tukuak saketek mengenail layanan di RSUP
..wakatu pai mancaliak kakak ipa  di RSUP M. Djamil 2 minggu lapeh..
manuruik bininyo ...fasilitas dari kantua sapatuiknyo mereka mandapek 
layanan di Kelas I
tetapi manuruik petugas nan batugeh wakatu itu..seluruh kelas I panuah.. 
nan ado hanyo kelas 2 jo 3 sajo
dek "kurang tahu" dan juo dima nan ka capek dapek rawatan sajo mereka 
manuruik sajo...

bisuaknyo si bini malapor ka kantua laki tampek karajonyo...dan urang 
kantua nan alah biaso
baurusan jo RS ko langsuang manalepon ka RSUP dan hasilnyo hari tu 
langsuang kakak ipar ambo ko dipindahkan
ka Kelas I...ternyato manuruik penjelasan urang kantua....urusan kamar ko 
adolah "hal nan biaso" disitu kalau kito lai "pandai ba main"...

ciek lai nan nampak di ambo...kini di RSUP M. Djamil ko sadang dilakukan 
pembangunan.
kalau dibandingkan caro bakarjo kontraktor disitu jo sebuah RS swasta di 
Jakarta nan juo wakatu ambo ado urusan sadang dilakukan pembangunan/renovasi
sangek jauh babeda.... terutama dari segi kebersihan
apolagi di musim hujan kini ko jalan2 masuak RSUP salain taganang dek aie 
hujan.. jalannyo pun panuah dek tanah.
mungkin sajo wakatu musin paneh jalan ko akan sangek berdebu.... sangek 
jauh dari kesan sebuah RS nan barasiah.

