Sanak Akmal jo para sanak sa palanta yth Tarimo kasih ateh penjelasan sanak Akmal tantang perbedaan sistem numerik isi Al Qur'an dg PL&PB
Juo tarimo kasih ateh penjelasan nan rinci tantang isi Gen 14:20 jo QS 2:96 . Baru tau ambo bahaso praktek ekonomi Yahudi nan melarang sistem riba untuk diri kaum mereka sendiri (samo jo ekonomi syariah) sebaliknyo membolehkan sistem riba untuk non yahudi (gentile)marupokan arahan dari Taurat/PL yaitu kitab Ulangan (Deuteronomy) 23:19-20. Bagi ambo iko salah satu bukti bahaso Taurat/PL nan jadi kitab suci kaum yahudi dan kristen itu memang alah diubah isinyo a.l. untuak kepentingan duniawi. Tantulah indak bana jo indak adil kalau Allah SWT nan manurunkan ayat itu. Al Qur'an S 2/96 menjalehkan karakter urang yahudi sahinggo mereka maubah wahyu Allah SWT utk kepentingan kaum mereka sendiri. Nampaknyo itulah rahasio kesuksesan urang Yahudi dalam bidang ekonomi/finance sahinggo manguasai ekonomi dunia dg sistem bunga (riba), juo kemakmuran Israel (dg ekonomi non riba/syariah, sedekah, dan keuntungan dari ekonomi riba utk negara2 lain). Baliak ka isi artikel Nur Hasan Achmad (NHA) nan diposting pak BM tanpa komentar (seakan setuju semua isinyo), nampaknyo si Eyal Niv alah tau tentang kewajiban membayar zakat 2,5 % dalam Islam (walau inyo manyabuiknyo sadakah). Kenyataan bahaso NHA menghubungkan pernyataan si Eyal Niv itu jo hukum universal jo kesuksesan ustadz Mansyur, mungkin karano NHA maliek peluang pengumpulan dana dari sadakah. Jadi artikel NHA itu paralu dibaca dg kritis dan hati2. Jaan sampai banyak ummat Islam nan ingin basadakah/beramal sambil bainvestasi...ujung2nya itu dapat membuat mereka miskin, baik karena pengelolaan keuangan yg payah (poor management) maupun krn penipuan (skenario ketamakan). Salam Fashridjal M. Noor Sidin L65bdg Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...! -----Original Message----- From: Akmal Nasery Basral <[email protected]> Date: Fri, 13 Dec 2013 08:10:38 To: Fashridjal Noor<[email protected]> Subject: Re: [R@ntau-Net] Give more, receive more Mak FMN n.a.h. Indak baa posting basambuang-sambuang, karena memang acok pikiran lain timbua satalah satu posting dikirim. Maaf ambo baru sampek lanjuik an kini pulo untuk manjawek pertanyaan Mak FMN tentang kutipan ayat Perjanjian Lama tentang besaran sedekah dalam agama Yahudi, acuan dasarnyo adalah dalam kitab Kejadian (Genesis) 14: 20. Sabalun masuak kutipan teks, ado perbedaan caro mengidentifikasi sistem numerik dalam Qur'an dengan Perjanjian Lama (PL) dan Perjanjian Baru (PB). 1/ Dalam Qur'an jiko disabuik QS 2:96 itu berarti dari surek 2 (Al Baqarah) ayat 96. Dalam PL dan PB, jiko disabuik Gen 14:20, itu berarti dari kitab Genesis *pasal (chapter)* 4 ayat (*verse*) 20. --> Jadi sistem penulisan perundang-undangan yang menggunakan pasal dan ayat sebetulnya mengikuti sistem penulisan PL dan PB. PL terdiri dari 39 kitab, dengan lima kitab utama (*Pentateuch*) di mana Genesis (Kejadian) merupakan kitab pertama. Sementara "pasal" dalam PL/PB menyangkut satu topik turunan yang khas di dalam kitab. Itu disebut perikop. Kira-kira padanannya dalam Al Qur'an seperti satu 'ain (ruku'). Kisah aturan sedekah (Ibrani: tzedakah) itu ada di perikop Gen 14:17-20 ("Pertemuan Abram dengan Melkisedek"). Kenapa Abram, bukan Abraham? Ini satu lagi perbedaan PL/PB dan Qur'an dalam menjelaskan sosok Nabi Ibrahim a.s. karena PL/PB membedakan antara "fase Abram" dan "fase Abraham". Kisah ini dimulai