Assalamualaikum w.w. para sanak sa palanta,

Di bawah ko ambo kutip berita harian Kompas hari Senin tanggal 10 Maret ko tentang perbedaan dalam umat Islam, karano kito urang Minang adolah urang Islam juo, dan nampaknyo juo ado pabedaan pandapek di antaro kito, tamasuak dalam mamahami dan manilai pelaksanaan ABS SBK.

Wassalam,
Saafroedin Bahar
(L, 70+6+28, Jakarta)
'Taqdir di tangan Allah, Nasib di tangan Manusia'
'Ya Allah, tunjukilah selalu aku jalan yang lurus dan Engkau ridhoi'
''Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya'
'Mari berlomba berbuat kebaikan'
'Puji syukur aku sampaikan pada-Mu ya Allah, atas segala rahmat dan nikmat yang telah Engkau anugerahkan kepada aku dan keluargaku'.
'Setiap manusia adalah baik, sampai terbukti sebaliknya'
'Jangan pernah berhutang dan jangan mudah berpiutang'

***

Perbedaan Seharusnya untuk Kompetisi

 

Kompas, Senin, 10 Maret 2008 | 00:32 WIB


Jakarta, Kompas - Meskipun jumlah umat Islam sangat besar, mereka kurang kompetitif jika dibandingkan dengan kelompok peradaban lain dalam lingkungan global. Hal ini terjadi akibat belum tuntasnya permasalahan dalam diri umat Islam sendiri, yaitu kurangnya penghargaan atas perbedaan di antara sesama umat Islam.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Masdar F Mas'udi dalam diskusi di Yayasan Wakaf Paramadina, Jakarta, Sabtu (8/3).

Umat Islam tidak terorganisasi dengan baik, seperti umat Katolik dan Kristen Protestan. Dalam kedua agama tersebut, data umat tercatat dengan rapi dalam setiap organisasi masing-masing rumah ibadah.

Meskipun demikian, untuk memperkuat pengorganisasian umat Islam bukan berarti seluruh pandangan, pemahaman, dan pemikiran keagamaan umat Islam harus menjadi satu. Buktinya, umat Katolik dan Kristen Protestan yang juga terdiri atas banyak aliran keagamaan atau mazhab tetap dapat tampil sebagai satu kesatuan umat.


Semangat kompetisi

Kondisi tersebut jelas berkebalikan dengan kondisi umat Islam. Selain tidak terorganisasi dengan baik, sebagian umat Islam mengharamkan adanya mazhab. Perbedaan mazhab sering menjadi pemicu mudahnya kelompok agama tertentu mengecap sesat kelompok lain, bahkan mengafirkan dan menghalalkan darahnya.

Jika Islam hanya direpresentasikan oleh satu kelompok, hal itu justru akan mematikan dinamika umat Islam. "Perbedaan merupakan realitas dan bersifat kodrati. Perbedaan ini seharusnya dijadikan semangat untuk berkompetisi berbuat kebajikan," kata Masdar. (MZW)

 




Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! Search.
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet.
- Tuliskan Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting.
- Hapus footer & bagian yg tidak perlu, jika melakukan reply.
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur pribadi.
- Posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg bersangkutan minta maaf & menyampaikan komitmen mengikuti peraturan yang berlaku.
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]

Daftarkan email anda pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Agar dapat melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke