Assalaamu'alaikum wa Rahmatullaahi wa Barakaatuhu,

Yth Pak Syaf jo dunsanak sadonyo,

Pak Syaf, ambo mohon maaf kalau patanyaan ko bapak alamaikkan ka ibuk
Hanifah.

 Manuruik ambo pak Syaf bahwa menyusun Kompilasi Hukum ABS SBK ko, adolah *
PERLU*, malahan ambo manimbangnyo sbg : "*wajib kifayah*', karano dalam
rangka untuak manutup pintu *mafsadah* (kerusakan), yg dlm ilmu ushul fiqih
disebutkan dgn "*Saddu az-zaari'ah"*. (Wajib kifayah, ambo buek tando
kutip), dgn maksud bu bhw urusan ko marupakan kawajiban umat Islam, tarutamo
umat Islam Minang Kabau, dalam hal ko tantu ahli2 adat MK, ahli2 Syara', jo
ahli2 Hukum. Alhamdulillah usaho ka arah ko alah dimulai dgn terbentuknya
tim perumus ABS SBK. Mudah2an Allah SWT mamudahkan segala sesuatunya kepada
seluruh tim perumus ini. Amiin Ya Rabbil 'Aaalamiin. Selamat menjalankan
tugas mulia ini bapak2 jo ibuk2, mudah2 Allah SWT menjadikan tugeh barek ko
sabagai "amal jariah" handaknyo.

Adopun dasar ambo mangatokan "*PERLU*" adolah: Berdasarkan surat al-Tahriim,
ayat 6: Quu anfusikum wa ahliikum Naaran". ("jagalah dirimu dan keluargamu
dari api neraka").

Ayat ini bermakna bahwa kita (terutama laki2 sebagai kepala keluarga) harus
menjaga diri sendiri dan keluarga dari hal2 yang dilarang yang diancam dgn
hukuman dineraka. Na'uuzubillahi min zaalik. Oleh sebab itu setiap individu
harus benar-benar menjalankan aturan2 yg telah digariskan oleh Allah SWT dan
RasulNya. Sedangkan aturan yang dibuat oleh manusia, termasuk aturan2 adat
harus disesuaikan dgn ajaran2 Islam tsb. Hal ini tentu "*Adat nan Shaalih*"
lah (seperti yang sudah bahas terdahulu ttg adat dan syara')  yang akan kita
terapkan sehari2 dalam rangka melestarikan adat Minang kabau yang kita
cintai ini. jadi berdasrkan ayat diatas sebelum kita terjerumus kedalam api
neraka, maka sebagai alat pencegahnya adolah mambatuakan adat nan salah tu
atau mahapuskannyo sama sekali. Utk terciptanya masyarakat nan baagamo jo
baradaik tantu harus dimulai dr keluarga. Alhamdulillah alah banyak *"adat
nan bermasalah*" ko di kumpuakan di DIM tim perumus  ABS SBK ko.

Jadi dgn adanya nanti Kompilasi ABS SBK ko, akan menjadi pedoman bagi anak2
cucu kito nanti Insha Allah dlm kehidupan adat Minang Kabau nan Islami,
sehingga mrk nanti sbg generasi penerus kita tdk lagi menemukan kesalah
pahaman dlm menafsirkan ABS SBK itu nantiknyo atau sifat mendua (munafiq)
dalam prakteknya sehari2. Jan baulang pulo kaciko baliak dek anak2 kito
nantik, apolagi kalau generasi penerus kito ko alah banyak gadang di rantau
dan kurang pulo pangatahuan agamonyo. Na'uuzubillaahi minzaalik

Baiaklah ambo jalehkan saketek apo itu *Saddu za-Zarii'ah* dalam ilmu Ushul
Fiqih.

Menurut bahasa, saddu az- zarii'ah itu berarti menutup jalan, yang bisa
menyampaikan kpd sesuatu (kebaikan atau kejelekan). Saddu, artinya menutup,
zaari'ah artinya jalan.

Menurut I*bnu al-Qayyim,* zaariah itu berati:"apa saja yang menjadi
perantara dan jalan kearah sesuatu". Dan dari kalangan ulama Ushul fiqih ada
yg mengartikan saddu az zaari'ah sbg:"sesuatu yg bisa menyampaikan kpd hal
yg terlarang yg mengandung unsur kerusakan (mafsadah)"

Dari definisi diateh dpt disimpulkan bhw saddu az-zaariat itu berarti sbg
perantaraan/jalan yg membawa kpd kejelekan atau kerusakan. Maka utk
menghindari jalan yg membawa kerusakan, maka wajib ditutup apa saja yg
membawa kita kpd kerusakan. Oleh sebab itu utk kepentingan pencegahan
(preventif), sesuatu yg semula mubah, bisa menjadi haram dan dilarang, jika
sesuatu tadi bisa membawa kpd kerusakan.

Salah satu contoh zaari'ah (perantara/jalan) yg wajib ditutup atau saddu
az-zaari'ah itu yaitu: wanita dilarang memperlihatkan auratnya kecuali kpd
suaminya, anak2nya, dan orang lain yg tersebut dlm surat an-Nuur ayat 31.
Larangan ini dimaksud utk menjaga keselamatan dan kehormatan wanita itu
sendiri, dan juga utk tdk merangsang kaum lelaki.

Pada umumnya Fuqaha' (ahli2 fiqih) dr berbagai mazhab memakai saddu
az-zaari'ah ini sebagai dalil /sumber hukum Islam, kecuali mazhab Zahiri yg
menolaknya dgn alasan, bhw seseorang cukup menghindari hal-hal yg syubhat
(yg tdk jelas halal haramnya) agar tdk jatuh kedlm yg haram.

Wallaahu A'lam bish shawaab, mohon maaf kalau tersalah.


Wassalam

Aswita (p-43, LI, NY)



2008/3/8 Dr.Saafroedin BAHAR <[EMAIL PROTECTED]>:

>
> Sedikit pertanyaan : menurut Nanda Hanifah perlu atau tidak perlukah kita
> lanjutkan menyusun Kompilasi Hukum ABS SBK ini ?
>
> Wallahualambissawab.
>
> Wassalam,
> Saafroedin Bahar
>

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet.
- Tuliskan Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting.
- Hapus footer & bagian yg tidak perlu, jika melakukan reply. 
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur 
pribadi.
- Posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg bersangkutan minta 
maaf & menyampaikan komitmen mengikuti peraturan yang berlaku.
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 

Daftarkan email anda pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Agar dapat melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke