Tarimo kasih banyak pak,,,tulisan ko adolah potongan dari draf tulisan yang sadang wak rancang,,mohon doa apak bia iko manjadi utuh.. Dalam rancangan nyo,, ado 3 episode. 1. Kamang Bukik Dalam Pusaran Konflik (Perang Paderi dan Tuanku Nan Renceh). 2. Kamang Bukik Dalam Pusaran Konflik (Perang Kamang dan H abdul Manan). 3. Kamang Bukik Dalam Pusaran Konflik (Kamang Dalam Perjuangan Kemerdekaan - PDRI - dan PRRI). kini sadang buka buka info berbagai berita, buku-buku tuo pak,,,mohon doa dari apak untuak usaho ko,,wassalam ananda Irwan Setiawan
Pada 20 November 2013 15.00, Maturidi Donsan <[email protected]> menulis: > Maturidi ke RN > > Irwan Setiawan dan sanak di palanta n.h.a > > Tulisan Irwan setiawan sangat menarik, mungkin ada atau malah banyak > diantara kita yang tidak tahu mengenai detail Perang Kamang. > > > > Saya sendiri, mengenai cerita pernah didapat dari tetua tapi yang agak > terperinci > seperti tulisan saudara kita Iwan Setiawan diatas, baru sekarang. > > Kalau Irwan Setiawan, Spd-nya jurusan sejarah sudah sangat tepat sekali, > sejarah perjuangan rakyat Sumatera Barat ini melawan penjajah baik sebelum > maupun sesudah Proklamasi Kemerdekaan harus banyak kita tulis. > > > Mungkin selama ini perjuangan Rakyat Sumbar melawan penjajah tidak > begitu ditampilkan, mungki ada kesengajaan tak tahulah. > > Yang jelas tidak masuk ke pelajaran sejarah local dimana anak-anak minang > bisa mengenal heroik para pejuang daerahnya. Ini terlihat di era 45- 60 an > waktu saya SR-SLTP-SLA tak pernah mendapatkan buku sejarah yang mengupas > banyak perjuangan rakyat minangkabau dalam melawan penjajah yang menjadi > buku pelajaran disekolah di Sumbar. Di Majalah mungkin ada. > > > Kepada Irwan Setiawan, mungkin ada satu lagi berita sejarah menyangku > Kamang yang perlu ditulis yaitu “ Perang Kamang pada periode 1945 – 1950 > “. Ini santer sekali terdengar di era 45-50 an ke daerah Solok, mungkin > keseluruh Sumbar. Kalau ada bahannya bagus itu ditulis untuk episode ke dua > atau… dari perjuangan rakyat Kamang mengusir penjajah. > > > Dalam tulisan saya berjudul “*Para pemuda Talang dilepas menuju front > Juang”di Nagari or.id <http://or.id> * > http://nagari.or.id/?moda=palanta&no=126 > > Ada saya sebut perang Kamang, Situjuah, Lubuk Batu Gajah di SolSel, karena > menurut cerita dari mulut kemulut di era 45-50-an itu ada perlawanan sengit > didaerah itu melawan serangan Belanda. > > > Anjura saya, kalau ada bahannya tulislah Perang Kamang era 45-50-an itu, > mudah-mudahan semua bisa masuk kedalam sejarah untuk muatan local di > seluruh SD dan SLTP Diknas Sumbar. > > Wass, > > Maturidi (75) > > Asal Talang-Solok-Kutianyia > > Duri Riau > > > > > Pada 20 November 2013 08.10, Irwan Setiawan > <[email protected]>menulis: > >> OLEH IRWAN SETIAWAN, S.Pd >> >> Sejarah Perang Kamang, adalah sebuah kata-kata ringan yang >> mudah disampaikan oleh siapapun, mulai dari orang kampung sampai ke kota, >> orang terpelajar hingga buta aksara, tokoh terkenal sampai orang takpaham >> apa-apa. Ketika masyarakat Kamang sendiri mulai terpelapas dari rasa >> menghargai Perang Kamang itu pernah ada, terkadang kita disentakkkan oleh >> berbagai informasi yang rancu dan aneh tentang Perang Kamang. Sebagai >> penyegar ingatan kita tentang Perang Kamang maka ada baiknya kita kembali >> membaca, memahami dan menilai sendiri tentang keberadaan dan nilai-nilai >> patriotisme dari perang belasting tersebut. Karena