. Mengapa realisasi pembangunannya harus tertunda 
>>>> terus?” kata Umar.
>>>> 
>>>> Ketua Komisi V DPR RI Lauren Bahang Dama melihat potensi yang ditimbulkan 
>>>> dari pembangunan JTTS berupa efek multiplier yang sangat positif untuk 
>>>> pertumbuhan ekonomi Sumatera dan nasional. Pihak DPR RI akan terus 
>>>> mengawal dan meminta pemerintah untuk segera merealisasikannya.
>>>> 
>>>> Untuk dapat segera merealisasikan pembangunan JTTS ini, DPR RI meminta 
>>>> pemerintah perlu segera menyediakan payung hukum berupa peraturan presiden 
>>>> (perpres). Untuk itu, pihak DPR RI akan selalu meminta dan mendorong 
>>>> Presiden untuk segera mengeluarkan perpres sebagai payung hukum bagi 
>>>> pelaksanaan pembangunan JTTS.
>>>> 
>>>> “Komisi V DPR RI yang secara teknis membidangi infrastruktur sangat 
>>>> berharap dan menekankan pentingnya payung hukum sebagai landasannya. Kita 
>>>> harus dorong dan minta kepada Presiden untuk benar-benar memperhatikan 
>>>> serius rencana besar jangka panjang ini sebagai bagian dari proyek yang 
>>>> nantinya akan jadi kebanggaan bangsa. Kita harap, sebelum akhir Desember 
>>>> perpres sudah turun, sehingga proses pembangunan Jalan Tol Trans-Sumatera 
>>>> sudah bisa dimulai tahun depan. Kita tunggu saja tanggapan Presiden 
>>>> bagaimana,” papar Lauren Bahang Dama.
>>>> 
>>>> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2013/11/17/1953420/Mendesak.Perpres.Tol.Trans-Sumatera.
>>>> 
>>>>  
>>>> 
>>>> Smoga bs terwujud, secepatnya....
>>>> Wassalammu'alaikum wr. wb
>>>> Aryandi, 40th+, ciledug, tangerang
>>>> Tingkatkan Integritas Diri, Jalin Silahturrahim, Mari Bersinergi, Ayo 
>>>> Jemput Rezeki, Bantu Anak Negeri  
>>>> -- 
>>>> .
>>>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
>>>> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
>>>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>>>> ===========================================================
>>>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
>>>> * DILARANG:
>>>> 1. Email besar dari 200KB;
>>>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
>>>> 3. Email One Liner.
>>>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
>>>> mengirimkan biodata!
>>>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>>>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>>>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & 
>>>> mengganti subjeknya.
>>>> ===========================================================
>>>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
>>>> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>>>> --- 
>>>> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari 
>>>> Grup Google.
>>>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, 
>>>> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
>>>> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>>> 
>>> -- 
>>> .
>>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
>>> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
>>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>>> ===========================================================
>>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
>>> * DILARANG:
>>> 1. Email besar dari 200KB;
>>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
>>> 3. Email One Liner.
>>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
>>> mengirimkan biodata!
>>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & 
>>> mengganti subjeknya.
>>> ===========================================================
>>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
>>> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>>> --- 
>>> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
>>> Google.
>>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, 
>>> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
>>> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>>> -- 
>>> .
>>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
>>> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
>>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>>> ===========================================================
>>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
>>> * DILARANG:
>>> 1. Email besar dari 200KB;
>>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
>>> 3. Email One Liner.
>>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
>>> mengirimkan biodata!
>>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & 
>>> mengganti subjeknya.
>>> ===========================================================
>>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
>>> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>>> --- 
>>> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
>>> Google.
>>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, 
>>> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
>>> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>>> -- 
>>> .
>>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
>>> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
>>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>>> ===========================================================
>>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
>>> * DILARANG:
>>> 1. Email besar dari 200KB;
>>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
>>> 3. Email One Liner.
>>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
>>> mengirimkan biodata!
>>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & 
>>> mengganti subjeknya.
>>> ===========================================================
>>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
>>> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>>> --- 
>>> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
>>> Google.
>>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, 
>>> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
>>> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>> 
>> -- 
>> .
>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
>> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>> ===========================================================
>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
>> * DILARANG:
>> 1. Email besar dari 200KB;
>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
>> 3. Email One Liner.
>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
>> mengirimkan biodata!
>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & 
>> mengganti subjeknya.
>> ===========================================================
>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
>> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>> --- 
>> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
>> Google.
>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
>> email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
>> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
> 
> -- 
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
> subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> --- 
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
> Google.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
> email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.

Kirim email ke