wassalam
Yansen/lk/41+/Tanjung/asa Painan



On Monday, December 2, 2013 10:56:10 AM UTC+8, fashridjalmnoor wrote:
>
> Sanak2 sa palanta yth 
> Ambo kutip sangenek nan penting: 
> "Zulfiar adalah pasien yang mengamuk di Instalasi Gawat Darurat (IGD) 
> RSUP M Djamil Padang pada Jumat, 22 November 2013. Dia mengamuk karena 
> buruk dan lambannya pelayanan pihak RSUP M Djamil Padang. Karena tak 
> tahan dengan sakit yang dideritanya dan sangat kecewa dengan buruknya 
> pelayanan pihak RSUP M Djamil Padang, Zulfikar pun mengamuk." 
>
> Iyo parah bana pelayanan di unit IGD RSUP M Djamil itu. Di satiok rumah 
> sakik (pemerintah atau swasta) IGD marupokan bagian penting/strategis, 
> sahinggo diagiah fasilitas pelayanan khusus: dokter jaga, perawat2 nan 
> berpengalaman jo cekatan, peralatan nan cukuik (kalau paralu operasi di 
> tempat) dll. Pasien2 nan masuak, sasuai jo namonyo, adolah pasien2 nan 
> sakik gawat, sahinggo paralu tindakan darurat (cepat, tepat, terorganisir). 
>
> Di RS swasta IGD marupokan salah satu ukuran kualitas pelayanannyo. Kalau 
> banyak nan batambah parah, atau nan meninggal dunia di IGD, urang2 akan 
> takuik mambao ka situ. Di RS pemerintah nan indak mancari untuang samo 
> paralu juo menjago standar kualitas pelayanan di IGD untuak menyelamatkan 
> pasien2. 
>
> Salam 
> Fashridjal M. Noor Sidin 
> L65bdg 
>
> Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung 
> Teruuusss...! 
>
> -----Original Message----- 
> From: "Nofendri T. Lare" <[email protected] <javascript:>> 
> Sender: [email protected] <javascript:> 
> Date: Mon, 2 Dec 2013 05:53:41 
> To: <[email protected] <javascript:>> 
> Reply-To: [email protected] <javascript:> 
> Subject: [R@ntau-Net] USUT KASUS PASIEN MENINGGAL AKIBAT DIKEROYOK DI RSUP 
> M DJAMIL 
>
> Buruk dan lambannya pelayanan di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M 
> Djamil Padang, bukan rahasia lagi. Barangkali nyaris semua orang sudah 
> tahu dan paham tentang itu. Dan dari dulu hingga kini budaya itu masih 
> tetap lestari. Sehingga kalau ada media cetak dan elektronik ataupun 
> media online yang memuat berita tentang lamban dan buruknya pelayanan 
> RSUP M Djamil Padang, maka berita itu seolah-olah dianggap berita basi 
> oleh masyarakat. 
>
> Tapi berbeda dengan berita yang terbit pada Rabu, 27 November 2013 
> lalu di halaman satu koran ini. Meski berita itu masih selingkar 
> buruknya pelayanan RSUP M Djamil Padang, namun ada yang membuat hati 
> masyarakat teriris karenanya. Bahkan juga membakar emosi dan kemarahan 
> masyarakat. 
>
> Berita itu tentang meninggalnya Zulfiar (44), salah seorang pasien 
> asal Pesisir Selatan yang dirujuk ke RSUP M Djamil. Hasil diganosa 
> medis, Zul meninggal bukan disebabkan penyakit yang ada di 
> se­lang­kangnya. Tapi dia meninggal karena adanya gumpalan darah dan 
> cedera berat di kepalanya, akibat terkena pukulan benda tumpul. 
>
> Zulfikar pun dioperasi, karena kondisinya kristis. Yang dioperasi juga 
> bukan penyakit yang ada di selangkangnya, sebagaimana yang tertulis 
> dalam surat rujukan  dari rumah sakit di Pesisir  Selatan. Tapi yang 
> dioperasi adalah gumpalan darah yang ada di kepalanya, akibat terkena 
> hantaman benda tumpul tersebut. 
>
> Zulfiar adalah pasien yang mengamuk di Instalasi Gawat Darurat (IGD) 
> RSUP M Djamil Padang pada Jumat, 22 November 2013. Dia mengamuk karena 
> buruk dan lambannya pelayanan pihak RSUP M Djamil Padang. Karena tak 
> tahan dengan sakit yang dideritanya dan sangat kecewa dengan buruknya 
> pelayanan pihak RSUP M Djamil Padang, Zulfikar pun mengamuk. Dia 
> sempat membanting beberapa fasilitas milik RSUP M Djamil dan 
> berteriak-teriak sehingga membuat suasana di IGD gaduh. 
>
> Dia pun diduga sempat memukul petugas rumah sakit. Di tengah-tengah 
> kondisi itu, Zulfiar pun dikeroyok oleh sejumlah orang. Jumlah orang 
> mengeroyok lebih dari lima orang. Di antara pengeroyok ada yang 
> memukul kepala Zulfiar dengan pipa besi pembatas parkiran. Akibat 
> kerasnya pukulan itu, Zulfiar pun terpakar. Berikutnya tim medis, 
> membius Zulfiar. 
>
> Pihak keluarga korban menyatakan Zulfiar dipukul kepala dan tubuhnya 
> bertubi-tubi. Si pengeroyok diduga terdiri dari Satpam dan tukang 
> parkir RSUP M Djamil Padang. Akibat pengeroyokan itu, kondisi pasien 
> sangat mengkhawatirkan.  Hingga akhirnya kepala pasien terpaksa 
> dioperasi. Barangkali, karena benturan dan pendarahan di dalam kepala 
> korban kondisinya sangat buruk, akhirnya nyawa Zulfiar tak bisa 
> tertolong lagi. Peristiwa itu menjadi catatan yang sangat buruk bagi 
> pelayanan RSUP M Djamil Padang. 
>
> Jelas saja pihak keluarga korban tidak bisa menerima kejadian 
> tersebut. Pihak keluarga pun melaporkan persoalan tersebut ke pihak 
> kepolisian. Keluarga korban sangat berharap polisi memproses  kasus 
> ini dan menyeret para pelaku pengeroyokan atas korban yang menyebabkan 
> korban akhirnya meninggal dunia. 
>
> Ada dua hal yang menjadi catatan penting atas peristiwa ini. Pertama, 
> tentang perlunya mendorong dan  memastikan polisi mengusut kasus ini 
> dengan seadil-adilnya. Kedua, adalah tentang perlunya melakukan 
> evaluasi atas buruknya pelayanan RSUP Djamil selama ini. Karena pada 
> realitasnya nyaris sebagian besar masyarakat tidak puas dengan 
> pelayanan RSUP M Djamil Padang. ** 
>
> Harian Haluan | Senin, 02 Desember 2013 
>
> http://harianhaluan.com/index.php/haluan-kita/28121-usut-kasus-pasien-meninggal-akibat-dikeroyok-di-rsup-m-djamil
>  
>
> -- 
> . 
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. 
> =========================================================== 
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: 
> * DILARANG: 
>   1. Email besar dari 200KB; 
>   2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
>   3. Email One Liner. 
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
> mengirimkan biodata! 
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting 
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply 
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & 
> mengganti subjeknya. 
> =========================================================== 
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
> http://groups.google.com/group/RantauNet/ 
> --- 
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari 
> Grup Google. 
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, 
> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] <javascript:>. 
> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. 
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.

Kirim email ke