Sanak Suryadi ysh,
Iyo memang bagian nan itu ambo sadiokan ka sanak untuak mananggapi. Rujukan
ambo dari catatan Kapten AQD, satalah dipareso memang batua sanak. Ambo
kutipkan kembali : " Belanda yang tahu bahwa daerah pesisir seperti Pariaman,
Tiku, Air Bangis
adalah daerah strategis yang telah dikuasai kaum Padri, maka Belanda telah
membagi pasukan untuk merebut daerah-daerah ter-sebut. Dalam menghadapi
serangan Belanda ini, maka ter-pak sa kaum Padri yang berada di Tapanuli
Selatan di bawah pimpinan Tuanku Rao dan Tuanku Tambusi dikirim untuk
menghadapinya. Pertempuran sengit terjadi dan pada tahun 1821 Tuanku Rao
gugur sebagai syuhada di Air Bangis. Perlawanan pasukan Padri melawan pasu
kan Belanda diteruskan dengan pimpinan Tuanku Tambusi. "
Kalau benteng Bonjol tu awak alah sapakek dibuek maso antaro 1808-1812. Tapi
kapamimpinan Tuanku Imam Bonjol untuak saluruah paderi baru diserahkan tahun
1821.
Wasalam,
-datuk endang
Lies Suryadi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Mak Datuak Endang menulis:
Sanak Nofend ysh,
Satu hal yang saya catat bila penyerangan awal Belanda tahun 1821 itu adalah
ke negeri Sulit Air dan Air Bangis. Perlawanan di Air Bangis cukup seru karena
sebagian besar pasukan Paderi pada masa itu dikerahkan ke daerah itu, di
antaranya dipimpin Tuanku nan Renceh, Imam Bonjol dll. Tuanku nan Renceh
dikabarkan syahid di Air Bangis, dan kepemimpinan Paderi beralih ke Tuanku Imam
Bonjol.
Bila Belanda memulai serangan awal di daerah itu, patut dipertanyakan
alasannya, yang mungkin menurut perkiraan saya bila Air Bangis merupakan salah
satu pintu masuk ke Minangkabau dari barat/laut.
Sedikit sumber sejarah menyebut sbg berikut:
[Vigelius] dalam "Fragmenten eener beschrijving van Sumatra's Westkust." (TNI
13.II, Afl.7, 1851: 7-16, hal.11) dan E. Francis dalam Herinneringen uit den
levensloop van een 'Indish' Ambtenaar van 1815 tot 1851, Vol.3 (Batavia: H.M.
van Dorp, 1859, hal. 73) mengatakan bahwa Tuanku Nan Renceh wafat tahun 1832 di
'Medjang', sebuah desa dalam wilayah Laras Bukit, Luhak Agam (mungkin yang
dimaksud adalah desa Mejan di Kamang). Menurut Naskah Tuanku Imam Bonjol,
Tuanku Nan Renceh wafat karena sakit: "Kemudian daripada itu maka tersebut pula
perkataan [berita; Suryadi] Tuanku Nan Renceh dapat sakit. Dengan takdir Allah
taala tidak berapa lamanya dalam sakit itu dan berpulanglah [ia] ke rahmatullah
adanya" (Naskah hal.58 dalam Sjafnir Aboe Nain [tansliterator], Tuanku Imam
Bonjol. Padang: PPIM, 2004, hal. 48). Pada tahun wafatnya Tuanku Nan Renceh,
pusat Gerakan Paderi sudah pindah ke Bonjol, dengan pemimpin utamanya Tuanku
Imam Bonjol, salah seorang panglima Paderi yang
'dibesarkan' oleh Tuanku Nan Renceh sendiri.
(dipotong dari tulisan Suryadi ttg Tuanku Nan Renceh; lihat:
www.naskahkuno.blogspot.com )
Akhirnya....ditutuik juo jo pantun Minang...
Aia Bangih gunuang mancucuak,
Ka rimbo bapikek balam,
Hati bangih dapek dipujuak,
Nan bedo jikok ramuak di dalam.
Salam,
Suryadi
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet.
- Tuliskan Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting.
- Hapus footer & bagian yg tidak perlu, jika melakukan reply.
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur
pribadi.
- Posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg bersangkutan minta
maaf & menyampaikan komitmen mengikuti peraturan yang berlaku.
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]
Daftarkan email anda pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Agar dapat melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---