ketika kita mulai lupa >> dengan sejarah, maka ada kemungkinan *“jalan di anjak urang lalu, cupak >> di tuka urang manggaleh”* >> >> Kamang kalau dilihat secara kesatuan administrative pada >> pada tahun 1890-an bisa dilihat dari dua sudut : Kamang sebagai Kelarasan, >> yang meliputi 4 (empat) nagari yaitu : KAMANG, BANSA-PAUH (yang disebut >> juga Nagari Bukik), SUAYAN dan SUNGAI BALANTIAK. Namun kalau kita kaji ke >> perode Perang Paderi, khusus untuk kelarasan Kamang ini ternyata telah >> disusun dan di strukturisasi oleh Tuanku Nan Renceh dan menempatkan pusat >> kelarasan Kamang di Bagari Kamang Bukik (Bansa-Pauh) bahkan beliau >> membentuk kesatuan dalam ikatan benteng Kamang yang membentang dari Kamang >> Mudiak sampai ke Salo. Dan ini merupakan salah satu benteng kuat pertahanan >> Paderi sebelum pindah ke Bonjol. >> >> Perang Kamang 1908 adalah perang terbuka yang meledak pada >> 15 Juni 1908 dan merupakan salah satu puncak dari kemelut suasana anti >> penjajahan rakyat Sumatera Barat dalam menentang penjajahan Belanda. Di >> sini akan terlihat gambaran nyata dari bentuk semangat dan pengorbanan >> rakyat Kamang, baik kalangan adat, agama, cerdik pandai, pemuda/pemudi, >> bahkan kaum ibu dalam melawan serta berusaha mengusir Belanda, yang dari >> segi politis dapat dikatakan sebagai bukti sumbangan yang pernah mereka >> tunjukkan kepada Bangsa Indonesia. >> >> Kesadaran anti terhadap penjajahan yang diyakini Bung >> Hatta-pun dipercaya berawal dari peristiwa Perang Kamang tersebut, hal itu >> dapat kita rujuk ketika sang proklamator melihat *“urang rantai”* yang >> digiring Belanda lewat di depan rumah beliau, dan Inyiak beliau berkata: >> *“Tu >> urang* *Kamang nan malawan Bulando”* (*Memoir Muhammad Hatta, 1979*). Paman >> dari Bung Hatta pun pernah menceritakan kejadian Perang Kamang kepada >> beliau sehingga di depan rumah beliau di Bukittinggi sering terlihat >> penjagaan dan pemeriksaan terhadap masyarakat yang masuk dan keluar kota >> Bukittinggi. >> >> Penyebab dari munculnya perlawanan masyarakat Kamang ialah >> pelanggaran Belanda terhadap perjanjian Plakat Panjang yang dikeluarkannya >> pada masa Perang Paderi, dimana salah satu isinya ialah “Pemerintah tidak >> akan mengadakan pungutan-pungutan berupa pajak, hanya kepada rakyat >> dianjurkan menanam kopi”. Sejak keluarnya Plakat Panjang masyarakat tidak >> lagi dipungut pajak, namun di awal tahun 1908 masyarakat diminta menanam >> kopi dan diperetengahan tahun tersebar kabar bahwa dari penanaman kopi itu >> akan di pungut pajak (belasting). >> >> Akhirnya muncullah perlawanan dari rakyat, berbagai ketidak >> senangan ditunjukkan. Khusus di Kamang para pemimpin mulai menyusun >> kekuatan untuk melawan kehendak Belanda yang ingin menghisap darah >> rakyatnya. Rujukan utama dari masyarakat Kamang Mudiak mengenai Perang >> Kamang ialah “Syair Perang Kamang” yang dikarang oleh Haji Ahmad Marzuki >> putra dari Haji Abdul Manan. Kekuatan yang dihimpun saat itu dalam artian >> kekuatan yang sangat sederhana dan sangat tradisional. >> >> Pergolakan perang Kamang di gerakkan oleh H. Abdul Manan >> dimana beliau dikenal sebagai tokoh agama yang disegani, beliau adalah guru >> agama yang didatangi dan di kunjungi oleh masyarakat sebagai tempat >> bertanya dan belajar tentang agama baik dari kamang Mudik sekarang, Kamang >> Hilir sekarang, Tilatang, Magek, Palupuh bahkan sampai dari Pasaman. Beliau >> sama-sama