Sabona BONEH mah Pak BM

Allahu Akbar!!!


Sangenek,



Wassalam,
anwardjambak 45+, 
mudiak Pyk, kanakan Dt Rajo Malano(Maulana), 

"Maminteh Sabalun Hanyuik....!!!

Sent from my BlackBerry® smartphone powered by U Mobile

-----Original Message-----
From: [email protected]
Sender: [email protected]
Date: Tue, 26 Nov 2013 06:44:21 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [R@ntau-Net] RE: Masalah Lippo Group/ Krisis percaya Diri Urang 
Minang.


mulai lah lai pak. apo juo lai.
Apak sumbek an ka talingo pemda sumbar jo pemkot to...
Cerahkan inyo. Alah iyo tu mah. Paek mamakan garih...dari pado si JTR tu se 
taruih nan mamakan. agiah lah giliran rang kampauang wak tuw lai.


rahyussalim 

 
  
 
 
From: Bakhtiar Muin
Sent: Tuesday, November 26, 2013 06:38
To: [email protected]
Reply To: [email protected]
Cc: [email protected]
Subject: [R@ntau-Net] RE: Masalah Lippo Group/ Krisis percaya Diri Urang
 Minang.


 

Assalamualaikum:
 
FMN:
 
Langkah apo tu nan paralu dicontoh ka Johor Bahru oleh Pemda Sumbar? Kalau lai 
ndak rahasio, agiahlah kami pencerahan. Apo kiro2 nan dilakukan Johor tu. 
Bukankah Johon Bahru bisa begitu (sarupo nan ado dalam alam pikiran bapak) 
karena adanya kebijakan mahathir yg jelas dan tegas. Bukan sarupo kebijakan 
reformasi di Indonesia yang jadi 'menghalal'kan segala cara."

BM:
 
Ambo Kutip saketek dari Wikipidia mengenai sejarah Johor:
 
In the 18th century, the Bugis <http://en.wikipedia.org/wiki/Bugis>  of 
Sulawesi <http://en.wikipedia.org/wiki/Sulawesi>  and the Minangkabau 
<http://en.wikipedia.org/wiki/Minangkabau_people>  of Sumatra controlled the 
political powers in the Johor-Riau Empire.[citation needed 
<http://en.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Citation_needed> ] However, in the 
early 19th century, Malay and Bugis rivalry commanded the scene. In 1819, the 
Johor-Riau Empire was divided up into the mainland Johor, controlled by the 
Temenggong, and the Sultanate of Riau-Lingga, controlled by the Bugis.[citation 
needed <http://en.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Citation_needed> ] In 1855, 
under the terms of a treaty between the British in Singapore and Sultan Ali of 
Johor <http://en.wikipedia.org/wiki/Sultan_Ali_of_Johor> , control of the state 
was formally ceded to Dato' Temenggong Daing Ibrahim, with the exception of the 
Kesang area (Muar <http://en.wikipedia.org/wiki/Muar_%28town%29> ), which was 
handed over in 1877. Temenggong Ibrahim opened up Bandar Tanjung Puteri (later 
to become Johor's present-day capital) in south Johor as a major town.
 
Johor bangkit dengan spirit Islam: “Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum, 
sebelum kaum tsb merubah dirinya sendiri”. Ada kesadaran dari kaum terpelajar 
Johor untuk membangun negeri. Kerja sama antara ummara dengan rakyatnya 
membangun ekonomi Johor, dalam waktu sekitar 10 tahun, Melayu Johor dengan 
spirit Islam bangkit. Luar biasa, mereka bangun usaha2 disegala bidang, 
sehingga rakyatnya makmur.
Saat ini Johor dalam posisi bersaing dengan Singapura. Malaysia dimotori, 
kawan2 ambo dulu waktu sakola di Amerika Serikat.
Di Amerika dulu, ado kelompok pengajian urang Indonesia dan urang Malaysia. 
Kami sering batamu dan batuka pikiran.
Anwar Ibrahim dan kawan2 ambo bakunjuang ke Indonesia, zaman Habibie, wakil 
presiden, kito batamu di BPPT. Kemudian kami berkunjung juga ke Malaysia. 
Takajuik ambo maliek, tabulalak mato maliek, majunya perusahaan2 urang Melayu, 
dalam skala trilliunan. Waktu itu Chairul Tanjung, nan ikuik ka Kuala Lumpur, 
baru membangun usaha.
 
Ado beda yg menyolok antaro kawan2 ambo di Malaysia dengan di Indonesia. DI 
Malaysia, kaum cendikiawannya membangun negeri, mensejahterakan rakyatnya, 
sedangkan di Indonesia segelintir elite membentuk kekuatan oligarki untuk 
memperkaya diri, menguasai Sumber Daya Alam, perkebunan, menjadikan penguasa 
korup jadi bonekanya.

Ambo malu bana, samo kawan2 ambo dari Malaysia. Kawan2 ko, modal nol, mengurus 
proyek2 trilliunan dengan baik dari ummara, diurusnya dengan baik. Kawan dari 
Malaysia, curhat ka Ambo, kok pejabat2 Indonesia hidupnya sangat mewah, mobil2 
milyaran, Kawan ambo iko sdh bakaliliang ka seluruh dunia, Amerika, Eropa, 
Jepang. Bakhtiar, katanya, kok Indonesia itu beda, mewahnya kehidupan pejabat 
dan pengusaha konco2 pejabat.Indak ado didunia ko, pejabat2 yg semewah di 
Indonesia, curhat kawan ambo dari Malaysia. Kawan ambo ko diberi proyek 
trilliunan sama Mahathir, tapi hidupnya sederhana sajo.


Indonesia sekarang sudah ada harapan baru, perusahaan2 yg diurus dengan baik, 
menjadi perusahaan besar yg professional. Tadi malam di economic chalanging, 
ada 13 perusahaan dapat penghargaan dalam tiga belas bidang. Dalam Bidang 
kosmetik, adiak kanduang ambo Nurhayati yg dapat penghargaan.
Kami anak yatim, jadi adiak ambo berusaha dari modal nol, sekarang menjadi 
perusahaan kosmetik terbesar di Indonesia, dengan pegawai lebih dari 4000 
urang. Dalam waktu beberapa tahun kedepan menjadi perusahaan trilliunan, Insya 
Allah akan jadi perusahaan mendunia dalam masa yg akan datang.
 
Jadi karajo urang Minang ado beberapa professi yg menonjol.
 
1.       Mengatur negara
2.       Menjadi pengusaha yg tangguh
 
Jadi Raunet iko, seharusnya jadi dapua yg mengeluarkan gagasan2 bagaimana 
mengatur negara, dan bagaimana membangun jaringan bisnis, sehingga muncul 
pengusaha2 yang tangguh.
 
Jadi urang Minang, harus percaya diri dalam menatap masa depan, hilangkan dalam 
pikiran manunggu investor, dan mengharapkan gratifikasi dari investor. Mulailah 
tanamkan percaya diri, mampu bersaing dalam dunia global. Percaya diri, mampu 
bersaing dalam segala bidang, Insya Allah ada jalannya.

Suatu usaha yg diurus dengan baik, sdh merupakan sunnatullah, akan menjadi 
besar. Buat apa, capek kayo, ditangkap KPK, diakhirat masuk neraka.
 
Salam
BakhtiarM


  
 -- 
 .
 * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
 * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
 ===========================================================
 UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
 * DILARANG:
 1. Email besar dari 200KB;
 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
 3. Email One Liner.
 * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
 * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
 * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
 * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
 ===========================================================
 Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
 --- 
 Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
 Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
 Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
 

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.

Kirim email ke