‘Nyaris tak Ada Pejabat di Kantor Gubernur Sumbar'. Demikian salah satu berita Harian Singgalang, kemarin. Ada banyak penilaian yang bisa muncul, misalnya, wartawan kurang pekerjaan, sehingga membuat berita yang tidak perlu. Bisa juga, kenapa pejabat dinas luar kota dipermasalahkan, namanya saja pejabat, tentu banyak yang harus mereka kerjakan, termasuk mereka urus. Ketiga, ini baru berita, sudah lama perangai seperti ini terjadi, tapi kenapa wartawan diam saja.
Menurut berita Singgalang, kemarin ada sembilan pejabat yang sedang dinas luar. Kesemuanya memang karena tugas. “Para pejabat itu, keluar demi tugas, bukan pelesiran.” Namun kita menyayangkan, kenapa mesti satandan labek benar pergi ke luar provinsi dengan tugas yang berbeda-beda? Mungkin setelah ini, tidak perlu pergi berbondong-bondong ke luar daerah dengan meninggalkan kantor. Kalau gubernur dinas luar, yang lain mungkin ‘menahan diri' dulu sehingga tidak terkesan, betapa banyakya tugas pejabat di luar kota. Seharusnya, wakil gubernur, atau Sekda, berada di Padang tatkala gubernur sedang ke Jakarta, misalnya. Bukan seperti yang terjadi kemarin itu, hanya satu asisten yang tersisa. Kondisi seperti ini sudah sering terjadi. Malah amat sering. Kita memahami padat dan pentingnya tugas yang dilaksanakan. Semakin tinggi jabatan, semakin padat kegiatan. Kita memahami juga, perjalanan ke luar kota itu, tidak bisa dihindari karena memang penting. Namun perlu dipikirkan, jangan sampai terkesan kantor menjadi kosong. Pesan ini bukan hanya untuk kantor gubernur, tapi juga untuk balaikota dan kantor bupati serta DPRD se-Sumbar. Di daerah, sering pula demikian. Bupati dan walikota tiap sebentar ke Jakarta, malah sudah jadi isu nasional. Presiden pun sudah mengingatkan agar kepala daerah jangan sering-sering ke ibukota. Kalaulah dua atau tiga pejabat saja tiap kantor tiap hari menghabiskan waktunya bersama rakyat, betapa indahnya. Tiga pejabat kantor gubernur, tiga pejabat kantor bupati dan walikota, serta tiga anggota dewan, bersama rakyat tiap hari, niscaya pembangunan akan berhasil dengan gemilang. Banyak sekali urusan dengan rakyat yang bisa dibicarakan. Banyak sekali yang bisa didiskusikan. Hari ini masalah rakyat soal pengangguran, kemiskinan, harga-harga yang tinggi, usaha yang macet. Selain itu, juga harga kayu manis yang bagus, harga kakao, harga pinang. Juga masalah pupuk, masalah palawija. Bahkan soal kesehatan, pendidikan, jalan, jembatan, masa depan, dan entah apalagi. Sekarang kita kurangi jumlahnya, satu pejabat saja turun ke bawah tiap hari, maka kalikan saja sebanyak kabupaten dan kota tambah satu dari kantor gubernur. Akan lebih padat dan bernas, kalau juga ada satu anggota dewan. Tapi tidak. Rakyat terasa jauh, menjemukan, membosankan dan melelahkan. Rakyat dan pejabat terpaut jauh, sejauh kaki langit. Itu sebabnya, rakyat segan kepada pejabat tatkala berhadap-hadapan, tapi mencibir setelah si pejabat pergi. Sekarang kita bertanya, apa sesungguhnya urusan rakyat guhnya yang diurus pemerintah? Kita menaruh hormat kepada Muhammad Yunus dari Banglades yang menghabiskan harinya untuk mengurus ekonomi rakyat. Padahal ia bukan pejabat pemerintah. Masalah pupuk saja, tak selesai-selesai, apalagi masalah lain. Kadang, kita kecewa dengan pemerintah sendiri. * Harian Singgalang No virus found in this outgoing message. Checked by AVG Free Edition. Version: 7.5.516 / Virus Database: 269.21.6/1316 - Release Date: 06/03/2008 18:58 --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN: - Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet. - Tuliskan Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting. - Hapus footer & bagian yg tidak perlu, jika melakukan reply. - Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur pribadi. - Posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg bersangkutan minta maaf & menyampaikan komitmen mengikuti peraturan yang berlaku. =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Daftarkan email anda pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Agar dapat melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
