Hangat, Diskusi Kontroversi Pembangunan RS Silloam
Kategori: *Daerah* <http://kliksumbar.com/kategori-5-daerah.html> - Dibaca:
*1205* kali

<http://kliksumbar.com/foto_berita/7lippo.jpg>

*Padang, **Klik**Sumbar*

Meski hujan mengguyur Padang sejak sore, tapi Diskusi bertemakan
Kontroversi Pembangunan RS Siloam yang digelar Forum Pemuda Sumbar (FPS)
tetap berlangsung hangat.

Tiga pembicara dari LKAM Sayuti Datuk Panghulu dan dari MUI Sumbar Gusrizal
Gazahar dan Pakar Ekonomi UBH Padang Eko Alvares hadir di Auditorium RRI
Padang, Senin (2/12).

Sementara Ketua Pansus Investasi DPRD Sumbar Erison tidak terlihat hadir.
Presedium FPS, Nurkhalis mengatakan ketakhadiran Ketua Pansus mungkin
karena hari hujan.

Sayuti mengatakan Sumbar tidak perlu takut karena di daerah ini sudah jelas
ada berbagai ruang-ruang keyakinan di Sumbar. "Prinsip LKAM kalau takut
datang ombak (gelombang) perkuat aja tebingnya, jangan takut, adanya Siloam
ini, justru perkuat saja dengan filosofi selama ini Adat Basandi Syarak,
Syarak Basandi Kitabullah," ujar Sayuti.

Sementara Eko Alvares melihat pembangunan Superblok Lippo Group akan
mengundang kemacetan luar biasa di kawasan itu. "Katanya pakai basement
empat lantai ke bawah dampaknya air sumur warga akan kering, lalu juga
mengundang kegiatan lain, bagaimanapun penataan aksesnya tetap saja kawasan
itu macet," ujar Eko.

Sementara pendapat orang bijak adanya mall pertanda kota itu sakit. "Karena
modal akan beralih ke luar Padang ini, toh barang di mall tidak produk
lokal Padang dan Sumbar," ujar Eko.

Tapi Eko mengaku dia tidak anti investasi, namun dia menyorot pembangunan
superblok dengan dampak-dampak ikutannya. "Pemerintah Padang harus
transparan membuka bangunan seperti apa yang akan di bangun di Khatib
Sulaiman itu," ujar Eko.

Sementara Gusrizal Gazahar mengatakan, kuatnya penolakan karena isu
kristenisasi sesuai dengan fakta yang didapat dari Forum Masyarakat
Minangkabau.

*. ( aat/ )*
More Sharing 
ServicesShare<http://www.addthis.com/bookmark.php?v=250&username=xa-4d14dbc652385e6a>
|Share on 
facebook<http://kliksumbar.com/berita-5465-hangat-diskusi-kontroversi-pembangunan-rs-silloam.html#>Share
on 
twitter<http://kliksumbar.com/berita-5465-hangat-diskusi-kontroversi-pembangunan-rs-silloam.html#>Share
on 
email<http://kliksumbar.com/berita-5465-hangat-diskusi-kontroversi-pembangunan-rs-silloam.html#>Share
on 
print<http://kliksumbar.com/berita-5465-hangat-diskusi-kontroversi-pembangunan-rs-silloam.html#>
*-----------------------------------------------------------------------------------------------*
*"Komunitas RN Harus Hidup Terus Melebihi Usia Kami Yang Tua-tua Ini"
(Bunda Nizmah pada acara HUT RN 20 Tahun)*

Wassalaamu'alaikum
Dutamardin Umar (aka. Ajo Duta),
17/8/1947, suku Mandahiliang, gala Bagindo
Gasan Gadang Pariaman - Tebingtinggi Deli -
Jakarta - Sterling, Virginia USA
------------------------------------------------------------

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.

Kirim email ke