Untuang-untuang SPH nan ka dibukak di Padang beda misi jo UPH.
Kok indak?


Salam
ZulTan, L, 53, Bogor


 

Rabu, 06 November 2013 | 17:40 
   
 
Rektor UPH: Pendidikan Kristen Berperan Penting untuk Perbaikan Bangsa
 
Rektor Universitas Pelita Harapan Jonathan L. Parapak  (sumber: Suara Pembaruan)


Tangerang - Peran iman dan integritas dalam pendidikan mulai dilupakan. 
Akibatnya, dunia pendidikan semakin banyak menghasilkan 
intelektual-intelektual dengan nilai moral dan etika yang rendah.

Rektor Universitas Pelita Harapan (UPH), Jonathan L Parapak 
mengatakan, pendidikan Kristen berperan penting untuk perbaikan bangsa. 
Pendidikan Kristen, lanjut dia, artinya pendidikan yang berdasarkan 
nilai-nilai Firman Tuhan.
“Bagaimana orang Kristen hadir dalam masyarakat, sehingga kita 
diterima untuk pembangunan bangsa dan negara,” kata Parapak dalam 
International Christian Higher Education Conference (ICHEC) bertajuk Faith, 
Learning, and The Media Hope yang diadakan oleh di kampus UPH Karawaci, 
Tangerang, Rabu (6/11).
Parapak mengungkapkan, konferensi tersebut bertujuan untuk memahami 
partisipasi pendidikan Kristen di tengah dunia dengan kemajuan 
teknologi. Konferensi yang dibuka hari Selasa (5/11) dan berakhir hari 
Kamis (7/11) itu menghadirkan tiga pembicara kunci.
Pertama, Dr. David Aikman yakni penulis terkemuka, wartawan, dan 
konsultan kebijakan luar negeri. David menjadi wartawan majalah Time 
selama 23 tahun dan sudah mewawancarai sejumlah tokoh dunia seperti Ibu 
Teresa, Manuel Noriega, Boris Yeltsin, dan Billy Graham.
Kedua, Kepala Sekolah Laidlaw College Selandia Baru, Dr. Rodney 
Philip Thompson, yang merupakan pendidik terkenal. Ketiga, mantan 
presiden dari kampus Kristen terkemuka Wheaton College AS, Dr. Duanne 
Litfin.
Menurut Parapak, lewat konferensi tersebut, institusi pendidikan 
Kristen di Indonesia ingin belajar bagaimana menyelenggarakan pendidikan 
Kristen.
“Di Indonesia, orang yang berpendidikan tinggi justru korupsi. Kita 
sudah menyaksikan. Jadi, ada sesuatu yang salah. Saat ini, baru kita 
kembali bicara soal moralitas, karakter bangsa, dan etika. Itu semua 
adalah bagian dari pendidikan Kristen sehingga bagaimana kita 
menciptakan anak didik yang kokoh dalam nilai-nilai Firman Tuhan,” 
katanya.
Parapak menambahkan invasi berbagai jenis informasi ke dalam pikiran 
generasi muda lewat berbagai saluran teknologi media akan mengalihkan 
perhatian mereka kepada hal yang sesungguhnya penting.
Konferensi ini dihadiri sekitar 400 akademisi, peneliti, dan pendidik baik dari 
dalam maupun luar negeri. Para peserta internasional juga 
diberikan kesempatan melakukan kunjungan media ke Berita Satu Media 
Holdings.
 
Penulis: C-5/RIN
Sumber:Suara Pembaruan

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.

Kirim email ke