pulang dari Mekkah tahun 1877 dengan H. Jabang (Syekh Janggut) >> dari Pauah. Tokoh-tokoh penting yang belajar agama kepada H. Abdul Manan >> diantaranya : Dt. Rajo Penghulu (Kamang Hilir sekarang), Dt. Parpatiah >> (Magek), Datuak Rajo Kaluang (Tilatang). Mereka inilah yang menjadi >> tokoh-tokoh sentral dalam perang Kamang. Sehingga bisa dikatakan bahwa >> dalam perang Kamang yang terlibat adalah Alim Ulama / Tuanku, Niniak Mamak, >> Cadiak Pandai-ahli strategi, bahkan melibatkan generasi muda-pemuda dan >> para bundo kanduang. >> >> Westenenk juga menceritakan keadaannya di Kamang pada >> tanggal 15 sampai 16 juni 1908 ; >> >> “*Dalam nota kilat saya tanggal 14 bulan ini saya melaporkan bahwa >> keadaan di Kamang dan di Magek sangat serius, tidak menguntungkan dan >> diharap segera tindakan diambli. Dan saya mengusulkan menangkap para >> pengacau itu dengan bantuan tiga patrol tentara. Kemudian setelah diadakan >> penangkapan-penangkapan di tangah (Kampung Tangah-rumah H. Abdul Manan) >> kita tunggu saja apa yang akan dikerjakan penduduk. Ditetapkan untuk >> mengadakan penangkapan-penangkapan di malam hari dan berangkat ke sana >> Senin mala pukul 9.30. Hari senin tanggal 15, Kepala laras Tilatang >> mengatakan kepada saya bahwa H. Abdul manan dari Bangsa (Nagari Ilalang, >> Laras Kamang) mempunyai 30-50 murid yang bersedia mati (pasukan berani mati >> syahid). Mereka diberi jimat oleh haji tersebut. Selain itu dilaporkan juga >> bahwa banyak pandai besi dari Koto Baru (Laras Salo) mendapat banyak >> pesanan senjata tajam hingga tidak dapat memenuhi semuanya. Kepala Laras >> Kamang mengingatkan rakyatnya bahwa kompeni akan datang hari senin (dia >> mengerti bahwa kita segera akan bergerak). Sewaktu mau berangkat ke resepsi >> di rumah residen saya dengar pula bahwa Haji Abdul Manan dengan kawan-kawan >> dapat dianggap sebagai pusat pergerakan. Oleh karena itu saya merubah >> rencana semula. Yakni saya ikut dengan patrol Bangsa Ilalang (rombongan >> tengah), tidak jadi dengan yang ke Magek. Tapi saya ingin sekali mengurus >> tangah, jadi dengan demikian mengambil 2 tempat yang sulit jarena saya >> ingin berada sendiri di sana. Sumber : Nota Westenenk, ditulis di >> Bukittinggi tanggal 25 juni 1908 No. 1.1/28. *Kutipan dari makalah >> Rusli Amran “Peristiwa Kamang” >> >> Hari Senin pagi tanggal 15 Juni 1908, sebagai hari perlawanan paling >> hebat di Sumatera Barat dalam menentang sistem blasting makin nyata, kedaan >> di Kamang makin panas. Warga diminta oleh para pemimpin masyarakat Kamang >> untuk tidak membayar pajak. Hari itu juga, J.Westennenk menghubungi >> Gubernur Sumatera Barat Hecler untuk mohon petunjuk mengenai tindakan yang >> harus diambil. Setelah Hecler menerima perintah Gubernur General Van >> Heutez, maka diperintahkanlah untuk menyerbu Kamang. J.Westennenk lalu >> mengumpulkan 160 orang pasukan pilihan yang kemudian dibagi menjadi 3 >> kelompok. Menjelang sore mereka segera bergerak dari Bukittinggi menuju >> Kamang dari tiga jurusan: >> >> 1. Pasukan pertama yang terdiri dari 30 orang, masuk dari Gadut, >> Pincuran, Kaluang, Simpang Manduang terus menuju Pauh, dipimpin oleh Letnat >> Itzig, letnan Heine dan Cheiriek. Diperkirakan disana mereka mencari Syekh >> H. Jabang (pimpinan II perang dari Pauah) yang merupakan orang penting >> dalam perlawanan terhadap pajak. >> >> 2. Pasukan kedua, yang terdiri dari 80 orang serdadu dipimpin >> J.Westennenk (Kontrolir Agam Tua), Kontrolir Dahler bersama Kapten Lutsz, >> Letnan Leroux, Letnan Van Heulen, masuk melalui Guguk Bulek, Pakan kamih, >> Simpang 4 Suangai Tuak, berbelok di Kampung Jambu, Ladang Tibarau, Tapi dan >> terus ke Kampung Tangah. Untuk menyergap H. Abdul Manan (pimpinan I perang >> dari Kampuang Tangah). Pimpinan pasukan Belnada ini jam 23.00 wib (jam >> 11.00 malam mereka telah sampai di sekitar kampung tangah. Kedatangan >> mereka diketahui para petugas ronda malam, yang merupakan bagian dari >> pasukan H. Abdul Manan seperti Angku Rumah gadang, Angku Basa dan beberapa >> orang pembantunya. Mereka mencari-cari keberadaan H. Abdul Manan mulai dari >> kampung budi, terus ke kampung tangah namun tak menemukan H. Abdul Manan. >> Belanda meyakini bahwa beliaulah pemipin perlawanan rakyat Kamang tersebut. >> >> 3. Sedangkan pasukan ketiga yang berkekuatan 50 orang serdadu di bawah >> pimpinan Letnan Boldingh dan pembantu Letnan Schaap, masuk melewati daerah >> Tanjung Alam, Kapau, Bukik Kuliriak, Magek, Pintu Koto. Untuk menyergap >> para pimpinan dan tokoh penentang Blasting di daerah Kamang bagian hilir >> seperti Dt. Rajo Penghulu, Kari Mudo. >> >> Menurut catatan Buchari Nurdin, akhirnya sekitar pukul 02.30 dinihari, >> tanah Kamang berubah menjadi front pertempuran hebat, antara pasukan >> Belanda dengan pasukan rakyat. Rakyat dipimpin oleh H Abdul Manan, yang >> sebelumnya, telah bersiap-siap menghadang kedatangan pasukan Belanda. >> Sejumlah tokoh pejuang lainnya, yang juga telah siap dengan pasukan mereka >> masing-masing. Seperti Haji Jabang dari Pauh, Pado Intan, Tuanku Parit, >> Tuanku Pincuran, Dt Marajo Tapi, Dt Marajo Kalung, Dt Perpatih Pauh, Sutan >> Bandaro Kaliru, pendekar wanita dari Bonjol Siti Maryam, Dt Rajo Penghulu >> bersama istrinya, Siti Aisiyah,. Begitu juga pasukan rakyat yang berada di >> Kamang Ilia. Dengan dipimpin Kari Mudo, Dt Perpatiah Magek, Dt Majo Indo di >> Koto Tangah, Dt Simajo Nan Gamuk berusaha bahu membahu melawan pasukan >> Belanda. Pertempuran sengit berakhir sudah. Pasukan Westenenk mundur menuju >> Pauh sembari membawa tawanan Dt Perpatih. Pasukan rakyat memperoleh >> kemenangan gemilang lantaran semangat dan koordinasi yang tinggi. Tentara >> Belanda berhasil dibuat kucar kacir. Tetapi J.Westennek sempat meloloskan >> diri dan minta bantuan ke Bukittinggi. Dan setelah mendapat bantuan dari >> Padang Panjang, datanglah kembali pasukan Belanda, dan perang kedua inilah >> yang membuat pasukan rakyat Kamang kalah dan banyak korban yang berjatuhan. >> Angka korban yang simpangsiur diantaranya dapat dilihat di Koran-koran yang >> terbit di Padang menyebut angka 250 orang rakyat Kamang tewas, Belanda >> sendiri menyebut sekitar 90 orang atau lebih. H. Abdul Manan juga syahid >> dalam pertempuran 15 Juni menjelang subuh 16 Juni itu. >> >> Sebagai wujud penghargaan dan penghormatan bagi pejuang perang Kamang, >> dan agar kita generasi muda tidak lupa dengan peritiwa bersejarah itu >> makapemerintah melalui kunjungan Menko Keamanan dan Pertahanan Jendral >> A.H.Nasution meresmikan Makam yang terletak di dusun Kampung Budi >> Jorong Pakan Sinayan, Nagari Kamang Mudik. diresmikan penggunaannya sebagai >> Komplek makam pahlawan ini diberi nama "Komplek Makam Pahlawan Perang >> Kamang Haji Abdul manan" pada tanggal 15 Juni 1962. Didalamnya terdapat 21 >> pahlawan yang meninggal pada perang Kamang tahun 1908 M. Para pahlawan yang >> dimakamkan di kompleks ini diantaranya : H. Abdul Manan, Kari bagindo*, *Haji >> Musa (Kakak H.Abdul Manan), Kadir St. Bagindo*, *ML. Sinaro*, *LB. >> Mudo/LB Kampua*, *Dt. Batudung, Udin/Idi*, *Suid Tk Parit panjang*, *Datuk >> N. Tingap, Sanan PK. Basa*, *Dt. Nan Hijau*, *MI. Saulah*, *M. Pandeka >> Mudo*, *Datuk Pandeka Ade*, *Deman*, *Usman*, *St. Mantari*, *M. Intan >> Mudo*, *Lb. Sutan*, *Kadir Bagindo. >> >> Selain yang di makam pahlawan ini, para pejuang perang >> kamang lainnya ada juga yang di kebumikan oleh pihak keluarga di makam >> keluarga atau pandam pakuburan suku-masing masing, sesuai dengan adat >> minangkabau dan ada juga di makam pahlawan Kamang Hilir. >> >> Gambaran singkat ini tentu takkan bisa menggambarkan >> bagaimana pengorbanan pejuang Perang Kamang saat itu, tapi setidaknya ini >> bisa member pencerahan bagi masyarakat Sumatera Barat bahwa pernah ada >> perang yang begitu heroic di daerah Kamang dengan melibatkan berbagai >> tokoh, berbagai perang, dan beribu dampak yang dirasakan masyarakatnya. >> Sebagai >> penyimpul bahasan ini untuk konteks ke kini an adalah : Persatuan Alim >> Ulama, Niniak Mamak, dan Cadiak Pandai di sebuah nagari akan membuat >> kekuatan perjuangan dan pembangunan nagari akan maksimal. Setiap tindakan >> dan usaha harus didasari oleh niat karena Allah, karena itu akan menjadikan >> usaha kita tersebut sebagai sebagai amal ibadah. Jangan melupakan kewajiban >> kita sebagai seorang muslim untuk melaksanakan Ibadah dan amal baik. Karena >> itu lah menjadi dasar atau pondasi kita untuk menghadapi tantangan masa >> depan dan diramu dengan ilmu. Perjuangan menentang penjajahan, kezaliman, >> dan ketidak adilan adalah sebuah keharusan, jadi kita sebagai gerenasi muda >> harus memperlihatkan usaha dan tindakan untuk menentang kezaliman dan >> penjajahan bahkan bentuk penjajahan di era modern seperti sekarang. Sebagai >> penutup “Tiap nagari punya episode yang bisa dibanggakannya. Tapi >> episode Kamang menjadi kebangaan Ranah Minang”. Jangan cabut Perang Kamang >> dari akar sejarahnya, Karena itulah identitas kami orang Kamang”. >> >> >> >> >> >> -- >> . >> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat >> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ >> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. >> =========================================================== >> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: >> * DILARANG: >> 1. Email besar dari 200KB; >> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; >> 3. Email One Liner. >> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta >> mengirimkan biodata! >> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting >> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply >> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & >> mengganti subjeknya. >> =========================================================== >> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: >> http://groups.google.com/group/RantauNet/ >> --- >> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari >> Grup Google. >> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, >> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . >> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. >> > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari > Grup Google. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . > Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
