Sanak Maturidi, baa kok dicubo manulak sajak kini ? Kito liek apo 
konsekuensinyo. Angek dingin tantu harus ditangguang. 

Wassalam, 
SB, 77, Jkt. 

Sent from my iPad

> On 15 Des 2013, at 18.04, Maturidi Donsan <[email protected]> wrote:
> 
> 
> Sanak dipalanta n.a.h
> 
> Info yang disampaikan pak Saaf  sangat mengerikan, ini bukan info 
> sembarangan, info tertulis dari Sekjen Asean, 2015 pintu Indonesia disepakati 
> terbuka 24 jam dimasuki masyarakat Asean untuk bergerak bebas di Indonesia 
> ini termasuk di Sumbar.
> 
>  
> 
> Yang mengerikan kita adalah dengan membanjir masuknya barang produksi 
> disekitar Asean ini ke Sumbar diiringi dengan tenaga baik ahli maupun kasar, 
> jelas akan menghimpit rakyat Sumbar.
> 
>  
> 
> Produksi kita di Sumbar belum seberapa, dibanding dengan jumlah produksi 
> negeri tetangga.
> 
>  
> 
> Yang paling berat akan dihadapi rakyat Sumbar dan akan menambah inginnya 
> orang luar masuk adalah atas dorongan dari sebagian oknum-oknum pejabat mulai 
> tingkat Gubenuran sampai ke Desa, mereka haus fee untuk mencari THR baik 
> mendekati akhir tugas atau pembayar kembali biaya sewa pesanan tempat duduk 
> yang sedang diduduki.
> 
>  
> 
> Ditambah lagi calon-calon oknum baru yang akan berebut tempat duduk di 
> tingkat Gubenran itu kebawah sampai ke Desa,  mereka itu akan mencarai dana, 
> sekarang dengan masuknya Asean ke Sumbar, inilah yang akan mereka santap 
> dengan akibat rakyat Sumbar disuguhkan pesaing berat dari luar.
> 
>  
> 
> Kita memang tidak bisa menyalahkan sepenuhnya kepada para oknum-oknum ini, 
> sistim untuk menempati kedudukan dinegeriu ini mengehendaki oknum bertindak 
> /belaku/berperangai demikian.
> 
>  
> 
> Sekarang dipalanta,  kalau ada ahli hukum yang berhubungan  dengan Asean 
> Community ini tolong kami dicerahkan:
> 
> 1.    1. Kalau 2015 keatas Sumbar menolak masuknya segala yang digambarkan 
> pak Saaf    diatas. apakah Sumbar kena sanksi.
> 
> 2.   2.  Apa sanksi atas penolakan itu.
> 
>   
> 
> Tapi terlepas dari itu semua kalau rakyat Sumbar mau selamat: Hiduplah dengan 
> apa yang ada di Sumbar.
> 
>  
> 
> Yang tak ada di Sumbar mungkin hanya textil.
> 
>  
> 
> Jangan ikuti hidup negeri kaya, kalau kita ikuti,  kita tak akan bisa 
> berhemat / investasi dikampung sendiri.
> 
>  
> 
> Kalau karena kurang transportasi, kurangilah gerak mobilisasi dulu
> 
> Mulailah dari sekarang konsentrasi di Nagari/desa/kampung.
> 
>  
> 
> Wass,
> 
> Maturidi (L-75)
> 
> Asal Talang-Solok-Kutianyia
> 
> Duri Riau
> 
> 
> 
> Pada 15 Desember 2013 10.15, Dr. Saafroedin Bahar 
> <[email protected]> menulis:
>> Para sanak sekalian, ateh prakarsa Yayasan Yarsi, Gebu Minang, dan BK3AM, 
>> sahari kapatang tg 14 Desember diadokan seminar sehari di Jakarta membahas 
>> peluang dan tantangan dari Asean Community 2015 utk masyarakat Minangkabau 
>> sacaro menyeluruh. Ado anam urang pembicara, jo pidato sambutan tatulih dari 
>> Sekjen Asean. Inti dari Asean Community 2015 iko adolah tabukaknyo pasa 
>> dalam nagari kito utk dunia lua, baiak barupo barang maupun jaso urang ahli.
>> Kesimpulannyo Minangkabau/ Sumatera Barat alun siap utk memanfaatkan peluang 
>> dan manjawab tantangan.
>> Apo nan bisa tajadi dalam tahun 2015, tangah duo tahun lai dari kini? Cubo 
>> kito bayangkan: supir taksi di bandara BIM adolah urang Thailand ; dokter, 
>> juru rawat, dosen,   sarato artis dari Filipina; rumah sakik dimiliki 
>> Siloam; kuli dari India; resor wisata di Danau Kamba di Solok Selatan 
>> dioperasikan dek urang Amerika; bandara BIM dioperasikan dek urang Malaysia; 
>> peternakan di Solok Selatan dimiliki dek urang Australia. Dan sataruihnyo,
>> A karajo urang awak lai? Jadi anak samang. Ringkasnya: Sumbar nan miskin 
>> akan batambah miskin. Baa tu ? Apo indak paralu kito jagokan sanak kito di 
>> Ranah ?
>> 
>> Wassalam ,
>> SB, 77, Jkt.
>> 
>> Sent from my iPad
>> 
>> --
>> .
>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
>> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>> ===========================================================
>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
>> * DILARANG:
>>   1. Email besar dari 200KB;
>>   2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>>   3. Email One Liner.
>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
>> mengirimkan biodata!
>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & 
>> mengganti subjeknya.
>> ===========================================================
>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
>> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>> ---
>> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
>> Google.
>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
>> email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
>> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
> 
> -- 
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
> subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> --- 
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
> Google.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
> email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.

Kirim email ke