Assalamualaikum WrWb Mak Datuak Endang, Kanda Suryadi dan sanak sadoalahnyo.

 

Tarimokasih Respon terhadap artikel nan ambo kirimkan, dan semoga kami nan
mudo2 semakain tau dan lalbiah tau mengenai

Sejarah dan adat istiadat kito Minangkabau.

 

Artikel2 sejarah sarupo iko tak lain tak bukan hanyo untuak bebagi dan
membangkitkan ingatan serta keinginan mamak/uda2 nan lah banyak makan asam
garam menegnai hal iko untuak dibagikan ka kami nan mudo, kami nan ingin tau
jo sejarah nagari kami, kami nan cuman bisa baraja dr dunia maya.

 

Salam/

 

   _____  

From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On
Behalf Of Lies Suryadi
Sent: 09 Maret 2008 22:41



Mak Datuak Endang menulis: 

 

Sanak Nofend ysh,

Satu hal yang saya catat bila penyerangan awal Belanda tahun 1821 itu adalah
ke negeri Sulit Air dan Air Bangis. Perlawanan di Air Bangis cukup seru
karena sebagian besar pasukan Paderi pada masa itu dikerahkan ke daerah itu,
di antaranya dipimpin Tuanku nan Renceh, Imam Bonjol dll. Tuanku nan Renceh
dikabarkan syahid di Air Bangis, dan kepemimpinan Paderi beralih ke Tuanku
Imam Bonjol.

Bila Belanda memulai serangan awal di daerah itu, patut dipertanyakan
alasannya, yang mungkin menurut perkiraan saya bila Air Bangis merupakan
salah satu pintu masuk ke Minangkabau dari barat/laut.

 

Sedikit sumber sejarah menyebut sbg berikut:

 

[Vigelius] dalam "Fragmenten eener beschrijving van Sumatra's Westkust."
(TNI 13.II, Afl.7, 1851: 7-16, hal.11) dan E. Francis dalam Herinneringen
uit den levensloop van een 'Indish' Ambtenaar van 1815 tot 1851, Vol.3
(Batavia: H.M. van Dorp, 1859, hal. 73) mengatakan bahwa Tuanku Nan Renceh
wafat tahun 1832 di 'Medjang', sebuah desa dalam wilayah Laras Bukit, Luhak
Agam (mungkin yang dimaksud adalah desa Mejan di Kamang). Menurut Naskah
Tuanku Imam Bonjol, Tuanku Nan Renceh wafat karena sakit: "Kemudian daripada
itu maka tersebut pula perkataan [berita; Suryadi] Tuanku Nan Renceh dapat
sakit. Dengan takdir Allah taala tidak berapa lamanya dalam sakit itu dan
berpulanglah [ia] ke rahmatullah adanya" (Naskah hal.58 dalam Sjafnir Aboe
Nain [tansliterator], Tuanku Imam Bonjol. Padang: PPIM, 2004, hal. 48). Pada
tahun wafatnya Tuanku Nan Renceh, pusat Gerakan Paderi sudah pindah ke
Bonjol, dengan pemimpin utamanya Tuanku Imam Bonjol, salah seorang panglima
Paderi yang 'dibesarkan' oleh Tuanku Nan Renceh sendiri.

(dipotong dari tulisan Suryadi ttg Tuanku Nan Renceh; lihat: HYPERLINK
"http://www.naskahkuno.blogspot.com"www.naskahkuno.blogspot.com )

 

Akhirnya....ditutuik juo jo pantun Minang...

 

Aia Bangih gunuang mancucuak,

Ka rimbo bapikek balam,

Hati bangih dapek dipujuak,

Nan bedo jikok ramuak di dalam.

 

Salam,

Suryadi

 

 



No virus found in this incoming message.
Checked by AVG.
Version: 7.5.518 / Virus Database: 269.21.7/1322 - Release Date: 09/03/2008
12:17



No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG. 
Version: 7.5.518 / Virus Database: 269.21.7/1322 - Release Date: 09/03/2008
12:17
 

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet.
- Tuliskan Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting.
- Hapus footer & bagian yg tidak perlu, jika melakukan reply. 
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur 
pribadi.
- Posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg bersangkutan minta 
maaf & menyampaikan komitmen mengikuti peraturan yang berlaku.
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 

Daftarkan email anda pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Agar dapat melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke