Aww. Suatu konklusi yang excellent dan sekedar mengusulkan bahwasanyo secaro 
konsepsional masalah totalitas Minangkabau alah dibuekkan oleh (maaf) Angku 
Guru MCB dengan program "Mambangkiekkan batang nan tarandam" pendekatan 
pembangunan Minangkabau "zero sum approach", subyek "Nagari" sebagai 
"pemerintahan rakyat" yang terendah fokus kepada kegiatan pembangunan melalui 
tingkat "Kecamatan" sebagai fondasi pemerintahan R.I. artinya Pembangunan 
kembali Minangkabau adolah menyatukan kekuatan sistem "Nagari" dengan sistem 
"Pemda NKRI". Last but not least, belajar dari pengalaman "PRRI" nan lalu, 
kironyo program pembangunan Minangkabau dalam suatu format Regional Economic 
Development ( RED) kawasan Pantai Barat Sumatera  beserta pulau2nya. 
Maybe dapeik dipikiekan basamo, dan perlu adonya "Small Team" sebagai OC 
dibantu oleh "Think Tank" sebagai SC. " jadilah itu barang" pabilo ingin 
bakarajo basamo-samo dalam Teamwork.
Wassalam,
Haasma Depok  





Pada Minggu, 22 Desember 2013 9:42, Pristi Gmail <[email protected]> 
menulis:
 
Salam sanak Rantaunet,-

Analisa sanak Bakhtiar - super !!! Tantangan pak SB excellent, kritik yg lain 
juga bagus utk di response.

Yang perlu kita lakukan utk ini: 

1) merapat ke Sekber di pdg utk melihatkan kita solid. Tanpa ada intrik2 
politik dan kepentingan individu. Tanggung jawab kita bersama sbg urang minang. 
Titik !!!

2) kita harus mulai bentuk pressure group ke pemerintahan (min sumbar dan pdg) 
krn ini barometer minangkabau. Pressure group spt group TT CSIS (salibis) thd 
pemerintahan indonesia. Ini yg akan group pertama di depan utk mengawal 
business plan, execution/operating phase pemerintah sumbar. 

Bgmn cara nya: group yg solid, punya network ke pemerintahan dan businessman 
terutama yg moslem dan juga network ke luar. Group Rantau net bisa memainkan 
peranan sbg starting point. 

Banyak urang2 cadiak di awak tapi sdh individual player. Encourage mereka utk 
bergabung. Cara nya? Sanak2 pasti tau cara nya 

3) berdayakan urang2 awak di ranah dlm group yg ambo propose dan bikin planning 
dan milestone yg jelas. Sekali lagi menyatukan suaro paralu

4) ini yg penting, tdk adakah di antara kita yg bisa berkomunikasi dari hati ke 
hati ke top official government kita? Utk ambil alih kasus siloam di pdg? Spt 
rs immanuel di bkt? Atau urang awak lah jadi ayam batino kini? Tdk spt ayam 
jago selalu menang diluar "quoted oleh Prof ambo di ITB" da syamsul thn 80-an. 

5) kita yg harus berinvestasi di pdg dan sumbar? Bukankah kita punya pengusaha 
minang. Utk risk sharing, tdk bisa kah kita bikin JV case dlm bentuk 
corporation. 

Asal niat pasti ada jalan. Insya Allah 

Be a good moslem or die as a syuhada for the shake of Allah dan Minangkabau. 

Maaf kalau ambo terkesan menggurui. Ambo bersedia meluangkan waktu kalau ada 
sanak2 utk berdiskusi utk kicking the ball. 

Wassalam
Pristi H Putra
(ITB - 84) & Texas A&M aggies lover
Suku Cupak 
Asal: pdg sibusuk & cupak solok
TKI mangakeh di tampek urang





Sent from my iPhone

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.

Kirim email ke