Kristenisasi awak tulak. Sekulerisasi dengan lambat2 menghancurkan budaya
anak muda minang awak padiakan ?


Pada 27 November 2013 08.54, ZulTan <[email protected]> menulis:

>
>
> Untuang-untuang SPH nan ka dibukak di Padang beda misi jo UPH.
> Kok indak?
>
> Salam
> ZulTan, L, 53, Bogor
>
>
>
> Rabu, 06 November 2013 | 17:40
>
> <http://www.addthis.com/tellfriend.php>
>  Rektor UPH: Pendidikan Kristen Berperan Penting untuk Perbaikan Bangsa
>    [image: Rektor Universitas Pelita Harapan Jonathan L. Parapak]
> Rektor Universitas Pelita Harapan Jonathan L. Parapak (sumber: Suara
> Pembaruan)
>
> *Tangerang* - Peran iman dan integritas dalam pendidikan mulai dilupakan.
> Akibatnya, dunia pendidikan semakin banyak menghasilkan
> intelektual-intelektual dengan nilai moral dan etika yang rendah.
>
> Rektor Universitas Pelita Harapan (UPH), Jonathan L Parapak mengatakan,
> pendidikan Kristen berperan penting untuk perbaikan bangsa. Pendidikan
> Kristen, lanjut dia, artinya pendidikan yang berdasarkan nilai-nilai Firman
> Tuhan.
> “Bagaimana orang Kristen hadir dalam masyarakat, sehingga kita diterima
> untuk pembangunan bangsa dan negara,” kata Parapak dalam International
> Christian Higher Education Conference (ICHEC) bertajuk *Faith, Learning,
> and The Media Hope* yang diadakan oleh di kampus UPH Karawaci, Tangerang,
> Rabu (6/11).
> Parapak mengungkapkan, konferensi tersebut bertujuan untuk memahami
> partisipasi pendidikan Kristen di tengah dunia dengan kemajuan teknologi.
> Konferensi yang dibuka hari Selasa (5/11) dan berakhir hari Kamis (7/11)
> itu menghadirkan tiga pembicara kunci.
> Pertama, Dr. David Aikman yakni penulis terkemuka, wartawan, dan konsultan
> kebijakan luar negeri. David menjadi wartawan majalah Time selama 23 tahun
> dan sudah mewawancarai sejumlah tokoh dunia seperti Ibu Teresa, Manuel
> Noriega, Boris Yeltsin, dan Billy Graham.
> Kedua, Kepala Sekolah Laidlaw College Selandia Baru, Dr. Rodney Philip
> Thompson, yang merupakan pendidik terkenal. Ketiga, mantan presiden dari
> kampus Kristen terkemuka Wheaton College AS, Dr. Duanne Litfin.
> Menurut Parapak, lewat konferensi tersebut, institusi pendidikan Kristen
> di Indonesia ingin belajar bagaimana menyelenggarakan pendidikan Kristen.
> “Di Indonesia, orang yang berpendidikan tinggi justru korupsi. Kita sudah
> menyaksikan. Jadi, ada sesuatu yang salah. Saat ini, baru kita kembali
> bicara soal moralitas, karakter bangsa, dan etika. Itu semua adalah bagian
> dari pendidikan Kristen sehingga bagaimana kita menciptakan anak didik yang
> kokoh dalam nilai-nilai Firman Tuhan,” katanya.
> Parapak menambahkan invasi berbagai jenis informasi ke dalam pikiran
> generasi muda lewat berbagai saluran teknologi media akan mengalihkan
> perhatian mereka kepada hal yang sesungguhnya penting.
> Konferensi ini dihadiri sekitar 400 akademisi, peneliti, dan pendidik baik
> dari dalam maupun luar negeri. Para peserta internasional juga diberikan
> kesempatan melakukan kunjungan media ke Berita Satu Media Holdings.
>
>  <http://www.suarapembaruan.com/home/>
>  Penulis: C-5/RIN
> Sumber:Suara Pembaruan
>
>
>
>
>  --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
> Grup Google.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.

Kirim email ke