dengan Abram yang berhasil mengalahkan Raja Kerdalaomer, raja lalim saat itu yang sudah berkuasa 12 tahun dan ketika memadamkan pemberontakan rakyatnya yang terjadi pada tahun ke-13, tentara Kerdalaomer menangkap Lot (dalam Islam disebut Luth a.s.), keponakan Abram. Atas keberhasilan Abram mengalahkan Kerdalaomer, dia disambut Raja Salem yang juga seorang imam saleh bernama Melkisedek, yang lalu memberkati Abram seperti diceritakan dalam Gen 14:19 dan Abram membalasnya dengan memberikan 1/10 harta pampasan perang yang diperolehnya dengan menaklukkan Kerdalaomer. (19) Lalu ia memberkati Abram, katanya: "Diberkatilah kiranya Abram oleh Allah Yang Mahatinggi, Pencipta langit dan bumi, 20) dan terpujilah Allah Yang Mahatinggi, yang telah menyerahkan musuhmu ke tanganmu." Lalu Abram memberikan kepadanya *sepersepuluh* dari semuanya. Untuk membaca lengkap keseluruhan teks Gen 14:1-24 bisa dibaco di siko: http://www.jesoes.com/alkitab/kej/14/20?korean=0#20 Ayat Gen 14:20 itulah yang menjadi basis perhitungan sedekah, atau disebut persepuluhan, dalam agama Yahudi. Karena itu jika kemudian pada (beberapa sekte) Kristen yang mengadopsi persepuluhan sebagai dasar hitungan sedekah mereka, ini juga menjadi kontroversi tersendiri di kalangan Kristen karena tak sedikit yang menganggap aturan itu hanya berlaku untuk PL, bukan untuk PB. Artinya, hanya untuk penganut Yahudi, bukan Kristen. Jadi kembali pada pokok masalah tentang pernyataan Eyal Niv kepada Nur Hasan Achmad bahwa "dalam agama Yahudi kami diwajibkan bersedekah 50%, dan dalam Kristen 10 % ...", menurut ambo iyo agak janggal karena adanya kontradiksi antara imej Eyal Niv sebagai seorang Yahudi saleh (paling tidak dalam mengamalkan sedekah) dengan ketidaktahuannya yang fatal menyangkut besaran sedekah yang ditentukan dalam PL sendiri. 2/ Kebenaran firman Allah dalam QS 2: 96 bahwa Yahudi adalah kaum paling tamak di antara seluruh manusia, bahkan lebih tamak dari orang musyrik, sebenarnya terjelaskan oleh PL sendiri, melalui kitab Ulangan (Deuteronomy) 23:19-20 ("Jangan Memungut Bunga dari Saudara Sebangsa") yang melarang sesama Yahudi melakukan riba, tetapi mereka BOLEH melakukannya bagi non-Yahudi. (19) Janganlah engkau membungakan kepada saudaramu, baik uang maupun bahan makanan atau apapun yang dapat dibungakan. (20) Dari orang asing boleh engkau memungut bunga, tetapi dari saudaramu janganlah engkau memungut bunga--supaya TUHAN, Allahmu, memberkati engkau dalam segala usahamu di negeri yang engkau masuki untuk mendudukinya." Cara Yahudi melakukan riba kepada kaum non-Yahudi (termasuk Islam) inilah yang menjadi modalitas utama dalam melipatkan kekayaan orang (dan bangsa) Yahudi. Allahu a'lam. Wass, ANB 45, Cibubur Pada 11 Desember 2013 13.10, <[email protected]> menulis: > Sanak Akmal dan para sanak sa palanta yth > > Berdasarkan surat Al Baqarah ayat 96 itu mungkin dapat disimpulkan bahwa > rahasia kesuksesan kaum yahudi bukan karena mereka wajib bersedekah minimal > 50% dari harta mereka spt yg disampaikan seorang pengusaha yahudi kepada > Nur Hasan Achmad. > > Mereka sukses di dunia karena ketamakan mengumpulkan dan memiliki harta > untuk bisa dinikmati selama mungkin. > > Ma'af postingnya bersambung-sambung karena pikiran indak timbua sekaligus > > > Salam > Fashridjal M. Noor Sidin > L65bdg > Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung > Teruuusss...! > ------------------------------ > > > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
